Jika harus memilih antara 2 pilihan, kita hanya akan bisa memilih salah satu saja.
Jika kita memilih yang ke 2 maka tidak akan tahu isi yang ke 1 itu apa, dan jika kita memilih yang ke 1 kita tidak tahu isi yang ke 2 itu apa.
Menurut saya, saya akan...
Kalo bahasa Inggris nya tuh my love is only him, bahasa Indonesia nya cinta ku hanya dia, tapi kalo bahasa Jerry cinta ku hanya Tian, Tian, Tian.
Tian sampe mampus, Jerry tuh sampai dikatai oleh teman temannya 'Tianterosss makan noh Tian nya', tapi teman temanya juga sangat senang dengan Jerry yang sekarang, ada yang membuatnya ceria seperti sekarang.
Jerry dulu nya jauh dari kata pendiam, bisa di bilang antisbanget jika tidak Defa yang menggusurnya untuk berkumpul bersama, dia sangat ogah ikut.
Oh ya, Defa, balatro, Hanamu, Jantra, Jelandra itu teman 1 ekskul nya, basket. Dia awal masuk memang tidak mempunyai teman sama sekali, tapi mereka mencoba mendekati Jerry tapi selalu di cueki, tak menyerah sampai di situ mereka mencobanya.
Ya walaupun sekarang mereka sudah kurang aktif di ekskul itu tetap saja jika berkumpul sudah seperti keluarga.
Mereka juga teman 1 1 nya Jerry di sekolah, tak ada yang lebih dekat kecuali mereka, tapi yang lebih dekat itu Defa, karena mereka sempat 1 sekolah waktu SMP, dan berpisah sebab Defa yang di pindahkan orang tuanya, siapa sangka mereka bertemu kembali disini.
Oke kembali lagi dengan kisah cinta cintaan anak bucin itu, 2 Minggu lagi mereka menerima surat kelulusan dan mereka bisa di bilang sedang mengistirahatkan pikirannya, dan berfikir akan lanjut kemana nanti nya.
" Sayang kamu mau kuliah? " Mereka sedang berada di kelas Tian, ya di kelas (?) Hanya mereka berdua sebab yang lain sedang menonton pertandingan adik kelas nya tanding.
Tian yang sibuk mencorat-coret buku nya, kebiasaan dia jika merasa bosan walaupun ada kekasih nya, dia hanya fokus kepada gambarnya.
" Hey " Jerry menggenggam lengan mungil itu yang sedang bergerak membuat lukisan nya.
Tian menatap kekasih nya dengan bingung, dia pun sedang memikirkan bagaimana dia kedepannya.
" Kerja " Hanya 5 kata untuk menjawab pertanyaan yang terdiri 18 kata?, Parah.
" Kenapa kerja? Katanya mau kuliah " Jerry melepaskan genggaman lengan kekasih nya yang melekat dengan benda panjang itu, pensil. Lalu mengecupi lengan itu.
" Uang dari mana? Ini juga aku bersyukur banget sekolah di bantu uang beasiswa sama bantuan dari sanah jer, aku kuliah uang dari mana? Masuk kuliah gede banget belum uang semester nya yang rada sinting " Jerry menatap mata legam itu.
" Kalo kamu mau kuliah aku bantu bantu bayarnya " Tian terkejut apakah kekasih nya juga kan kuliah?.
" Kamu mau kuliah juga??? " Mata kecil itu membola seketika.
" Engga, tujuan aku tamat sekolah ini mau langsung kerja, kamu kuliah ya? Soal biaya kita patungan aja gimana? " Tian lesu kembali, dia tak mau lah beban kekasih nya sudah berat apalagi di tambah biaya kuliah nya nanti.
Tian menggelengkan kepalanya kuat lalu menundukkan kepala nya, dia sudah merasa membebani kekasih nya.
Jerry menaikan dagu itu untuk menatapnya, dia tak suka jika sedang berbicara tapi lawan bicara nya tak menatap wajahnya.
" Kuliah sayang " Jerry beralih mengusap pipi itu, dia harus membujuk sang pujaan hati nya, harus!.
" Engga! " Tian menepis lengan itu, lalu memalingkan wajahnya.
" Aku gamau, ngebebanin kamu terus jer! Udah berapa kali kamu nolongin aku, tapi aku? Aku masih ga guna jadi pacar kamu, gunanya aku disini buat apa? Apalagi kamu suruh aku kuliah, walaupun biaya nya patungan aku belum tentu mampu! " Tian sedikit berteriak untuk menekankan kata kata itu.
" TIAN! " Suara lantang itu menggema di seluruh sudut ruangan yang kosong, terkejut? Sangat terkejut.
" Kamu bilang 'ga guna', SEBELAH MANA NYA YANG GA GUNA HAH! JAWAB AKU TIAN " Jerry membalikkan tubuh bergetar itu agar menatapnya.
" Kamu anugerah Tuhan yang sempurna Tian, jangan bilang gitu lagi, sakit, hati aku sakit Tian. Aku sama sekali ga ngerasa di bebanin sama kamu, tapi aku yang ngerasa hal itu, kamu jangan bilang gitu lagi ya? " Jerry mengusap bahu yang semakin bergetar walaupun Tian menutupi wajah nya karena menunduk dan poni rambut yang menghalangi wajahnya, tetap saja air mata itu jatuh perlahan dan membasahi celana berwana abu abu itu.
Jerry menggumamkan kata kata maaf, sungguh dia lepas kontrol teriak seperti tadi.
Dia hanya terkejut dengan jawaban kekasih nya yang terlampau sangat kasar.
Tian masih tak bergeming tapi isakan tangis nya masih terdengar, dia di dekap dengan pelukan khas kekasih nya itu.
Dia terkejut sekaligus terharu dengan jawaban kekasih nya yang membuat hati mungil nya tersentuh.
Dia menangis bukan karena sakit hati sebab teriakan kekasih nya tadi, melainkan kata kata indah dari mulut itu yang keluar begitu saja.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
( Anggap aja ini di kertas buku gitu ya, murni bukan dari pinterest )
TBC
Mungkin ada yg mau gambar nya gimana, jgn hujat ya🙏🏻🙏🏻 ( Kalo yang baca manhwa nya pasti tau dia siapa )