Bagian 33

410 28 2
                                        

Kini selly pulang bersama ratu, sesuai dengan kesepakatan mereka disekolah. "Richelle" ucap ratu menggenggam tangan selly dan menatap sekilas ke arah selly. Selly menoleh kearah ratu yg kembali fokus menyetir.

"Semua akan baik-baik aja, gak akan ada yg ninggalin kamu" ucap ratu berusaha menenangkan selly.

"Tapi daddy mau bawa kak sandy kak" ucap selly menatap lurus jalanan, "apa selly ikut daddy aja?" Ucapnya menoleh kearah ratu, ratu yg kaget langsung rem mobilnya dan menoleh ke selly. "Kamu jangan becanda" ucap ratu kembali fokus menyetir.

"Selly serius kak!!" Ratu kembali menepikan mobilnya. Dia beralih menatap selly. "Kamu yakin?" Selly mengangguk. "Kamu mau ninggalin kak ratu juga?"

"Kaak..

"Kamu mau ninggalin cimit? Kak rey? Abang? Sama rassya?" Tanya ratu lagi. Selly diam, selly tersadar kalo banyak orang" yg sayang sama dia. Dia egois jika ingin ikut sandrinna tapi selly juga ga bisa bohong kalo dirinya tak ingin pisah dengan sandrinna.

"Kak, selly cuma-

"Gak mau pisah dari kak sandy" ucap ratu memotong omongan selly, selly smakin menunduk. "Kak ratu tau sell, kak ratu tau kamu sayang sama kak sandy. Kak ratu juga, kak rey, abang bahkan semua orang sayang sama kak sandy. Kak ratu ga mau kamu juga pergi dari kak ratu" ucap ratu memeluk selly.

"Kak, maafin selly" ratu mengangguk. "Kita tunggu kak sandy di indonesia ya" selly mengangguk.

••••

Seseorang memasuki ruang rawat sandrinna,

"Harusnya yg ada disini itu adek lo, adek lo yg trlalu ikut campur sama urusan gue. Tapi lo malah sok jadi pahlawan" ucap orang itu.

"Lo harusnya sadar diri sandrinna. Semenjak lo datang ke sekolah, lo slalu jadi pusat perhatian. Terlebih lagi ternyata lo anak pemilik sekolah."

"Harusnya lo mati" ucap orang itu membekam wajah sandrinna dengan bantal, hal bersamaan rey baru saja kembali ke ruang sandrinna. "WOII !! SIAPA LO!" ucapan rey mengagetkan org itu.

"Ngapain lo disini?!" Ucap rey mencekal tangan orang itu. Orang itu berusaha melepas genggaman tangan rey. "Apa yg lo lakuin sama sandrinna hah?!" Orang itu memberontak dan mendorong rey hingga tersungkur.

"Woii jangan lari lo!!" Ucap rey yg ingin berniat mengejar tapi tak jadi karna teringat sandrinna yg baru saja ingin dijadikan korban pembunuhan.

"San! Kamu gapapa kan?" Ucap rey memencet tombol pemanggil, tidak lama seorang dokter dan perawat datang untuk mngecek kondisi sandrinna.

•••

"Daddy" ucap selly stelah melihat daddy nya didepan rumah, selly memeluk pria paruh baya itu. "Ratu makasih ya" ucap daddy, ratu mengangguk.

"Masuk dulu ya ganti seragam kamu" selly mengangguk dan melangkah masuk. Daddy menghampiri ratu. "Tadi rey ngabarin daddy" ucapnya.

"Ada perkembangan tentang sandrinna dad?" Daddy menggeleng, daddy menoleh kebelakang memastikan selly sudah masuk kerumah. "Bukan, tapi ada yg berniat mencelakakan sandrinna". Ratu terkejut mendengarnya, bahkan dirumah sakitpun masih aja ad yg menyelakakan sandrinna. "Daddy harus bawa sandrinna secepatnya, daddy titip selly slama sandrinna pergi ya" ucapnya memegang pundak ratu. Belum ratu mengIyakan tiba-tiba selly udah dibelakang mereka tanpa mereka sadari.

"Jadi kak sandy mau pergi sekarang?" Ucap selly membuat ratu dan daddy menoleh kebelakang. "Selly -

"Kak sandy pergi hari ini?" Ucap selly lagi. Daddy mengangguk, "kata mami baru besok, kenapa jadi hari ini dad!" Ucap selly terbawa emosi. Ratu melangkah mendekat kearah selly. "Selly yang tenang, kak sandy emng harus pergi hari ini"

"Tapi kenapa kak!" Ucap selly menatap ratu. "Biar kak sandy cepet sembuhnya trus bisa ngumpul lagi sama kita. Selly ga mau kak sandy cepet sembuhnya?" Tanya ratu lembut. Selly menunduk.

