Florin pingsan tak lama setelah Edgar membawanya terbang. Raungannya terhenti dan tak merasakan sakit lagi. Sampai saat ini dia belum sadarkan diri, dan itu menjadi alasan Edgar tak dapat tenang semalaman.
Kegelisahan menyelimuti lelaki itu, ingatannya terus terbayang kejadian di hutan kemarin. Pandangannya berulang kali menatap ke arah Florin dan menunggu kapan kelopak matanya itu akan terbuka. Mungkin sebut saja ini sebuah harapan, perasaannya baru akan melega jika keadaan gadis itu baik-baik saja.
Helaan napas keluar. Edgar masih tak menyangka Florin sampai mengeluarkan kekuatannya yang ternyata sangat besar karena perkataan lelaki asing itu yang memancing. Entah siapa dia dan apa yang akan dilakukannya pada Florin. Intinya emosi Florin sampai meluap karenanya. Pasti ada hal lain yang telah lelaki itu lakukan sebelumnya, dan kemarin bukanlah pertemuan pertama mereka.
Setelah cukup lama memandang, Edgar melihat ke arah mulut gua yang sudah disinari mentari pagi. Dia beranjak keluar untuk memastikan keadaan di sekitar. Dia juga akan mencoba mencari petunjuk yang mungkin bisa mengarahkan pada keberadaan Chenna.
Sementara itu lenguhan pelan terdengar dari seorang gadis yang perlahan membuka matanya. Dia memandangi langit-langit bebatuan yang ada di atasnya lalu terdapat bekas perapian tak jauh dari tempatnya. Sesaat Florin mengingat hal terakhir yang terjadi padanya. Dia memaksakan diri, sampai tak lama kemudian kesadarannya menghilang bersama rasa sakit yang seolah menguasai tubuhnya.
Itu adalah pertama kalinya Florin mengeluarkan kekuatannya yang sebesar itu. Dampaknya ternyata sangat berbahaya sampai dia merasa sedang bertaruh nyawa. Entah bagaimana akhirnya jika dia benar-benar melepaskan kekuatannya untuk menyerang sang Pangeran Kegelapan.
Florin sulit mengendalikan diri. Saat itu pikirannya seperti berkecamuk, rasanya seolah mendapat banyak bisikan yang hanya memerintahkannya untuk menyerang. Hilangnya akal sehat dan semakin tingginya nafsu yang memburu akan bisa langsung merealisasikan bisikan yang muncul dari sisi gelap itu. Namun terdengarnya suara seseorang yang memanggil namanya dan terus menyerukannya membuat Florin merasa ditarik oleh dua arah. Sampai sebuah sentuhan dan tatapan yang berada tepat di hadapannya menjadi hal terakhir yang Florin ingat selain rasa sakitnya.
Edgar, lelaki itu berhasil menghentikannya. Tak ada kemungkinan lain, lelaki itu juga yang pasti telah membawanya ke tempat ini. Lalu di mana lelaki itu sekarang? Kenapa Florin hanya sendirian saja? Mengambil busur dan panahnya yang terdapat di sisi lain gua, Florin segera melangkah keluar. Perasaannya kembali lega ketika mendapati Edgar ternyata sedang terbang melihat ke sekitar.
"Apa ada jejak atau sesuatu?" tanya Florin sedikit berteriak.
"Ada sebuah geraman."
"Chenna? Apa itu Chenna? Dia pasti ada di sekitar sini."
Ada sedikit kelegaan, namun perasaan panik masih mendominasi. Florin berjongkok dan dia meletakkan telapak tangannya ke tanah. Dia akan melakukan pelacakan lagi karena adanya kemungkinan macan kumbang itu berada di sekitar sini.
Florin memejamkan mata, dia mengabaikan hewan-hewan kecil yang ada di sekitarnya dan mencari keberadaan hewan dengan ukuran besar. Langkah hewan itu akan terasa lebih berat, dan hembusan napasnya bagai angin besar yang berhembus lambat.
"Timur," ucapnya saat merasakan keberadaan hewan itu.
Florin bangkit dan segera mengambil langkah lebar. Dia melompat ke dahan pohon dan menapakkan kakinya ke dahan pohon yang lain. Pergerakannya sangat cepat hingga Edgar hampir kesulitan mengejarnya.
Saat mata Florin menangkap keberadaan hewan besar berbulu hitam sedang meringkuk di tanah, dia langsung mendarat ke tanah dan menghampiri Chenna. Pada tanah di sekitar hewan itu terdapat bercak darah yang tak lain berasal dari luka di tubuhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ETERNUS
FantasyEternus, tanah para makhluk immortal, kini berada di ambang kehancuran. Valey, penguasa Dark Elves, kembali dengan dendam lama dan ambisi besarㅡmenguasai Permata Kehidupan dan mengembalikan kejayaannya yang pernah direnggut. Dua keturunan half-blood...
