Keesokan harinya mereka pergi sekolah seperti biasa.
Yara sudah ada di meja makan sambil menunggu sarapan tiba.
Pak Dewa dan Nara pun datang, mereka duduk di kursi yang dimana tempat biasanya mereka duduk.
"Morning kak!" ucap Nara.
"Morning" jawab Yara.
"Bibi belum selesai ya Yar?" tanya pak Dewa.
"Iya pah" jawab Yara.
Akhirnya sarapan pun datang dan langsung di santap oleh pak Dewa, Yara dan Nara. Setelah sarapan, mereka pun di antar sekolah oleh pak Rudi seperti biasanya.
"Papa kerja dulu ya!" ucap pak Dewa.
"Iya pah hati-hati ya pah" jawab Nara.
Yara tidak menjawab papa nya karena ia sedang makan, dan akhirnya mereka pun pergi ke tujuan masing-masing.
Sesampainya di sekolah, Yara dan Nara langsung masuk kelas karena ada ujian harian. Mereka segera ke kelas karena waktu menunjukkan pukul 06.45 artinya 15 menit lagi bell akan dibunyikan.
"Pagi anak-anak" ucap pak guru.
"Pagi pak!" jawab anak-anak.
"Sudah siap ulangan bahasa Inggris?" tanya pak guru.
"Siap pak!" jawab anak-anak.
Mereka pun menyelesaikan ujian tersebut. Akhirnya bell istirahat pun berbunyi pada pukul 08.45.
Yara dan Nara pergi ke kantin sekolah untuk membeli makan atau minuman kesukaan mereka.
"Ayo kak!" ucap Nara.
"Ayo" jawab Yara.
"Kakak mau beli apa?" tanya Nara.
"Gatau" singkat Yara.
Istirahat 15 menit pun sudah berakhir. Pukul 09.00 mereka sudah masuk ke kelas untuk belajar kembali.
Pelajaran berikutnya adalah pelajaran IPA (kimia).
Mapel kali ini cukup rumit, banyak sekali rumus rumus yang sedikit membingungkan, namun itu semua hanya masalah kecil bagi Yara dan Nara, dua anak cerdas itu menyelesaikan tugas dengan mudah.
Jam pun terus berjalan, menit demi menit sudah berlalu dan akhirnya mereka pulang sekolah pada pukul 12.30.
"Mari non" ucap pak Rudi.
"Makasih pak" jawab Nara.
Mereka pun pulang ke rumah pukul 13.00 kurang lebih, karena sekolah mereka lumayan jauh dari rumah nya. Yara langsung pergi ke kamar nya yang ada di lantai 2.
Nara menyalakan TV di lantai 1 untuk menonton film favoritnya jika ia pulang pukul 13.00, karena terkadang Yara dan Nara melakukan kegiatan ekskul di sekolahnya.
Kalau ga ekskul ya les privat bersama guru les nya.
Film favoritnya Nara pun selesai, ia langsung ke atas untuk istirahat.
Jam pun terus berlalu dan akhirnya pak dewa pulang kantor pada pukul 17.30 WIB. Mereka langsung menyambut papanya dengan wajah yang tersenyum.
"Papa pulang!" ucap papa nya, Nara langsung bergegas turun pada saat papa nya datang.
"Papah!" ucap Nara, memeluk pak Dewa.
"Gimana belajar nya hari ini, susah nggak?" tanya pak Dewa.
"Dikit pah" ucap Yara.
"Hahaha ada-ada aja kak Yara!" jawab Nara terkekeh.
"Ini pak makanan dan minuman nya sudah siap" ucap bi Arum.
"Ya bi terimakasih" jawab pak Dewa.
"Kalian belum makan kan, kita makan dulu yu, sini Yar, Nar" ucap pak Dewa.
"Iya pah" jawab Nara.
Mereka pun makan malam bersama.
Pak dewa selalu sedih jika melihat Yara dan Nara makan, karena ia teringat almarhumah istrinya.
Sosok wanita tangguh itu menghembuskan nafas terakhirnya saat melahirkan Yara dan Nara, tapi mau bagaimana pun Dewa harus tetap bersyukur, karena ia masih memiliki dua anak yang cantik.
"Papa kenapa?" ucap Nara.
"Iya kok sedih gitu?" sambung Yara.
"Papa gapapa kok cuma ke inget sama mama kalian aja" ucap pak Dewa.
Selesainya mereka makan malam, mereka langsung beristirahat di kamarnya masing-masing. Besok adalah hari Sabtu yang dimana sekolah Yara & Nara libur.
Nara mengikuti ekskul basket di sekolahnya. Sedangkan Yara tidak mengikuti ekskul apapun saat ini. Nara sengaja tidak ikut ekskul basket dulu Minggu ini, karena ia lumayan capek mengikuti banyak kegiatan akhir akhir ini.
Nara lumayan jago soal per basketan.
Ia di pilih menjadi ketua ekskul basket anak perempuan. Ia juga pernah lomba dan mendapatkan perhargaan piala dan sebagainya.
Bima sebagai pelatih basket merasa ada personil yang kurang dan ternyata itu Nara. Bima adalah anak kelas 9a dan ia menjabat sebagai wakil ketua OSIS di sekolahnya. Bima memiliki sedikit rasa kagum pada Nara, juga memiliki rasa suka padanya. Selain cantik dan anggun, Nara adalah anak pintar dan juga cerdas.
"• trenenet •" bunyi handphone Nara.
"Hallo kak?" ucap Nara sambil mengangkat telepon.
"Nar kamu dimana?" tanya Bima.
"Aku di rumah kak, kenapa?" jawab Nara.
"Sekarang latihan Nar, kamu lupa ya?" ucap Bima.
"Aku izin dulu ya kak, aku lagi ga enak badan soalnya" jawan Nara.
"Kamu sakit Nar? mau di bawa in apa, aku ke rumah sekarang ya!" ucap Bima.
"G-Gausa kak" gugup Nara.
"Gapapa Nar, mumpung belum ada yang datang nih baru 2 orang" ujar Bima.
"J-Jangan kak di rumah ada papa, aku kan ga boleh bawa cowo ke rumah apalagi di rumah ada kak Yara juga, bisa di omelin 2 kali aku" jawab Nara.
"Oh gitu, yauda GWS ya!" ucap kak Bima.
"Thanks kak" jawab Nara.
Bima adalah anggota OSIS ter ganteng menurut anak-anak sekolah itu. Sangat beruntung Nara bisa di sukai oleh Bima. Selain ganteng Bima juga memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi.
Bima Angkasa Okhama namanya.
Selesainya Bima melatih basket anak-anak, ia langsung bergegas ke acara rapat OSIS di ruang OSIS sekolah pada pukul 10.30 WIB.
"• trenenet •" bunyi handphone Nara.
"Ka Bima lagi" ucap Nara.
"Hallo kak" ucap Nara sambil mengangkat telepon.
"Udah mendingan Nar?" tanya Bima.
"Udah kak cuma butuh istirahat aja" jawab Nara.
"Makanya jangan bergadang dong" ucap Bima.
"Hemm iya" sambung Nara.
"Yauda istirahat ya, biar senin kita bisa ketemu lagi" ucap Bima.
"Iyaa kak" jawan Nara.
"Bye bye Nara!" ucap Bima.
"Bye kak!" ucap Nara.
Siapa sih yang ga kenal Bima.
Semua orang juga menyukainya.
Yara juga sempat menyukai Bima waktu kelas 7, namun ia sering melihat Bima lebih memberi perhatian lebih ke Nara, dan akhirnya Yara pun memutuskan untuk uncrush demi Nara.
Ia langsung berhenti menyukai Bima karena ia tau kak Bima tidak akan pernah menyukainya.
"Kak Bima cuma suka sama Nara yang cantik dan anggun, sedangkan gue? cuma preman gini, tomboy, judes, galak, jelas lah kak Bima pilih Nara" ucap Yara sambil mengunci diri di kamarnya pada saat ia tahu kalau Bima lebih melihat Nara dari pada dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Yara & Nara (END).
Teen FictionYara Arsyella & Nara Arsyeina adalah dua anak kembar yang 180° jauh berbeda. Yara, anak dengan kepala batu yang sangat sulit di atur. Sedangkan Nara adalah anak yang baik, feminim, ramah dan positive vibes. Silahkan baca cerita "Yara & Nara" untuk m...