"Bukan gitu kak, selly cuma belum siap. Selly belum ketemu kak sandy lagi"

"Ayo kita kerumah sakit!" Ajak daddy, selly mengangkat kepalanya menatap sang daddy. "Ayo selly ikut antar kak sandy pergi" selly mengangguk lemah, tak ada lagi yg selly bisa lakukan sekarang slain mengiyakan ajakan sang ayah. "Ratu kamu ganti baju dulu ya, pake punya sandrinna. Daddy tunggu disini" ratu mengangguk dan segera melangkah masuk.

••••

Kini semua orang berada di rooftop rumah sakit, bahkan aqeela, saskia, jefan, rassya, kiesha, clay pun ada. Mereka semua mengantar sandrinna untuk berobat diluar negri,lagi.

"Daddy titip selly sama kiesha ya mih" ucap daddy san seraya mencium kening mamih. "jaga sandrinna baik-baik ya" daddy mengangguk dan beralih menatap kiesha, "hai jagoan" ucap daddy memeluk kiesha sekilas, "kamu kan abang, jaga adik kamu yg paling kecil ya" ucapnya melirik selly. Kiesha mengangguk "pasti dad, abang akan jagain bocil ini" ucapnya mengacak rambut selly.

"Jauhin tangan lo ga!" Ucap selly ketus, kiesha terkekeh. Daddy beralih menatap selly dan merentangkan tangannya, selly langsung memeluk daddy nya. "Daddy jangan lama-lama disana ya, selly ga mau sendiri dirumah"

"Loh, kan ada abang dirumah" ucapnya mengusap rambut selly, selly menggeleng. "Gak mau, abang ga asik. Selly mau kak sandy aja"

"Iya nanti daddy ga lama perginya ya" selly mengangguk seraya melepas pelukannya.

"Ratu, daddy titip selly ya" ratu mengangguk, "daddy tenang aja, selly akan aman sama ratu." Daddy beralih menatap rassya "jangan diajak berantem selly nya" gurau daddy kepada rassya. Rassya terkekeh "gak akan dad, slama selly ga ngeselin" ucap rassya terkekeh.

Pria paruh baya itu berjalan menghampiri rey dan yg lainnya, "makasih ya udah mau repot jagain sandrinna selama dirumah sakit"ucap daddy.

"Ga repot kok dad"
"Iya, kita seneng kok bisa jagain sandrinna"
"Kita kan besti dad, jadi gapapa santuy" daddy tersenyum mendengar jawaban mereka, dia bersyukur anak" nya punya temen" yg sangat peduli.

"Rey!" Ucap daddy san menepuk pundak rey, "makasih ya, udah jagain sandrinna" rey mengangguk. "Daddy titip selly, boleh?"

"Boleh dong dad, rey bakal jagain selly" daddy san tersenyum.

"Kalo begitu, semuanya daddy sama sandrinna pamit yaa"

Ratu memeluk selly dari samping, semua menatap kepergian helikopter daddy mike. "Bye san!! Cepet pulang yaa!!" "Jangan pacaran sama orang bule ya saan, kasian kak rey!" Rey mendelik mendengar celotehan aqeela. "Kak, gue bakal nunggu lo!! Pinjem kamar lo ya slagi lo diluar!!" Teriakan mereka seraya melambaikan tangannya.

••••

Semuanya kini nampak sudah mulai keluar dari rumah sakit, tapi tidak dengan rey. Rey malah menuju ruang cctv rumah sakit. Tanpa disadari oleh rey, selly ternyata mengikuti dari belakang.

"Pak, saya boleh liat cctv disepanjang jalan menuju ruang icu?"

"Anda siapa?"

"Saya anak pemilik rumah sakit ini" ucap rey. "Atala Reyza Anugrah" lanjutnya. Petugas cctv kaget mendengar nama "Atala"

"Maaf, tuan muda" rey mengangguk. Dan mulai melihat rekaman cctv hari ini.

"Pak, zoom diorang itu" ucap rey menunjuk seseorang yg ada dilayar cctv. Selly memperhatikan rekaman cctv itu dari belakang rey. "Sial!" Gumam rey.

"Jadi orang itu lagi!" Ucap selly mengagetkan rey dan petugas cctv. "Selly!" Ucap rey.

"Kamu kenapa disini?" Selly menghampiri rey.

"Dia kenapa sejahat itu kak!" Ucap selly yg tak menghiraukan pertanyaan rey. "Jangan-jangan dia juga yg berniat nabrak selly kak?" Tanya selly menatap rey.

"Kalo gitu kita harus cari tau..

































Haaaah sandrinna pergi ke luar negri, udah kali ya bikin tamat.


Jangan lupa vote komennya !!








_anothertan✨
~26november2022~

Bertemu Kembali [ Reysan ] || EndCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang