Bagian 29

429 28 2
                                        

Tok.tok.tok

"Permisi pak" ucap violin sopan. "Bapak ada apa ya manggil kita?" Tanya alin

"Silahkan duduk" ucap kepala sekolah mempersilahkan violin duduk. Violin menurut. "Jadi saya panggil kalian kesini buat ngasih surat ini" ucapnya seraya memberi surat kepada violin.

"Surat apa ini pak?" Tanha vio yg menerima surat itu.

"Kalian bisa buka dan baca sekarang" titah kepala sekolah. Mereka membuka dn membaca isi surat itu, betapa kagetnya stelah tau isi di dalam surat tersebut.

"Pak, ini kenapa kita di skors ya?" Tanya vio tak terima.

"Kamu masih nanya alasan skors ini?" Mereka mengangguk. "Kalian ga mungkin lupa sama kejadian yg menimpa sandrinna tempo hari kan?" Ucap kepala sekolah memperjelas semuanya.

"Kalian itu udah ngunciin sandrinna digudang, Kalian tentunya tau bukan, sandrinna siapa?!" Tanya kepala sekolah dan diangguki violin. "anak pemilik sekolah kita"

"Saya masih berbaik hati cuma memberikan sanksi skors" ucap kepala sekolah. "Tapi kalo kalian bikin ulah lagi sama anak pemilik sekolah atau dengan siswa lainnya, gatau deh mungkin kalian bakal dikeluarkan dari sini"

"Gue akan balas lo sandrinna"batin vio

"Baik, sepertinya itu saja yg ingin saya sampaikan. Kalian bisa kembali ke kelas kalian." Violin mengangguk "kita masuk kelas kembali pa" ucapnya.

••••••

"Ekheem!!!

Deheman seseorang menyadarkan 2 orang yang sedang duduk melamun dibangku taman sekolah.

"Ngapa lo? Keselek batu?" Tanya alin. Orang itu terkekeh.

"Gimana? Dapet apa tuh dari kepsek" ucap orang itu.

"Lo kan yg nglaporin kita ke kepsek?!" Tanya vio emosi.

"Wooo woo kalem dong, bukan gue kali yg laporin lo sama temen lo"

"Trus kalo bukan lo, siapa!? Lo yg ngrekam pembicaraan gue sama rey" selly mengangkat kedua bahunya. Ya orang itu selly.

"See? Gue udah bilang kan sama lo dan lo"ucapnya menunjuk alin dan vio, "gausah macem" sama gue, apalagi kaka gue"

"Dan lo?" Ucap selly menunjuk vio. "Gausah gangguin kak rey lagi, kak rey ga pernah suka sama lo" vio tak terima dengan apa yg selly ucapkan.

"Lo gausah macem" sama gue" ucapnya mendorong selly tapi selly dengan cepat langsung menghindar.

"Lo dorong gue aja ga mampu" ucap selly remeh. "Apalagi bersaing sama kaka gue"

"Lo!!" Ucap vio menunjuk selly.

"Apa?!" Ucap selly menantang, "Sadar diri vio zavierra" ucap selly menepuk bahu vio dan melangkah menjauh, tapi belum sempat 2 langkah, selly menoleh dan menunjuk alin.

"Dan lo? Gausah deketin rassya." Stelah berucap selly melangkah menjauh dari mereka.

" Iiiiiih gue kesel bgt deh!! Masa kita diremehin sama bocil kaya dia si!!!" Ucap alin.

"Kita harus cari cara untuk balesin perbuatan dia dan semua orang yg udah ngusik kita" alin mengangguk.

"Lo nginep dirumah gue ya, besok kan minggu!" Alin mengangguk "oke, yuk balik deh!!"

•••••

"Hai semuaaa!!" Ucap seseorang tiba-tiba.

"Hai hai hai !! Gausah sok haii deh lo. Dari mana si lama bgt!" Orang itu nyengir.

"Dari toilet kak, ngomel mulu si"

"Iih yaudah ayo masuk weeh, panas ini loh mataharinya" ucap aqeela.

"Yok, kita nginep ya san, besok kan weekend" ucap ratu, sandrinna mengangguk.

"Sas? Ikut ga?" Saskia mengangguk. "Ikut dong!! Yuk balik!!"

"Bang, selly dimobil kak ratu yaa!! Kiesha mengangguk. "Sya, pindah lo dimobil bang ica" ucap selly seraya mengusir rassya dari mobil ratu.

"Apaan si lu bocil!!" Selly yg mendengar itu menatap tajam rassya.

"Kak sandy juga ikut selly aja sini" ucap selly menarik tangan sandrinna. "Biar cimit sama saskia yg satu mobil sama abang trus titisan tuyul ini" rassya yg mendengar kalimat terakhir selly langsung berniat melempar botol minum yg dia pegang.

"Mau liat botol melayang ke pala lo?"

"Cimit !! Liat pacar lo" ucap selly pada aqeela. "Dia kasar mau nglempar gue pake botol minuman dia" aqeela mendelik sebal.

"Dia bukan pacar gue selly." Ucap aqeela pada selly. "Sya! Turunin ga botol lo!" Lanjut aqeela beralih menatap rassya tajam. Rassya yg melihat tatapan aqeela hanya nyengir".

"Mampus, kicep kan lo" ledek selly.

"Keluar ga lo dari mobil gue!"

"Mobil gue mobil gue. Mobil kak ratu!!"

"Sama aja! Mobil kak ratu mobil gue!!" Selly mendelik.

"Udah deh, berantem mulu, mau balik ga?! Ucap kiesha menengahi perdebatan selly rassya.

"Ayo balik, tapi rey sama jefan mana" tanya sandrinna.

"Kita disini!!" Ucap jefrey.

"Kangen kan lo sama gue?" Ucap kefan pada sandrinna. Rey yg mendengar itu memukul lengan jefan.

"Kangen. Kangen. Punya gue itu weeh!!"

"Punya gue. Pacaran aja ga!"

"Hahaha makanya kak rey, tembak dong sandrinna nya" ucap aqeela.

"Mati dong gue qeel"

"San, gue tabok ya" ucap saskia geram. Sandrinna hanya hehahehe saja.

"Diem ya bocil, sya!! Urusin tuh pacarnya" ucap rey pada rassya.

"Dia aman-aman aja kok, iya kan?" Ucap rassya merangkul aqeela. Aqeela hanya diam terpaku. "Aduuh sya, udah napa si weeh:(" batin aqeela

"Sya. Jangan gitu dong, kasian jantung sepupu gue" ucap jefan, aqeela menatap tajam kearah jefan.

"Haha yuk pulang, rey gue nebeng ya" ucap jefan diangguki rey. "San? Sama siapa?!" Tanya rey

"Kak sandy sama gue sama kak ratu, pulang lo kak" bukan. Bukan sandrinna melainkan selly.

"Yee bocil nyamber aja!!" Ucap rey, "tu jagain ya jangan ngebut" ucap rey pada ratu.

"Aman sama gue mah" ucap ratu santai.

"Gue kak?!" Tanya selly.

"Sandrinna lah, lo mah bodoamat" ucap rey melangkah kearah mobilnya.

"NYEBELIN BGT SI KAK REY!!" teriak selly dari dalam mobil.

"Udah ayo pulang, duduk yg bener selly" selly membenarkan duduknya. "Udah kak, ayok!"

































Jeng jeng!!!! Hahaha gimana??



Jangan lupa vote dan komen!!






_anothertan✨
~21november2022~

Bertemu Kembali [ Reysan ] || EndCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang