"• teettt •" bel masuk setelah istirahat pun berbunyi.
Semua anak harus masuk kedalam kelas nya masing masing.
Jam pelajaran berikutnya adalah Mapel terfavorit Yara, yaitu fisika.
"Selamat siang anak-anak" ucap Bu Cynthia.
"Siang Buuu...!" jawab anak-anak.
"Buka buku fisika kalian ya" ucap Bu Cynthia.
"Iya Bu!" jawab anak-anak.
Bu Cynthia adalah guru favorit semua orang, bukan hanya Yara saja. Ia adalah guru fisika yang baik dan juga ramah. Cynthia sangat menyayangi anak-anak, apa lagi anak remaja, seperti anak smp yang bisa di jadikan teman.
"Ada yang tidak mengerti?" tanya Bu Cynthia.
"Tidak Bu" jawab anak-anak.
"Oke! berarti mengerti semua ya. Nah karna pelajaran Ibu sudah selesai, PR nya hal 112, no 1-5 aja ya" ucap Bu Cynthia.
"Baik Bu" jawab anak-anak.
"Sampai jumpa di hari rabu" ujar Bu Cynthia.
"Terimakasih Ibu Thia!" seru anak-anak.
"Sama-sama Nak!"
"• teettt •" bel pergantian jam terakhir pun bunyi.
"Assalamualaikum anak-anak" ucap Bu Lita.
"Waalaikumsalam Bu!" jawab anak-anak.
"Silahkan buka buku matematika hal 129 ya" ucap bu Lita.
"Baik Bu" jawab anak-anak
Guru matematika pun menjelaskan tentang pelajaranya.
Semua anak sangat suka dengan penjelasan matematika hari ini, apa lagi Nara.
Tetapi Yara sedikit kesusahan untuk memahami pelajaran matematika ini. Nara yang ada di meja sebelahnya melihat kalau Yara sedang kesusahan. Ia berniat baik untuk membantu Yara tapi Yara sama sekalk tak mau di bantu. Ia gengsi, juga masih kesal terhadap Adiknya itu.
"Sini Kak" ucap Nara.
"Gak usah!" ketus Yara.
"Aku baik loh Kak, mau bantuin Kakak" ucap Nara.
"Gue ga butuh bantuan dari lo" jawab Yara dengan ketusnya.
"•teeettt•" bel pulang pun berbunyi.
Yara dan Nara di jemput oleh pak Rudi (supir pribadinya) seperti biasa.
"Ayo Non" ucap Pak Rudi.
"Iya Pak" jawab Nara.
Yara dan Nara pun masuk ke dalam mobil seperti biasa. Pak Dewa selalu menelfon Pak Rudi jika sudah jam pulang sekolah, untuk menanyakan kabar anak-anaknya.
Sebetulnya ia sangat khawatir pada anak kembarnya. Namun, ah sudahlah!
"Hallo Pak" ucap pak Rudi.
"Yara sama Nara udah pulang Pak?" tanya Pak Dewa.
"Sudah Pak, Non Yara dan Non Nara ada di mobil. Kami mau pulang" jawab Pak Rudi.
"Oh ya sudah, hati-hati pak" ucap pak Dewa.
"Tuh kan Kak. Papah tuh nanyain kita berdua, bukan aku aja" ucap Nara.
"Terus?" tanya Yara.
"Ya berarti Papah juga sayang sama Kakak" ucap Nara.
"Oh" singkatnya.
Mereka pun sampai di rumah dengan selamat. Seperti biasa Yara langsung naik ke kamarnya yang berada di lantai 2 dan mengunci rapat pintu kamarnya.
Ia segera memutar lagu kesukaannya. Menghela nafas berat untuk mengeluarkan beban pikirannya.
Ia tak mau ada yang mengganggu nya saat ini, maka dari itu ia mengunci dirinya di kamar.
Nara ingin memberikan minuman orange jus kesukaan Yara yang ia buat. Dengan ragu, ia pun mengetok pintu Yara.
"Kak, ini minuman buat kaka" ucap Nara.
"Kak buka dulu pintunya!" sambung Nara.
"Apaan sih ga jelas banget!" ucap Yara sambil mencopot headset nya.
"Bodo amat ah" sambung nya.
"Kak buka kak!" ucap Nara.
