16] fiting baju nikahan

3K 232 13
                                        

HAIII APA KABARRRRR YUHUUU GIMANA NIH? SUKA engga? Makasihhh yaaa udah mau nungguuuu hehehehehe..

Aku seneng banget kalo kalian exited nunggu ceritaku, aku juga makin semangat ngetiknya, jangan lupa votmen, karena itu berpengaruh sama rasa semangat di diri akuuu mwhehehe.

****

Tiga hari berlalu. Anindya pindah ke rumah ndalem, atas perintah gus azam dan abi izan. Anindya awalnya tidak menyetujuinya, tetapi umma nur mengatakan. Jika anindya merindukan teman-temannya nanti, anindya bisa menginap di asrama. Akhirnya gadis itu menurut.

Lalu pagi hari ini. Anindya, ning syakila, gus arfin, Galvin dan juga gus abyan akan pergi ke pusat kota untuk ke butik. Yaitu melaksanakan fiting baju. Untung saja ada ning syakila, butik yang tempat yang akan merek tuju, adalah butik langganan ning syakila. Saat wisuda atau acara apapun itu ning syakila sering membeli gamis maupun abaya disana.

Butik tersebut lumayan terkenal dikota semarang. Dan kemarin malam mereka semua juga sudah melihat contoh-contohnya, indah dan bagus.

"Kita pamit dulu ya ma, umma, ummi" ujar anindya.

"Hati-hati ning" ujar semuanya, tertuju kepada kedua ning itu.

"Iyaa siapp" jawab ning syakila.

"Kita pamit dulu semuanya, assalamualaikum" pamit gus abyan

"Waalaikumsalam"

Mereka pun berjalan menuju tempat parkir mobil yang lumayan jauh dari ndalem. Yaitu dekat dengan pintu gerbang, saat perjalanan menuju parkiran, banyak yang menyapa anindya maupun ning syakila, gus arfin dan gus abyan.

"Gilaa loh ning, sekarang udah terkenal aja" goda gus arfin.

Anindya terkekeh. "Alhamdulillah deh" ujarnya bercanda.

"Gue yakin sih. Para santriwan maupun santriwati yang ngefans sama ning anindya dan bang abyan, pada lagi patah hati" galvin terkekeh mengucapkan hal itu.

Sampailah mereka di parkiran. Abyan terlebih dahulu memutarkan mobilnya. Lalu siap dinaiki oleh semuanya. Di kursi depan ada galvin serta abyan yang menjadi supir. Lalu di tengah ada anindya, ning syakila dan gus arfin.

"Jadi warna apa ini?" tanya gus abyan.

"Seperti yang sudah di rundingkan kemarin gus. Baju akad nikah berwarna putih, keluarga juga pakai warna putih" ujar anindya.

Gus abyan mengangguk lalu tersenyum tipis. "Tapi gus, boleh engga pakai baju ala pengantin malaysia gitu? Bagus loh gus, enak dipandang juga" usul anindya.

Gus abyan kembali mengangguk. "Terserah kamu saja. Mana yang bagus"

Anindya mengangguk dan menunduk setelahnya. Ning syakila dan gus arfin terkekeh melihat interaksi keduanya. "Berarti kalau bajunya warna putih. Mending yang cowo-cowo pakai jas aja gak sih?" ujar galvin.

"Bisa juga" celetuk ning syakila.

"Hmmmm, gimana kalau pakai itu aja?" usul galvin.

"Iya tuh bagus, jadi kita engga cape nyari baju juga. Tinggal ya beli kemeja putihnya aja" ujar gus arfin.

"Kalau saya terserah kalian saja. Ning syakila, minta tolong catat berapa orang laki-laki dikeluarga. Agar nanti baju kemeja putihnya tinggal dibeli" minta gus abyan.

SAJADAH CINTACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang