Assalamualaikum warrahmatullahi wabarraqatuh!!! Apa kabarrr temen temennnn. Insyaallah baik yaaa
Maaf kalau lama update nya hehehe!!!
Aku udah mulai masuk sekolah terus ide ku lagi buyarr, gatau mau nulis apaaa, ini aku butuh waktu lama untuk nulis ini semuaaa.
Enjoy yaaa, jangan lupa votmen.
***
Karena ada sebuah kendala yang tidak memungkinkan keduanya pergi ke souq waqif untuk beberapa hari kemarin, akhirnya abyan dan anindya tidak jadi pergi ke souq waqif beberapa hari yang lalu. Keduanya hanya pergi ke Museum seni islam dan villaggio mall, dan beberapa tempat yang dekat dengan hotel mereka.
Dan hari ini, abyan dan anindya berniat pergi ke souq waqif. Sekalian mereka akan sarapan di luar, keduanya sudah siap dengan jaket denim di luar, abyan memakai warna putih cream dan anindya memakai warna putih. Sebagai dalamannya keduanya memakai baju berwarna hitam.
Abyan menggandeng tangan anindya. "Sarapan di luar dulu, ya sayang" ucap laki-laki itu.
Anindya menoleh dan tersenyum. "Oke, hari ini aku mau makan nasi aja, kemarin kan sudah makan rotinya" ucap anindya.
Abyan tersenyum mengangguk. "Oke, apapun untuk kamu"
Abyan dan anindya keluar dari kamar hotel dan berjalan menuju lift, didepan lift ada tiga orang juga yang hendak masuk. Saat waktunya masuk lift abyan merangkul pundak gadis itu.
Sampai di baseman, abyan berjalan menuntun gadis itu ke mobil mereka.
"Sudah telfon abi ummi kan, kita pulang tiga hari lagi?" tanya anindya.
Abyan duduk di kursi kemudinya dan menatap lembut gadis itu. "Sudah kok sayang"
Anindya mengangguk mengerti, abyan mengendarai mobilnya keluar dari baseman dan meninggalkan hotel tempat mereka menginap. Hari ini mereka akan ke souq waqif dan beberapa tempat pusat perbelanjaan lainnya untuk membeli beberapa oleh oleh.
Anindya menoleh ke arah abyan yang sedang mengemudi. "Mas?" panggilnya.
Abyan masih fokus ke jalanan, tanpa menoleh laki-laki itu menjawab. "Nggih dek?" jawabnya.
Anindya mengerucutkan bibirnya lucu. "Pengen diem disini aja enggak sih?"
Abyan menoleh dan menatap wanitanya dengan lembut. "Bentar lagi sidang skripsi kan sayang?"
"Ya nanti kalau ada rezeki, nanti balik lagi kesini" ucap abyan lembut.
Anindya menatap melas ke abyan. "Enggak mau di tambah nih?"
Abyan terkekeh. "Kamu kaya gitu makin gemes loh sayang. Besok besok lagi kesininya ya? Mas ada kerjaan, kamu juga bentar lagi sidang skripsi terus wisuda" ucapnya memberi penjelasan.
Anindya pun mengangguk, oh astaga, anindya sangat nyaman disini, walau dirinya tidak bisa bahasa arab, namun ada sesuatu yang membuat dirinya merasa aman dan nyaman dinegara ini.
Sebelum ke souq waqif, keduanya mampir di sebuah restaurant untuk sarapan. Karena anindya mempunyai maag, dirinya harus sarapan dengan benar pagi ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAJADAH CINTA
Fiksi RemajaAnindya faeqa al-azam, cewe tengil dan jauh dari kata anggun, padahal dia itu anak dari gus dan cucu dari seorang kyai. Jangan kira anindya juga menggunakan jilbab, salah besar. Gadis itu tidak tumbuh dari lingkungan pesantren milik keluarga, anindy...
