[30]

427 42 10
                                        

Naruto © Masashi Kishimoto

My Sexy Hime © Rikka Chiime / Giaa RiChii

Pairing : Uchiha Sasuke x Hyuuga Hinata

Genre : Romance/Drama/Hurt

Rated : M

Warning : AU, Typo, OOC, EYD

Bila gak suka cerita ini, jangan dibaca, tekan saja tombol Back nya... [ 🔙 ]
Bagi yang masih lanjut baca...

[ ⤵ ]



Happy Reading



Matahari masih bersinar dengan lembut saat hujan turun, tapi tidak deras. Tetesan airnya membasahi atap kayu tua bangunan tradisional. Ada taman bunga di depan Butik Lavender, di tengah-tengahnya ada Café, sebuah Traditional Japanese Café yang mempertahankan nuansa zaman Edo. Lantainya berlapis tatami, meja-meja rendah dengan bantal duduk, dan cahaya hangat dari lentera kertas yang menggantung lembut di langit-langit. Aroma kayu tua, daun teh, dan panggangan barley memenuhi udara.

Hinata duduk bersila di atas bantal duduk, tubuhnya bersandar ringan pada bantal duduk berwarna krem yang ditumpuk untuk kenyamanannya, saat ini kehamilannya sudah 8 bulan. Seharusnya Hinata lebih banyak beristirahat di trimester akhir kehamilannya, tapi dia akan merasa lebih terpuruk jika hanya berdiam diri di rumah mengingat perpisahannya dengan Sasuke.

Di hadapannya, secangkir Mugicha/Barley Tea mengepul pelan, warnanya keemasan jernih, memantulkan bayangan wajah Hinata yang terlihat lelah. Mugicha/Barley Tea, teh yang mengandung non-kafein, jadi aman untuk ibu hamil.

Hinata mengusap perutnya yang membuncit delapan bulan itu, lalu membuka buku lusuh yang diambilnya dari dalam tasnya. Buku yang diberikan oleh Itachi kemarin.

Buku harian milik Haruno Sakura.

Tangan Hinata sedikit bergetar. Dia membuka dengan pelan, halaman demi halaman, suara kertasnya seolah menggores jantungnya sendiri. Seperti menyentuh kembali luka yang mulai mengering dan kini menganga kembali.

---

'Aku tahu ini salah... Tapi kenapa saat dia menyentuhku, aku merasa hidup? Sasuke bukan milikku, tapi aku merasa dia seharusnya bersamaku, bukan bersama Hinata.'

---

Hinata terdiam. Pandangannya jatuh pada tulisan tangan yang dulu dia kenal, rapi dan penuh emosi. Tulisan itu sudah lama, sekitar lima tahun yang lalu, saat dirinya melanjutkan pendidikannya di Paris. Tangannya bergetar, air matanya jatuh perlahan. Bayinya menendang pelan dari dalam rahim, seolah merespons emosi ibunya.

Hinata mengusap perutnya, "Tidak apa-apa sayang, mama baik-baik saja."

Wanita itu kembali tenggelam dalam buku bersampul merah muda tersebut.

---

'Aku jatuh cinta pada Sasuke sejak pertemuan pertama kami. Hinata yang memperkenalkan kami, dia bersekolah di SMA yang sama dengan Hinata.
Aku tahu sahabatku Hinata lebih dulu mencintainya.
Aku menyerah pada cinta yang baru bersemi.
Bunga sakura ku telah layu.
Tapi ciuman Sasuke di hari itu membuat hatiku bermekaran kembali.
Aku jatuh cinta padanya lagi.
Ketika Hinata pergi ke Paris, akhirnya aku mendapatkan Sasuke. Bukan hatinya tapi raganya.
Apa aku bahagia?
Aku sama sekali tidak merasa bahagia.
Sejak hari itu, saat Sasuke membutuhkanku, aku akan datang menjadi penghangat tempat tidurnya.
Raga Sasuke bersamaku setiap saat, tapi hatinya tidak pernah menjadi milikku.'

My Sexy Hime [ SlOW UPDATE ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang