5. Apa yang terjadi? #2

359 16 0
                                        

Seharian disekolah Nara hanya duduk melamun di kursinya, banyak hal yang ia pikirkan. Ia kebingungan, dengan semua kejadian yang menimpanya.

Drap! Drap!

Tiga orang siswi masuk ke dalam kelas, membuat Nara menengok ke arah pintu.

Saat mata Nara bertemu dengan salah satu dari ketiganya, ia melambaikan tangan dan memanggil nama orang itu.

"Tania!"

Gadis bertubuh ramping, berambut ikal itu terkejut mendengar panggilan Nara. Begitu pula dengan dua gadis lainnya.

"I-iya?" jawab gadis itu kaku.

Nara berlari menghampiri Tania sambil tersenyum hangat.

"Lo udah ke kantin? Kok nggak ngajak-ngajak sih." Tanyanya yang membuat Tania memasang ekspresi binggung.

Dua orang lainnya menatap Nara tak suka. Salah satu dari keduanya yang bertumbuh tinggi menyuarakan ketidaksukaannya. "Apa-apaan sih lo, sok akrab banget! Ternyata bukan rumor, lo itu beneran caper."

Nara menautkan kedua alisnya, "hah? Apa?"

Nara terkejut dengan ucapan teman sekelasnya barusan. Bukankah rumor itu telah reda dari satu tahun yang lalu? Bagaimana bisa ini terjadi lagi.

Setelahnya para gadis itu melenggang pergi keluar kelas lagi.

Nara mematung di tempat. "Tania berubah, ada apa? Kenapa bisa?"

Tania adalah satu-satunya teman yang ia miliki dan satu-satunya orang yang tidak terpengaruh oleh rumor itu.

Tapi kenapa gadis itu berubah seperti tidak pernah mengenal Nara dan seolah mereka bukanlah teman.

–⏳–

Nara jengah, setiap ia melewati orang-orang di koridor mereka pasti langsung berbisik-bisik sambil melirik dirinya.

Ia kini hendak menaruh buku milik murid-murid kelas 11 MIPA 3, yang seharusnya adalah kelasnya.

Tadi ia sempat ke ruang guru terlebih dahulu, karena Bu Hani memanggilnya perihal ia tadi tidur di kelas.

Sebenarnya Nara tidak disuruh mengantarkan buku itu. Ini  inisiatifnya sendiri karena Nara ingin tahu sebenarnya apa yang terjadi, hingga ia menjadi anak kelas 10 lagi.

Nara sudah menaiki tangga, ia hanya perlu berjalan sedikit lagi ke kelas yang berada di tengah  koridor.

Bruk!

Entah Nara yang tidak fokus atau orang itu memang sengaja memasang kaki agar ia tersandung. Nara jatuh terduduk di koridor dan beserta buku yang ia bawa.

Nara menatap tajam orang yang mengandungnya. Rupanya orang ini sengaja membuat Nara terjatuh, terbukti dengan gadis berseragam ketat itu sedang tersenyum puas bersama satu temannya.

Nara sedang banyak pikiran hari ini, ia lelah, jadi daripada membalas dan menuntut permintaan maaf, gadis itu lebih memilih memunguti buku-buku yang berserakan di lantai koridor.

Seorang gadis bersurai panjang berjongkok di depan Nara, membantunya memunguti buku.

"Lain kali hati-hati yah kalau jalan." Ucap gadis itu sambil tersenyum manis yang membuat Nara ingin muntah karena senyuman gadis bermuka dua itu.

Nara merebut paksa buku-buku dari tangan gadis di hadapannya. Tanpa sepatah katapun ia berdiri dan berjalan kembali ke kelas 11 MIPA 3 yang tinggal beberapa langkah lagi.

Saat Nara memasuki kelas 11 MIPA 3 tidak ada seorang pun di dalamnya. Ia lalu menaruh buku yang di bawanya di meja guru, kemudian ia mengamati ruang kelas itu dalam diam.

Repeating TimeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang