16. Date?!

46 3 0
                                        

"Beneran nih Lo ga mau pulang bareng?" Tanya Tania saat ia hendak beranjak dari kelas.

Nara mengangguk, "betulan nggak apa-apa, gue mau pulang sama kak Eza."

"Haduh iya deh yang mau pulang sama ayang mah. Gue duluan ya, byee!"

"Bye-bye hati-hati dijalan Tania!"

Tidak berlangsung lama setelah kepergian Tania, Reza datang sambil tersenyum cerah.

"Hallo Nara! Maaf kamu jadi nunggu lama."

Nara menggeleng, "nggak apa-apa kak, Tania juga baru aja keluar. Yasudah ayo kak!"

"Kak?" Tanya Nara kebingungan saat Reza tidak beranjak dari tempatnya berdiri.

"Nara maaf aku diajak anak drama lainnya untuk makan malem bareng sepulang sekolah. Kita nggak bareng dulu nggak apa-apa ya?"

Air wajah Nara berubah sendu. Melihat itu Reza langsung panik.

"Aku janji, nanti weekend kita main ke Taman Ria, mau ya?" Bujuk Reza.

Nara terkejut, dalam hati ia berucap, "OMG! OMG!! Gue diajak ngedate!"

"Ouh iya kak nggak apa-apa, beneran ya weekend kita ke taman Ria?"

"Iyaa Nara... Aku janji serius."

Air muka Nara yang semula masam kini berubah cerah kembali. Nara dan Reza pun keluar dari kelas dan berpisah di koridor.

Nara berjalan sambil bersenandung kecil, hingga tanpa sadar dia menyenggol lengan kekar seseorang. "Sorry, sorry gue nggak sengaja!" Tutur gadis itu sambil melihat siapa sosok yang ia senggol.

"Loh! Kak Ian!"

Ian sedang bersama dengan empat temannya, yang Nara tahu mereka adalah anggota tim basket. Namun hanya satu wajah yang familiar, yaitu Andre.

"Waduh ga sopan banget nih adek kelas!" Tutur Andre dengan wajah sanggar.

Nara bergidik ngeri, "ma-maaf kak, tadi beneran nggak sengaja."

Melihat gadis bersurai hitam itu panik Ian dan teman-teman terkekeh kecil. Nara seperti orang bodoh dibuatnya.

"Mau pulang?" Tanya Ian sambil menatap Nara. Gadis itu hanya mengangguk.

"Waktu itu gue belum sempet traktir lo kan?"

"Oh masih inget ya?" Tutur Nara dengan wajah jutek.

Bukan Ian, justru Andre yang menanggapi ucapan Nara dengan wajah sewot. "Tuh kan emang ga sopan nih bocah!"

Tanpa Nara sadari, ia sudah berdiri dibelakang punggung kekar Ian.

Salah satu teman Ian yang lain menanggapi, "jangan serem-serem lah kak! Dedek takut nih, ahahaha!"

Sontak mereka semua tertawa terbahak-bahak kecuali Ian seorang. Nara keluar dari tempat persembunyiannya sambil mendengus kesal.

"Minta maaf," tutur Ian dingin pada teman-temannya. Melihat Ian mode serius teman-temannya langsung menurut untuk minta maaf dan pergi meninggalkan Nara dan Ian.

"Kok manyun? Tadi tuh seneng banget, nyanyi-nyanyi sambil jalan."

"Temen-temen kakak iseng lagian, pantesan kakak juga gitu!"

Ian terkekeh. "Udah ayo, mau gue traktir ga nih?"

"Mau lah, masa nggak!"

-⏳-

Setelah berdebat cukup lama selama di perjalanan, Nara dan Ian akhirnya sepakat untuk makan di tempat barbeque. Sebetulnya Nara tidak ingin makan berat tapi karena diceramahi Ian bahwa ia terlalu kecil dan kurus, mereka akhirnya sepakat untuk makan barbeque all you can eat.

Repeating TimeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang