Pasti banyak typo karena gak dibaca ulang jadi kalau rada aneh flownya juga mohon dimaafkan,
I might edit this chapter later buat typo2 nya kalau sempet ...
Tulisannya juga kaku karena udah lama gak nulis :(
Anyway selamat baca ya :)
-- -- --
"Ugh." Zee mengeluarkan suaranya dari balik kursi pengemudi nya. Dia gak nyangka dari awal Kathrina minta tolong sama dia buat anterin ke airport buat jemput Jastin berakhir jadi dia dijadikan supir. Karena kedua Lovebird itu kini duduk di bangku belakang dengan nyaman. Badan mereka sudah sangat lengket seakan ada lem diantara mereka. Lengkap dengan bibir yang dari tadi bolak balik nempel lepas nempel lepas.
Zee lanjut menggelengkan kepalanya. Dasar remaja. Gak tahu kondisi banget. Sudah tahu dirinya jomblo bukannya pengertian kasih Zee jeda waktu untuk menenangkan diri. Malah dijadiin supir. Mana dikasih tontonan gratis yang sebenarnya Zee gak butuhin seperti ini.
"Ih udah, lanjut nanti. Gak enak sama Zee." Kathrina ucapkan sambil mendorong badan Jastin untuk melepas ciuman bertubi tubi yang tadi diberikan kepadanya.
Jastin tahu, ada kak Zee di depan. Tapi bagaimana dong, udah 6 bulan nih dirinya gak ketemu sama pacarnya karena Kathrin kuliah di Australia. Baru kali ini dia bisa ketemu pacarnya lagi.
Iya LDR lebih tepatnya. Jadi ya, maafkan Jastin kalau semua urgensi nya muncul seketika dia melihat Kathrin yang semakin dewasa. Apalagi Jastin sendiri sudah makin dewasa juga. Sudah kelas 3 SMA. Susah dikontrol di usianya yang segini. Apalagi pacarnya itu ...
Makin cantik, dan tentu saja. Badannya. Ya ampun jangan bikin Jastin mulai deh ngomongin soal badan pacarnya itu gak akan ada abisnya.
"Ummh ... I know. I'm sorry babe. Tapi I just missed you so much." Balas Jastin yang terlihat sedang mengatur nafasnya. Karena dari tadi bibirnya gak lepas dari bibir milik Kathrina dan menyebabkan pernafasannya berusaha mencari oksigen secara lebih keras.
"Awwww," Kathrina memegang pipi Jastin dengan kedua tangannya. "I miss you too babbbeee." sambung Kathrina sambil memberikan kecupan berkali-kali di wajah pacarnya itu. Karena Kath memang berusaha untuk gak nampilin PDA lagi di depan Zee. Well, kalau bisa dibilang sih gak didepan karena dia dan Jastin literally duduk di belakang Zee.
Tapi intinya dia mau berhentiin dulu skinshio sama Jastin ini. Karena Kath gak enak udah bikin Zee jadi kayak supir dan gak di include di pembicaraan antara dirinya sama Jastin.
Tapi gimana dong? Jastinnya imut banget kalau lagi manja gini. Susahhhh.
Setelah memberikan ciuman kecil dikit, Kathrina berhasil duduk dengan baik di kursi belakang. Dia melihat Zee dari spion tengah. Kathrin hanya bisa memberikan senyumnya yang terlihat awkward itu. Semoga saja Zee gak membencinya dan menghapus dirinya dari list temen deh.
–
–
–
Ketiga orang yang baru saja sampai di apartemen Kathrina itu kini sedang berada di elevator. Mereka membawa barang Jastin yang dibagikan secara rata. Tentu saja Zee dengan bawaan yang paling kecil. Karena dia sudah direpotkan menjadi supir mereka balik dari airport.
Kathrin membuka pintu ke apartemen miliknya itu dan mempersilahkan kedua orang dibelakangnya untuk masuk.
Jastin dan Zee sama-sama mengarahkan matanya untuk melihat ke sekeliling apartemen Kathrina itu.
Zee pernah datang ke apartemen ini, tapi sekarang layout nya ternyata sudah berubah. Jadi pangling Zee. Apalagi waktu itu datangnya malam karena ada party di apartemen Kathrin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Be My GF?
Teenfikce"Hah? lo sukak sama dia ??" mata Brielle membesar setelah mendengar pengakuan teman baiknya. "Iyeeehh. Berisik deh" ucap Zee sambil menoyor kepala Brielle. "Terus lo mo ngapain sekarang?" Brielle bertanya lagi kepada Zee. "Banyakkkk, bwekkk." -- -- ...