"• tok tok tok •" pintu terus di ketuk.
"Duh apasih Nar! lo ganggu banget tau ga!" ucap Yara membuka pintu kamarnya.
"I-Ini kak ada orange jus buat kakak, aku yang buat loh kak" ucap Nara.
"Ga usah buat lo aja" jawab Yara dengan ketus.
"(Gimana cara bikin kak Yara senyum ya)" tanya Nara di dalam hatinya.
"Aku bikin buat kakak loh kak please di terima yaa!" rayu Nara.
"Ya ya ya sini gue minum" jawab Yara.
"Yauda ka aku ke kamar dulu ya kak" ucap Nara sambil membuka pintu kamarnya.
"Hmmm"
"Akhirnya minuman yang aku buat buat kak Yara di terima, aku seneng deh" ucap Nara setelah sampai di kamarnya.
"Nara tu baik sih, tapi nyebelin aja, dia yang selalu di manja sama papah, tapi pantes sih papah lebih sayang sama dia, secara dia ranking 1 mulu di kelas dari SD sampe SMP kelas 8, sedangkan gue? cuma bisa ranking 2 dari dulu, ya tapi gue harus bersyukur sih segini juga gue masi dapet peringkat kelas" ucap Yara sambil meminum orange jus.
"Enak juga nih jus" ucapnya.
Mereka pun istirahat di kamarnya masing-masing, sedangkan Yara sedang mengerjakan pr nya dari sekolah tadi.
Pr Yara cuma matematika aja sih, deadline pun masih ada 2 hari lagi, tetapi ia belajar untuk jadi Yara yang cerdas seperti Nara.
Ia sebenarnya ingin menanyakan soal ini pada Nara, namun ia gengsi,
karena tadi ia marah-marah terus pada Nara. Seketika Yara pun merasa bersalah telah emosi ke adik satu-satunya itu.
Ia pun memberanikan diri untuk menanyakan soal tersebut pada Nara.
"Nar" ucap Yara.
"•tok tok tok•"
"Iya kak sebentar!" jawab Nara.
"Kenapa kak?" tanya Nara.
"Gue ga ngerti soal matematika tadi Nar, lo bisa bantu gue ga?" ujar Yara.
"Bisa kak, mau belajar dimana?" tanya Nara.
"Terserah" jawab Yara.
"Yauda di taman aja biar kakak relax belajar nya" ucap Nara.
"Yauda ayo" jawab Yara.
Mereka pun menuruni beberapa anak tangga untuk belajar di taman bawah. Rumah mereka sudah termasuk kolam renang, taman, dan pastinya bangunan yang indah.
Padahal dulu pak Dewa dan bu Aqila tinggal sederhana. Setelah adanya Yara & Nara pak Dewa mendapatkan pekerjaan yang cukup besar dan akhirnya pak Dewa menabung dikit demi sedikit untuk membeli rumah impianya bersama bu Aqila.
Sesampainya di taman, Nara langsung mengajarkan Yara dengan sedetail mungkin, hingga Yara mengerti. Akhirnya Yara mengerti dengan apa yang di ajarkan oleh Nara. Yara pun mengerjakan tugas matematika dengan mudah karena bantuan dari Nara.
"Makasih ya Nar lo udah mau bantu gue, padahal gue udah jahat sama lo" ucap Yara.
"Sama-sama kak, kaka ga jahat kok sama aku, aku bahagia kalau kakak bahagia, sebenernya selama ini kalau kakak marah sama aku dan papah aku sering sedih, aku nangis kak, aku juga ga mau di perlakukan seperti ini sama papah" ucap Nara, menggunakan ekspresi wajah yang sedih.
"Udah gausah sedih gue gapapa kok" jawab Yara.
Mereka berpelukan dan mereka pun saling memaklumi apa yang sering terjadi. Yara sudah memaafkan Nara karena sebenarnya Yara itu sangat menyayangi Nara, tapi ia gengsi untuk mengutarakan hal itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Yara & Nara (END).
Teen FictionYara Arsyella & Nara Arsyeina adalah dua anak kembar yang 180° jauh berbeda. Yara, anak dengan kepala batu yang sangat sulit di atur. Sedangkan Nara adalah anak yang baik, feminim, ramah dan positive vibes. Silahkan baca cerita "Yara & Nara" untuk m...
