Selimut Usang

37 1 0
                                    


Aku hanyalah selimut usang
Yang kau pungut dari sudut kota
Aku hanyalah selimut usang
Yang tak akan pernah bersanding denganmu
Aku hanyalah selimut yang usang
Yang pernah kau pertahankan

Ku tak tahu bagaimana harus ku bertahan
Jika kau terus abaikan aku
Ku tak tahu lagi tempat untuk ku kembali pulang
Jika kau terus datang untuk pergi dari ku

Ku tak ada lagi tempat tuk ku bersandar
Karena aku hanya selimut usang

****

Kau yang berlari bergegas menghampiriku...
Di kala hujan deras meraung raung
Langit gelap menyelimuti harimu
Kau hanyalah seseorang tak berdaya

Berdiri di antara panorama terindah dari seluruh kota
Dengan segala hal yang mampu kau raih
Tetap dapat membuat kau menjadi tak berdaya
Ketika kau sendiri tak dapat mengubah hukum dunia

Disudut kota dengan panorama terindah di seluruh kota
Menjadi gelap gulita saat dunia mulai menangisinya
Aku berdiri di suatu tempat yang hampir tak terjamah oleh kelayakan
Menunggu siapa saja yang mampu menyadarinya

Berlari kau pada hari itu...
Bergegas seolah akulah malaikat keberuntunganmu
Menunggu....
Kau menyadari keberadaanku
Meski hanya untuk menunggu...
Menunggu dan....
Berteduh dari derasnya hujan
Menunggu dan...
Bersandar dari lelahnya jam berputar
Datang untuk menunggu dan...
Kemudian pergi

**

Dunia menamaiku bongkahan usang
Harga keberadaanku tak sebanding dengan rerumputan subur di antara indahnya taman kota
Begitu murahnya hingga tak pernah tergapai
Begitu nistanya hingga tak pernah terjamah
Tak terlihat untuk sekedar terlihat
*

Kau berteduh dan
Aku menyelimutimu dalam kelalaianmu
Kau berteduh dan
Aku menjadi sandaranmu dalam kelelahanmu
Begitu seterusnya....
Hingga musim itu berganti musim yang tak lagi menghantuimu
Kau tak lagi kembali....
Dan ku tak terlihat lagi
***
*-**-***-****
Aku hanyalah selimut usang

Kerinduan Akan MasaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang