27] Perkara drakor.

2.1K 157 2
                                        

Apaaa kabareuuuu, insyaallah baik yaaa, alhamdulillah heheheh.

Maaf lagi-lagi aku lama update, sorryyyyy gaes!! Aku bakal usahain biar bisa update terusss, maaf kalo lama yaaa

Ide dikepalaku suka gak ada guys, makanya kalau udh konek nih kepala, aku langsung ketik, ya walau dapet 300 kata, aku tetep ketik, trus ilang lagi hehee.

Enjoy deh!!

***

Abyan dan anindya sedang menikmati taman indah yang berada di halaman belakang rumah, dengan ditemani kolam disana. Mereka merayakan lulusnya anindya sidang skripsi kemarin malam, mereka mengundang semua keluarga dan galvin juga. Akhirnya abyan bertemu saudaranya itu.

Papa dan mama anindya sudah pergi ke kantor pagi tadi, mereka sempat makan pagi bersama juga.

"Mas" panggil anindya.

"Dalem, sayang?" sahut abyan.

"Kita balik ke semarang?" tanya anindya.

Abyan menepuk jidatnya, astagfirullah dia lupa memberi tahu anindya sesuatu. "Astagfirullah sayang, mas lupa kasih tahu. Kemarin ada sesuatu terjadi di pembangunan resto di jaksel, mas harus pantau secara langsung, jadinya kita disini sampai kamu wisuda deh kayanya, niatnya kan kita balik setelah kamu sidang" jelas abyan.

Anindya menoleh. "Lama dong ya kita disini? Wisuda ku kayanya lagi tiga mingguan kayanya" ucap anindya.

Abyan mengangguk. "He'em, ke magelangnya juga kita tunda dulu ya hehe.  Mas udah telfon gus azam, katanya tidak apa apa"

Anindya mengangguk semangat. "Ya engga apa apa dong, malah ini aku seneng juga hehe"

Abyan tersenyum lalu merangkul istrinya dan mencium kening gadis cantik itu. "Yang punya motor gede di garasi, siapa sayang? Reyhan?" tanya abyan.

Anindya tertawa mendengarnya, mana ada cowok kaya reyhan mau naik motor begituan, emang aura bossnya reyhan keliatan banget karena laki-laki itu sama sekali tak pernah mau memakai motor apapun, laki-laki itu hanya mau memakai mobil saja. "Yahh kalau bang reyhan mau pake motor, aku sungkem deh mas." ucap anindya.

Abyan menaikkan satu alisnya. "Loh kenapa?"

"Dia paling engga sudi kalau disuruh pake motor" ucap anindya menjelaskan.

Abyan mengangguk, lalu mengerutkan dahinya. "Trus siapa kalau bukan reyhan?"

Anindya tersenyum. "Mas lupa aku dulu anak motoran? Gini-gini aku hobinya motoran mas, aku suka pakai motor-motor gede gitu" ujarnya.

Abyan terkejut bukan main, wah dia kira walau istrinya ikut geng motor, siapa tahu dia dibonceng aja gitu, bukan ngendarain langsung, ternyata masing masing anak geng motor punya motor toh. "Terus sekarang, motornya kamu mau apain, kan sudah tidak pakai motor lagi?" ucap abyan.

"Kalau mas mau pakai ya pakai aja, nanti kalau mas bisa pakeknya, kita jalan jalan pakai itu ya"

Abyan langsung menggeleng keras. "Engga deh sayang, mas engga pernah pakai motor gede begitu. Dikasih ke sepupu kamu aja udah, atau dijual aja, dari pada dianggurin begitu" ucapnya.

Anindya menganggukkan kepalanya, iya sih abyan emang juga kayanya jarang pakai motor, masnya itu selalu pakai mobil, paling kalau pakai motor pakainya motor Nmax atau schopie. "Iya yah, aku kasih ke biru aja enggak sih? Itu orang suka banget modif motor"

SAJADAH CINTACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang