BAB 8 : EUREDIAN

16.7K 869 256
                                        

"ngghh..."

Anya terbangun ketika merasakan terpaan nafas mengenai puncak kepalanya. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali menetralkan pandangannya kemudian melihat kearah jam di dinding.

Tubuhnya kaku tidak bisa bergerak karena lengan kokoh Euredian melilit perutnya dari belakang dan kaki berat laki-laki itu menindih pahanya.

Anya mendongak menatap wajah Euredian yang tertidur damai, walaupun sedang tidur raut wajah menakutkan itu tidak hilang. Euredian memang terlihat kurus, bahkan jari-jari tangannya panjang dan terlihat tulang.

Raut wajahnya menakutkan seperti dominan tidak ingin dibantah, tatapan matanya tajam, dan jika bangun tidur maka tampang Euredian terlihat seperti orang selesai konsumsi sabu-sabu. Rambutnya tanpa pomade acak-acakan, tanpa baju dan hanya boxer, serta wajah bantalnya seraya menguap lebar, sebenarnya hanya Anya yang melihat fenomena Euredian bangun tidur.

Karena perawakannya kurus, Anya sedikit terkejut setelah mengetahui usia Euredian kepala tiga, ia kira jauh lebih muda.

Anya meringis ketika tubuhnya semakin tertarik menempel dengan Euredian. Ia menyentuh lengan laki-laki itu mencoba melepaskan diri.

"Mau kemana?" suara berat dan serak khas bangun tidur seorang pria dewasa itu membuat tengkuk Anya meremang.

Anya menjauhkan tangannya yang menyentuh lengan Euredian. "A-anya ma-mau ba-ba-bangun,"

"Masih pagi," Euredian menyembunyikan wajahnya di rambut Anya yang halus dan wangi mencoba untuk tidur lagi.

"Ta-tapi A-anya kan se-sekolah," cicit Anya halus takut menyinggung Euredian.

Tidak ada balasan dari Euredian membuat Anya menarik nafas dalam-dalam. Anya menyentuh lengan Euredian lagi dan mengguncangnya.

"Cium aku Anya," ujar Euredian tiba-tiba membuat Anya refleks menggeleng cepat. "Biar saja begini sampe malam,"

Anya didalam pelukannya begitu lembut, kulit mulus dan berisi Anya sangat candu untuk Euredian sentuh. Euredian mampu memeluk Anya sehari semalam pun jika Anya tidak merengek meminta dilepaskan.

"Ngga ma-mau," Anya mendongak menatap Euredian yang menatapnya. "A-anya ma-mau mandi,"

Tangan Euredian mengusap perut Anya yang sedikit tidak rata karena lemak kemudian naik meremas payudara padat berisi Anya membuat istrinya itu menahan tangannya. Euredian mengeratkan pelukannya dengan posisi tangannya masih menangkup dada kiri Anya.

"Eu-euredian," panggil Anya.

"Hm?"

"Sesak---," Anya menunduk menatap tangan Euredian yang melilitnya. "A-anya susah na-napas,"

"Mau dibantu nafas, Anya?" tanya Euredian langsung menarik pinggang Anya hingga perempuan itu berbaring meningkap diatas tubuhnya.

Euredian memeluk pinggang Anya erat dan mendorong punggung mungil perempuan itu hingga bibir mereka bersentuhan. Euredian memperhatikan Anya yang memejamkan matanya, Euredian menghisap bibir bawah perempuan itu gemas, memainkannya hingga hatinya puas.

Bibir Anya sangat candu, bibir ranum itu seringkali lepas dari tautan Euredian saking licinnya, apalagi jika bersentuhan dengan lidah lembut Anya yang tidak berdaya.

Tangannya yang awalnya hanya memeluk pinggang Anya perlahan turun meremas bokong berisi dan lembut Anya membuat sang pemilik mendesah kecil disela-sela ciumannya.

"U-udahhh!" Anya menjatuhkan sikunya di sisi Euredian dengan nafasnya yang tidak beraturan, ia menahan tangan Euredian yang menyelusup masuk kedalam celana dalamnya.

EUREDIANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang