12 ; Geng Bruiser

24.6K 2.6K 86
                                        

Terkadang untuk mencapai sesuatu itu perlu pengorbanan dan kesabaran adalah hal terpenting untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Seperti sekarang ini, Lingga sedang melayani Darel beserta teman teman nya, dia memerankan peran sebagai pelayan dengan sengat baik bak seorang aktor profesional.

"Hebat lu Ling, padahal di umur lu yang segitu harusnya masih main main loh" puji Keano kepada Lingga.

Lingga tersenyum manis, sangat manis sampai membuat angggota Bruiser meleleh, kecuali Darel.

Lingga ingin memikat antagonis yang nanti nya pasti akan merepotkan dirinya untuk menyingkirkan Alesya yaitu Atha.

Bukan memikat dalam hal cinta sebagai pasangan, namun ia ingin memikat Atha agar menganggap nya sebagai seorang adik, lumayan dapat pion satu lagi selain keluarga Andara.

"Apakah ada hal lain yang kalian perlukan?" Tanya Lingga sopan.

Mereka menggelang karena merasa tidak enak merepotkan Lingga, padahal kan ada pelayan yang lain.

"Duduk sama kita sini, boleh kan Rel" tanya Indra salah seorang anggota Bruiser.

Lingga menatap Darel lekat, ia ingin tau apa yang akan dikatakan oleh pemuda itu.

"Terserah" jawab Darel yang mata nya masih fokus pada gadget nya.

Setelah mendengar jawaban Darel, Indra menarik tangan Lingga untuk duduk disamping nya.

Lingga ingat kalau Indra adalah putra bungsu dari keluarga yang cukup berpengaruh diasia, walaupun tidak se kaya keluarga Alister dan keluarga Andara, tapi keluarga dari Indra ini cukup untuk membuat kedua keluarga itu untuk tidak mencari gara gara dengan mereka.

Tujuan Lingga sekarang yaitu, bila tidak bisa mendapatkan perhatian Atha, maka dia akan menarik perhatian Indra, karena dalam novel yang ia buat, Indra adalah seorang yang berfikiran dewasa dan selalu mecari tahu terlebih dahulu sebelum ia menyimpulkan sesuatu.

"Tuan namanya siapa?" Tanya Lingga kepada Indra, ia harus tetap menjalankan acting nya sebagai seorang pelayan.

"Nama gw Indra, panggil bang Indra aja" ujar Indra.

Lingga mengangguk dengan senyum yang merekah, membuat Indra merasa gemas sendiri hingga reflek mencubit pipi Lingga kuat.

"Akhh sakit bang Indra" Lingga memegang tangan Indra yang masih mencubit pipi nya.

Indra masih belum berhenti sampai seseorang menarik tangan nya untuk melepaskan pipi Lingga.

Orang tersebut adalah Atha yang sedari tadi memperhatikan interaksi Lingga dan Indra, entah kenapa hati nya sendikit panas.

Indra yang kesal berniat memarahi orang yang menarik tangan nya, namun diurungkan saat melihat orang yang menariknya adalah Atha.

Lingga sendiri memegangi pipi nya yang sudah memerah dengan bibir melengkung ke bawah dan mata yang berkaca kaca.

Seluruh anggota Bruiser menolehkan atensi mereka dari Alesya ke Lingga, sungguh remaja itu terlihat lebih manis.

"Duh, jangan nangis dong bayik, nanti tak bogem bang Indra nya" ujar Keano.

"Lingga bukan bayik, Lingga sudah gede, liat nih" Lingga berdiri untuk menunjukkan bahwa dirinya sudah besar namun yang mereka lihat adalah Lingga yang mungil dengan tinggi se pundak mereka.

Keano menarik Lingga dan mendudukkan Lingga disamping nya, ia mengacak acak rambut Lingga sehingga berantakan.

Bukannya kayak gembel perempatan, Lingga malah terlihat semakin menggemaskan.

Prontagonis Or Antagonis? {REVISI}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang