Assalamu'alaikum, geng!
Support 1k followers, geng.Sebelum membaca alangkah baiknya vote terlebih dahulu,
ramaikan komen jugaa.
Plis, jangan jadi silent readers.Happy Reading
______________________
Sebuah tangan menarik Mauren menuju taman belakang yang biasa jarang dikunjungi oleh siswa. Gadis itu tersenyum menatap wajah rupawan yang selalu terbayang dalam pikirannya, rasa kesal kepada kembarannya seketika hilang."Bapakkk, ih ngagetin aja. Kirain siapa yang narik Mauren," gadis itu meninju pelan dada Ravel. Ia tadi sangat terkejut karena diseret tiba-tiba.
"Aww, sakit tau." Lelaki itu merintih pelan, sedangkan Mauren celingukan takut ada orang yang mengintip mereka dan memotret kemudian menyebar fitnah dibase sekolah.
"Bapak tumben ih, ada apa sih? Ini sekolah loh," ujar Mauren.
Ravel menarik nafas pelan. "Cuman mau bilang, kamu jangan bolos sampe manjat tembok kayak tadi. Kamu perempuan, nggak baik kayak gitu. Dikurangin ya bolosnya," ucapnya.
"Tapi--"
"Udah, masuk sana ke kelas. Inget jangan bolos, atau saya panggil lagi umi kamu."
Mauren mengerucutkan bibirnya menatap Ravel. Lelaki itu membalikkan tubuh Mauren sambil mendorong pelan gadis itu agar segera pergi dari sana.
"Cepat ke kelas Mauren!" tegas Ravel. Jika di sekolah, lelaki itu sangat tegas. Tidak memandang siapapun mau itu pacarnya, saudara, ia akan memperlakukan sama.
*vibesnya beda sama yang diatas ygy🙏😭
Mau tidak mau, Mauren pun pergi ke kelasnya. Sebenarnya ia sangat malas berhadapan dengan mata pelajaran matematika yang sangat membosankan, makanya ia berniat bolos. Sayang sekali harus kepergok oleh Maheer dan Ravel.
Tampak pintu kelasnya tertutup rapat, pasti bu Ati sudah berada di kelas. Mauren membuka pintu tersebut membuat semua pasang mata menatapnya termasuk bu Ati yang sedang menjelaskan materi.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARUTALA
Teen Fiction"Saya hanya gadis buta dan hina, penuh kekurangan. Untuk apa kamu mendekati saya? Apakah hanya ingin mengejek saya?" "Arutala," ucapnya tiba-tiba sambil tersenyum simpul menatap gadis di depannya. "Nama saya Mauren!" . "Anak umi, sholehahnya umi...