I.XIII. Bantuan

133 17 1
                                        

Elf merupakan makhluk pertama yang menempati Eternus sejak jutaan tahun yang lalu. Beragamnya jenis elf yang ada di Eternus membuat mereka memiliki banyak perbedaan. Bukan hanya jenis elemen yang dikuasai, tetapi tampilan mereka juga dapat dibedakan, serta hewan tunggangan mereka pun juga berbeda.

Elf wilayah timur—Light Elves—memiliki cahaya sebagai elemen utamanya. Dengan cahaya itu juga mereka mencari hewan tunggangannya masing-masing. Berbeda dengan Wood Elves yang memiliki hewan tunggangan macan kumbang, Klan Light Elves memiliki hewan tunggangan rusa. Lebih istimewanya lagi anggota kerajaan memiliki rusa putih yang dianggap suci.

Luxurious, wilayah yang juga dianggap suci ini terdapat banyak peninggalan kuno seperti buku-buku hingga persenjataan. Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa tempat ini menjadi tempat yang paling sering didatangi para pengelana. Kedatangan pengelana yang berasal dari klan lain maupun ras lain membuat para Light Elves menjadi terbiasa dengan keberagaman baru.

Seperti saat ini, datangnya Florin dan Edgar yang menunggangi Chenna seekor macan kumbang tak menganggu berbagai kegiatan yang sedang terjadi di sana. Hanya beberapa dari mereka yang sekedar melirik sekilas karena ketidaksengajaan lalu kembali sibuk dengan kegiatannya.

Keramaian dari suara-suara bising serta percakapan tak dapat dihindari untuk memasuki pendengaran. Florin yang tertidur menyandar pada Edgar melenguh pelan sebelum membuka matanya. Pergerakan kecil itu disadari sang Winged Elves yang langsung melirik untuk memeriksa keadaan teman perjalanannya yang masih terluka.

"Jangan banyak bergerak, lukanya akan terasa sakit lagi," ucap Edgar pelan saat merasa Florin akan bergerak untuk duduk tegak.

Florin mengurungkan niatnya. Dia mengedarkan pandangan ke sekitar melihat ramainya elf di tempat ini. Bagi Florin yang belum banyak bertemu rasnya, dia cukup terkejut melihat berbagai jenis elf yang ada di sini. Bahkan ada cukup banyak elf yang memiliki sayap seperti Edgar juga.

"Ke mana tujuanmu?" tanya Florin masih sambil memandangi sekitarnya.

"Mencari healer. Aku kenal seseorang di sini."

Seperti yang pernah Florin katakan, Wood Elves dianugerahi keahlian dalam bidang pengobatan sehingga banyak dari mereka yang menyebar ke seluruh penjuru Eternus dan menjadi healer yang pastinya banyak dibutuhkan. Karena kondisi Florin yang tidak memungkinkan untuk menyembuhkan diri sendiri, dia juga membutuhkan bantuan healer untuk menyembuhkan lukanya.

Semakin jauh, mereka semakin banyak melewati rumah-rumah dan beberapa bangunan yang terlihat kuno. Sejauh ini Florin baru menyadari jika bukan hanya elf saja yang ada di sini, tetapi dia juga melihat keberadaan penyihir, dwarf dan bahkan peri pixie. Makhluk kecil yang beterbangan dengan sayap meninggalkan kilauan serbuk itu sangat menarik perhatian Florin. Sayangnya dia tidak bisa melakukan apa-apa untuk saat ini.

Berhenti di depan sebuah bangunan bertingkat, Edgar turun dari Chenna terlebih dahulu. Selanjutnya dia membantu Florin turun dengan sangat hati-hati lalu mengalungkan lengan Florin di pundaknya.

"Ambil alih panther ini dan jaga dia," ucap Edgar pada pria elf berambut pirang gelap yang duduk di teras. Sang Winged Elves itu melemparkan kantung kecil yang sepertinya berisi uang jika didengar dari suara gemerincingnya. "Untuk satu pekan," tambah Edgar sebelum membawa Florin masuk ke dalam bangunan.

Tak lama bagi Edgar untuk bisa mendapatkan dua ruang kamar di sini. Selesai dengan pembayaran menggunakan mata uang yang tak pernah dilihat Florin sebelumnya, lelaki itu segera membawa Florin ke kamar yang telah mereka pesan.

"Masih terasa sakit?" tanya Edgar setelah Florin berbaring nyaman di atas kasur.

"Sedikit. Sepertinya karena menaiki tangga tadi," jawab Florin. Gadis itu beralih pada jendela yang terbuka untuk melihat pemandangan di luar sana. "Kau pernah datang ke sini sebelumnya? Tempat apa saja yang sudah kau datangi selama ini?"

ETERNUSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang