Pada suatu perjalanan pulang, aku selalu berfikir siapakah yang akan menyambutku dan adakah yang menantiku kembali atau kah tidak sama sekali???
Teringat olehku beberapa jalur yang selalu ku lalui saat itu. Terlihat jelas dalam ingatanku. Keramaian disetiap sudut kota dari jalan tikus yang biasa menjadi alternatif orang orang sepertiku. Tapi itu bukan jalur yang mana ku lewati saat ini. Jalur yang berbeda, kota yang berbeda.
****
Tak pernah terlupakan kenangan tentang sebuah kota dan tempat di mana aku terkadang merasa ingin lari tapi juga hanya di sana tempatku ditrima untuk kembali
Dan kemudian...
Teringat lagi ketika aku mulai merasa jenuh berada di lingkungan itu, mungkin aku sudah terlalu lama berada di sana, ada hal yang tak ku mengerti untuk ku trima, sehingga aku mudah jenuh karena aku selalu sendiri dalam keadaan lemahTapi setiap kali aku mencoba melarikan diri, orang orang di sana meski senantiasa melepasku, mereka berharap ku lekas kembali ketika bahkan ku belum melangkah pergi
Sangat terharu sampai ku merasa itu lucu sekali....****
Rasa yang sangat berbeda dengan saat ini
Aku membutuhkan tempat untuk kembali
Bukan sekedar tempat untuk pulang
Pulang ke tempat yang sama tapi itu bukan tempatku kembaliMeski mengagumkan tapi mereka selalu dengan urusan masing masing
Tak ada celah untuk ku masuki, tak ada ruang untuk ku berteduh dari mereka, itu bukan sarana untuk ku kembali
Karena berapa kalipun ditelaah tetap terasa lebih sepi dari halaman tandus saat ku memberi salam untuk memsukinya****
Aku yang selalu melarikan diri selama ini, mungkin sudah lelah untuk mencari hal hal yang biasa digunakan orang untuk sekedar bertahan
Dan aku harus siap menjadi pihak yang bersalah setiap kali merasa dirugikan karna tak ada hak untuk membela diri****
Saat ku tengah mencari tempat persembunyian yang baru, tubuh ini mulai mengibarkan bendera pembontrakan
Oh!! Tidak!! Jangan sekarang!
Tolonglah sebentar lagi saja,, berilah sedikit saja ketahanan pada tubuh lemahku
Aku tak boleh terlihat sakit karna orang orang akan menganggapku bodoh dalam menjalani hidup!
Aku ini apa, untuk bisa berharap dipedulikan saat raga mulai menangis?
Aku bukan siapa siapa di sini****
Ya... semua di awali karena aku bukan siapa siapa
Tak ada tempat untuk ku kembali meski itu tempat untuk ku pulang
Tak ada hal hal yang membuatku dinanti saat senja mulai datang
Tak sapa dan spontan kata diantara keheningan
Menyendiri di antara banyak hal hidup
Berharap dikasihani ketika tak punya hak untuk membela diriEntah sejak kapan aku mulai merasa aku ini sangat kosong, kosong yang selalu pulang ke tempat kosong
Kosong sejak tak ada lagi yang menyambutku dengan kata ,"Selamat Datang!" sebelum sempat ku mengatakan "Aku Pulang?!"****
Entah bagaimana akhirnya....
Inspirasi oleh : Snow Leaves

KAMU SEDANG MEMBACA
Kerinduan Akan Masa
PuisiMimpi hari ini ku lanjutkan esok Bersama Sang Lucid Dream, aku memulai setiap cerita Bersama dengan Sang Fana, aku merangkum setiap kata Inilah Sajak Kerinduan Akan Masa Sebuah masa yang akan hilang dan terganti menjadi sebuah kenangan. Kenangan d...