BAB 5 : EUREDIAN

24.4K 1K 162
                                        

Happy reading 💐

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy reading 💐

🍁🍁🍁

Rambut yang semula terikat menjadi satu kini tiba-tiba tertarik menjadi tergerai bebas. Anya menoleh kemudian mendongak tinggi untuk melihat siluet Euredian yang menarik getah rambutnya.

Satu alis Euredian terangkat. "Kenapa?"

"I-itu i-ikat rambut A-anya," tunjuk Anya pada getah rambutnya ditangan Euredian.

"Punya siapa lagi?" balas Euredian memasukan getah rambut hitam itu kedalam saku jasnya.

"Ba-balikin!" Anya hendak merebut getah rambutnya namun tangan Euredian dengan gesit menangkapnya terlebih dahulu. "A-anya engg--engga bi-biasa gak pa-pake getah rambut,"

Euredian menarik tangan Anya hingga tubuh mungil itu menabrak dadanya, Euredian melingkarkan tangannya memeluk pinggang Anya erat.

"Kamu sekolah diantar sopir, Anya," tutur Euredian menjelaskan. "Aku tidak menerima alasan kamu pulang terlambat dalam bentuk apapun terkecuali ada kendala dari sopir."

Anya menyipitkan matanya bingung. Euredian mengatur hidupnya dengan semudah ini padahal Anya tidak mengenal Euredian dengan baik selain pria itu adalah seseorang yang tiba-tiba memaksanya menjadi istri.

"A-anya--- mphh ..." Anya memejamkan matanya tidak siap menerima ciuman dari Euredian.

Tangannya mencengkram jas Euredian erat saat ciuman laki-laki itu kian semakin dalam memaksa bibirnya untuk terbuka. Anya mendesah halus tidak dapat menahan diri ketika lidahnya disentuh oleh lidah Euredian.

Euredian mengeratkan pelukannya hingga Anya menempel dengannya tanpa jarak. Ia menunduk semakin dalam mencecap habis seluruh bibir Anya yang candu. Euredian baru tau ada yang lebih candu dibanding nikotin.

"Engga ku-kuathh ahh ..." Anya menggigit bibir bawahnya yang basah karena pertukaran saliva dengan suami sepihaknya itu refleks saat ciuman Euredian turun ke lehernya.

Anya merapatkan dirinya pada Euredian agar laki-laki itu berhenti namun sebaliknya, tangan Euredian malah menyelusup masuk kedalam roknya menyentuh pahanya kemudian naik ke bokong dan meremasnya hal itu justru membuat Anya memekik terkejut.

Euredian menggigit ujung telinga mulus Anya pelan. Kemudian mencium pipi bersemu milik istrinya yang menggemaskan.

"Pakai celana pendek Anya!" titah Euredian.

Anya langsung menggelengkan kepalanya cepat. "A-anya eng--engga bi-biasa,"

"Kamu harus terbiasa." balas Euredian melepaskan pelukannya untuk menuju lemari kamarnya. Pergerakannya terhenti saat tangan kecil Anya menahan lengannya.

EUREDIANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang