30] hilangnya sabar Reyhan

2K 134 4
                                        

Haiiii assalamualaikum!! Semoga sehat selaluuuu, ada yang udah greget sama pak anggara engga heheheeee.

Ayooo kita lanjut baca ceritanya bareng barengggg.

Enjoyyy gaess!!!

***

"BAJINGAN LO ANGGARA, BERANI LO SENTUH ADIK GUE?!!"

BUGHH!!!

Reyhan memukul anggara tanpa ampun, seisi restaurant berteriak histeris karena takut. Anindya tentu tak bisa apa apa. Jika dia mendekat, reyhan sedang tidak sadar reyhan bisa mendorongnya nanti.

"GUE UDAH PERINGATIN LO BAJINGAN, ENGGA ADA GUNANYA LO NYATAIN PERASAAN LO SEKARANG!" teriak Reyhan marah.

Reyhan masih saja memukul Pak anggara, bahkan sekarang reyhan menarik kerah baju pak anggara dengan erat. "LO ITU BEGO APA GIMANA HAH?! LO BANCI TAU ENGGAK, GUE KASIH LO KESEMPATAN SAAT ITU, SEBELUM ADIK GUE MENIKAH SAAT ITU, TAPI LO BILANG APA?"

"LO BILANG MUNGKIN AJA PERASAAN LO ITU CUMA SEMENTARA!! TAPI SEKARANG? LO MALAH NYATAIN PERASAAN DISAAT ADIK GUE UDAH PUNYA SUAMI? BANCI LO!!" teriak Reyhan marah.

"Bang rey, udahh kita dilihatin orang" anindya coba melerai.

Reyhan masih tidak mendengarkan ucapan anindya. Dan satu kalimat kembali keluar dari bibir pak anggara yang kembali membuat reyhan mendidih.

"SIAPA TAU ANINDYA DISANA DI PAKSA MENIKAH REY! ANINDYA ENGGAK BAHAGIA NIKAH SAMA ABYAN, GUE TAHU SELERA ANINDYA BUKAN LAKI-LAKI MODELAN ABYAN!!" teriak anggara.

Wah sepertinya laki-laki ini memang sudah kehilangan akal, mendengar hal itu lantas saja emosi reyhan semakin di ubun-ubun, laki-laki itu semakin meremat keras kerah baju anggara.

"Lo engga tahu apa-apa ya brengsek!" tekannya dengan emosi.

Anindya yang mendengar itu pun tak percaya, gadis itu merengutkan dahinya. Selama ini anindya percaya bahwa anggara adalah sosok orang baik, orang yang telah berjasa kepada dirinya, karena jika tidak dengan ketegasan laki-laki itu, mana mungkin dia bisa lulus kuliah.

"Maksud pak anggara apa bicara seperti itu?" titahnya pelan.

"Pak anggara bicara seperti itu, seolah olah pak anggara paling tahu hidup saya. Saya enggak percaya pak anggara bisa mengatakan hal itu, kepercayaan saya sangat besar terhadap bapak, karena bapak adalah orang penting yang membimbing saya untuk menyelesaikan tugas akhir saya" ucapnya dengan pelan.

Demi allah, anindya tidak tahu perasaan sebesar itu yang dipendam anggara, dia kira anggara hanya menganggap dirinya sebagai adik.

"Saya mencintai suami saya dengan sepenuh hati dan karena allah, dan sebaliknya juga begitu, kami saling mencintai makanya menikah. Tidak ada dasar keterpaksaan dipernikahan ini" ujar anindya lirih.

"Jangan membuat saya menghilangkan rasa hormat saya kepada bapak, pak anggara sudah membantu saya banyak, tidak baik mencintai seseorang berlebihan, itu akan membuat pak anggara sakit sendiri, saya sudah bersuami, saya minta agar pak anggara mencoba untuk melupakan saya, buka hati untuk orang lain" ujarnya.

Reyhan menatap bengis anggara, lalu menendang kaki anggara. "Lo yang bodoh! Jangan salahin siapapun disini, udah berapa kali gue bilang? Sebelum anindya married, gue udah saranin bahkan kalau bisa mulut gue sampe berbusa nyuruh lo ngungkapin perasaan lo! Lonya aja yang bodoh dan egois." ujar reyhan.

"Gue mau tunggu waktu yang tepat rey! Gue mau anindya lulus dulu, biar gue bisa nikahin dia langsung!" tegas anggara.

Reyhan tertawa. "Tunggu waktu yang tepat? Semua waktu itu tepat kalo lo pinter, waktu yang tepat seperti apa maksud lo? Sesudah anindya menikah sama abyan? Sekarang gue semakin setuju, anindya nikah sama abyan bukan sama lo!"

SAJADAH CINTACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang