"Ahh..."
Jihoon menjilat bibirnya, membasahi benda kenyal itu setelah ia gunakan menjelajahi setiap jengkal tubuh putih di bawahnya.
"Jihoon," Hyunsuk merengek, matanya terpejam erat kala Jihoon menghantam titik manisnya dengan telak.
Nafas Jihoon memburu, darahnya mengalir deras tak terkendali. Pinggulnya bergerak semakin cepat dan kuat, hanya untuk bisa mendengar rengekan Hyunsuk lebih lagi.
"Jihoon, please..." dia memohon, mengalungkan tangannya pada leher Jihoon, menarik lelaki itu untuk menunduk dan membubuhkan ciuman panas di antara hentakan pinggulnya.
"Ah!" Hyunsuk kembali bersenandung, jari kakinya menekuk erat begitu ia merasa akan mencapai puncaknya.
"Jihoon, nghh—aku..." Hyunsuk terbata, mencakar punggung suaminya dengan kasar begitu ia merasakan putih.
Matanya berair, nafasnya tidak teratur, pipi-pipi putih nan kenyal itu memerah tanda ia merasa puas atas kedatangannya.
Jihoon menggigit bibirnya kencang, nafasnya tertelan habis merasakan Hyunsuk mengejang, anusnya mencengkeram penis Jihoon dengan erat, menghisap benda berurat itu dengan rakus.
Membuat Jihoon kehilangan kesabaran dan kesadarannya, ia menarik tangan Hyunsuk dengan keras dan mencekalnya tepat di atas kepala si taurus.
Jiwa animalnya tiba-tiba memberontak, ia menghentak Hyunsuk tanpa ampun sampai Hyunsuk menangis, mengais rasa iba akan kenikmatan berlebih.
Jihoon semakin dibuat gila, gerakannya yang memang tidak terkendali semakin bertambah ketika wajah Hyunsuk menampilkan raut nikmat.
"Ah, Jihoon, Jihoon—"
Jihoon tidak bisa berpikir, kepalanya dipenuhi bisikan yang menyerukan bahwa ia akan segera datang, penisnya berkedut begitu keras.
"Jihoon,"
Bisa Jihoon rasakan perutnya melilit kencang. Menandakan kedatangannya.
"... Jihoon—"
Sebentar lagi...
"—JIHOON!"
Tiba-tiba pandangannya terarah pada langit-langit kamar, nafas Jihoon tercekat dan ia merasakan seseorang mengguncang bahunya keras.
"Kau baik-baik saja?" sapa sebuah suara di sampingnya, terdengar sangat khawatir.
Jantung Jihoon kembali berdetak keras, dengan ragu ia melirik pada Hyunsuk yang duduk di sampingnya dengan wajah bantal kemudian beralih pada selangkangannya yang menggunung.
'Sial.'
Jihoon memaki dalam hati, bisa-bisanya ia bermimpi indah namun menyeramkan di saat yang bersamaan seperti itu.
"Jihoon?"
"Ah, aku tak apa. Maaf membangunkanmu." bisiknya, menarik selimut lebih lagi untuk menutupi penisnya yang terbangun.
Ini sangat memalukan. Berani-beraninya ia bermimpi kotor seperti itu. Dasar bajingan.
"Kembalilah tidur, ini masih malam." ucap Jihoon, mengabaikan denyutan sakit di antara kakinya.
"Tapi itumu bangun..." cicit Hyunsuk pelan, sangat pelan.
Jihoon melotot, tidak terpikir olehnya bahwa Hyunsuk tahu penisnya menegang dan berani berucap demikian.
"Eh..." ia bungkam, tidak tahu harus bagaimana. Rasanya benar-benar memalukan dan canggung. Ya, Tuhan, tolong kubur Jihoon sekarang juga.
"Jihoon," Hyunsuk kembali memanggil karena Jihoon masih diam membatu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Truly Madly Deeply [✓]
Romance"There's another side that you don't know." ↺BxB || Homo || Gay || Yaoi ↺M-Preg
![Truly Madly Deeply [✓]](https://img.wattpad.com/cover/313974818-64-k484965.jpg)