29] Perasaan Pak anggara

1.8K 121 3
                                        

Hai haiii bestaiiii, apa kabarrr, insyaallah baik dan semoga selalu baikk yaaa heheehhee.

Terimakasihhh sudah baca sejauh ini ya temen temennnn.

Enjoy bacanyaa!!

***

Jam tujuh pagi anindya dan abyan berangkat keluar bersama sama. Anindya yang dapat pesan dari anggara meminta untuk bertemu dan membicarakan suatu hal yang penting katanya, anindya menyetujuinya dan akan bertemu di depan universitas indonesia, ada restaurant disana.

Abyan akan pergi ke restaurantnya untuk mengerjakan sesuatu dan melihat peningkatan restaurantnya sudah sejauh mana, abyan akan mengantarkan istrinya dulu.

Anindya dikelilingi jutaan pertanyaan, untuk apa anggara ingin bertemu dengannya, bukannya semuanya sudah selesai? Anindya sudah sidang, tak perlu lagi membahas hal hal terkait skripsi kan? Lalu ada apa?

Kini Anindya dan abyan sudah ada didalam mobil. "Mas?"

"Iya sayang?"

"Aku mau ketemu seseorang hari ini di restaurant depan kampus ku" ujarnya.

Abyan menoleh. "Iya sayang, kamu kan sudah bilang"

"Orangnya pak anggara" celetuknya.

Saat itu juga abyan menatap anindya dengan tajam. "Ngapain dek?"

"Gatau, katanya ada hal penting. Mau ajak kamu, kamunya ada kerjaan. Kamu tenang aja, aku sama Bang rey kok" jelasnya, terlihat abyan menahan sesuatu.

Abyan menghela nafas lalu menggenggam tangan anindya dengan lembut. "Maaf ya, mas nggak bisa nemenin? Nanti mas pesan rey jaga kamu" ucapnya.

Anindya tersenyum dan mengangguk, tak lama keduanya telah sampai di restaurant depan kampus anindya. Anindya bersaliman kepada suaminya, dan abyan mencium kening istrinya. Setelah itu anindya pamit keluar. Abyan menelfon reyhan untuk menjaga istrinya, reyhan menyanggupinya.

Anindya keluar dari mobil lalu memasuki restaurant tersebut, yang membuat janji belum datang rupanya. Bahkan anindya sudah menatap sekelilingnya untuk mencari orang itu namun orang itu tidak kelihatan batang hidungnya sama sekali. Anindya menghela nafas lalu duduk disalah satu kursi dan meja disana.

Disisi lain, anggara menatap ke luar jendela. Dia harus mengatakan ini kepada anindya, agar gadis itu tahu perasaannya. Dia tidak bisa terus menerus memendamnya. Anggara tidak punya rencana apapun, dia hanya ingin mengatakan semuanya, agar hatinya lebih tenang.

Anggara sudah diperingati berkali-kali oleh Reyhan agar anggara tidak melakukan ini. Tapi bagaimana pun anggara harus melakukannya dan melanggar peringatan yang diberi reyhan, dia hanya ingin mengatakan semuanya.

Terserah reyhan akan apakan dirinya nanti, yang di kepalanya dia harus mengungkapkan perasaannya. Reyhan berdecih mengingat ekspresi abyan saat dirinya hadir di pernikahan keduanya, abyan menatapnya tajam dan datar. Bagaimana bisa anindya menyukai laki-laki seperti abyan? Bahkan yang dia tahu anindya menyukai laki-laki yang jauh berbeda dari pada abyan.

Apakah gadis itu dipaksa menikah? Dan gadis itu harus menerimannya? Apakah anindya pura pura bahagia menikah dengan abyan? Mungkin itu yang terjadi? Anggara yakin itu yang terjadi pada Anindya. Tidak mungkin anindya menerim laki-laki seperti abyan begitu saja, anindya pasti dipaksa.

SAJADAH CINTACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang