Bagian 21

447 29 3
                                        

"kak rey yakin?" Rey mengangguk. "Kak tapi nanti-
"ini cuma sebentar selly, sampai dia ngaku" ucap rey memotong omongan selly. Selly nampak berfikir pasalnya ini akan membuat sang kaka sdikit tersakiti nantinya. Rey yang melihat selly hanya diam mendekat ke arah selly dan memegang kedua bahu selly. "Percaya sama kak rey" selly yg hanya pasrah akhirnya mengangguk.

"Sehari ya?!" Rey mengangguk. "Iyaudah yuk balik kelas" ajak rey menarik tangan selly.

•••

"Rey" panggil sandrinna sesaat rey melewati meja sandrinna, bukannya brhenti dan nyamperin sandrinna, rey malah meneruskan langkahnya menuju meja dia. Sandrinna nampak bingung dengan sikap rey, rey ga biasanya nyuekin sandrinna kaya tadi.

Sandrinna beralih menoleh ke selly yg tepat dibelakangnya "Sell, rey kenapa?"

"Gue gatau kak" ucap selly

"Lo abis sama dia kan tadi? Ngapain?"

"Kita cuma ngobrol biasa kaak"

"Lo ga bohong kan sama gue?" Selidik sandrinna. Selly menggeleng huuuh' sandrinna kembali menghadap kedepan. "Maafin gue kak" batin selly.

"Gapapa mungkin rey lagi cape" ucap saski mengelus punggung tangan sandrinna.

"Lo kenapa?" Ucap rassya menyenggol lengan rey, yg disenggol menoleh ke arah rassya. "Emang gue kenapa?"

"Sandrinna manggil lo, kenapa lo diem aja" rey mengangkat kedua bahunya. "Ga jelas lo" sahut rassya beralih ke depan.

"Rey kenapa ya? Gak biasanya dia nyuekin gue" batin sandrinna yg terus memikirkan sikap rey barusan. Pasalnya selama mereka bersama sampai detik ini, rey ga pernah secuek itu kepadanya sekalipun rey sedang marah. Bahkan sangat jarang rey marah padanya.

Sandrinna yang tak bisa fokus dengan pelajaran kali ini, meminta izin ke uks guna menenangkan hati dan pikirannya.

"Pak!!" Ucap sandrinna mengangkat tangannya.

"Iya sandrinna?"
"Saya izin ke uks ya pak, saya kurang enak badan" gurunya mengangguk. Sandrinna berdiri dari tempatnya berniat melangkah keluar kelas, saat ingin melangkah keluar tiba-tiba tangannya dicekal seseorang, sandrinna menoleh "kak gue anterin ya" sandrinna menggeleng dan melepas tangan selly pelan. "Kaka mau sendiri selly, kaka gapapa" ucapnya seraya keluar kelas.

Selly yang melihat itu, menoleh kearah rey 'kak gimana?' ucapnya tanpa suara, rey mengangguk 'gapapa' meyakinkan selly bahwa semuanya akan baik-baik saja. 'huuuhh' selly menghela nafasnya pelan dan beralih menatap pelajaran.

"Lo ngrencanain sesuatu bareng kak rey ya?" Bisik aqeela tiba-tiba.

"Rencana apa?"

"Kamu nanya?"

"Aqeela gue pukul ya?!" Aqeela nyengir "hehe, lo ngrencanain apa?" Tanya aqeela serius.

"Muka lo biasa aja dong, gausah sok serius gtu ga cocok tau ga. Gue ga ngrencanain apa-apa qeeel"

•••

Sandrinna berjalan kearah rooftof, dia tidak benar-benar ke uks. Ya sandrinna berbohong. Bagaimana mungkin dia ke uks sedangkan dia baik-baik saja. Dia hanya butuh menenangkan pikirannya. Kini dia sudah didepan pintu rooftop. Dia masuk dan melangkah ke pembatas tembok.

"Aaaaaakkk!!! Bong!! Lo kenapa sii!! Teriak sandrinna. Tanpa sandrinna sadari ada seseorang yg sedang tiduran ditumpukkan barang".

"Lo ngapain si teriak" ga jelas gitu" ucap seseorang mengagetkan sandrinna.

"Lo ngapain kesini dijam pelajaran?" Tanya orang itu pada sandrinna. "Oohh lo bolos yaa?! Gue aduin kiesha sama ratu ya"ancam orang itu.

"Apaan si, gue ga bolos" ucap sandrinna seraya berjalan mendekat ke arah orang itu.

"Ah masa?kalo ga bolos kenapa bisa ada disini pdahal jam pelajaran masih ada? Tanya orang itu lagi.

"Lo juga ngapain disini di jam pelajaran berlangsung" tanya sandrinna balik

"Lo gausah mengalihkan pembicaraan deh" sandrinna menatap malas pada orang itu.

"Gue izin ke uks-

"Izin ke uks tapi larinya kesini" ucap orang itu memotong omongan sandrinna.

"Ga sopan lo"

"Bentar lagi jam pelajaran selesai, lo mau ikut ke kantin sekarang?" Sandrinna menggeleng "lo duluan aja"

"Oke" ucap orang itu melangkah keluar, sebelum sampai ke pintu dia menoleh kearah sandrinna lagi "hati-hati biasanya jam segini banyak penunggunya" teriak orang itu dan langsung keluar rooftop.

"Dia juga penunggunya, gajelas bgt" ucap sandrinna menyenderkan punggungnya ke tembok.

•••

"Kak rey-
"Gue duluan sell" ucap rey yang langsung keluar kelas.

"Rey kenapa si hari ini aneh bngt" ucap saski yg menatap kepergian rey.

"Tau aneh banget"

"Iyaudah yuk ke kantin aja"

Mereka berjalan ke arah kantin, tapi tiba-tiba indra penglihatan saskia seperti melihat hal yg sangat mustahil terjadi. Dia berhenti membuat teman-temannya heran.

"Lo kenapa sas, ayo ke kantin kenapa berenti ditengah jalan gini si?" Oceh aqeela.

"Mata gue masih sehat ga si?" Bukannya menjawab aqeela, saski malah bertanya perihal matanya.

"Sas, ini berapa?" Ucap aqeela menaruh tangannya depan muka saski.

"2 , apaan si" ucap saski menyingkirkan tangan aqeela, "gue bukan anak tk calistaaaaa" geram saskia.

"Gue cuma ngecek kesehatan mata lo aja sas, tadi kan lo nanya mata lo sehat ga?"

"Ga gitu maksud gue"

"Kenapa si sas, ayo ke kantin ah gue laper" ucap selly

"Lo liat deh tuh" ucap saski menunjuk seseorang. Mereka mengikuti arah tunjuk saskia.

"HAH?! WHAT THE?! kaget teman-temannya. Rassya yg melihat itu langsung lari menghampiri orang itu. "Sekarang banget kak?" Batin selly

Bugh!!! Rassya langsung memukul orang itu.

"Rassya!! Apa-apaan si, kenapa mukul pacar gue?!

"Pacar?!" Kaget rassya sasqeelsell




























SIAPA YANG DIPUKUL RASSYA?! TERUS PACAR SIAPAA?!


Jangan lupa vote komen yaa!!✨



_anothertan✨
~12november2022~

Bertemu Kembali [ Reysan ] || EndCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang