Chapter 24

6.2K 447 6
                                        


    Mata pemuda itu gencar memperhatikan ruangan yang ia masuki. Gelap, berantakan, dan tak terkendali "Ali? A-apa ada pencuri?" Ujar Prilly gelisah, ia rasa tak kuat berdiri karena takut sekaligus menahan hawa dingin yang menyergap, AC yang di biarkan menyala, hujan lebat di luar sana, di tambah lagi pakaian yang basah kuyup karena baru saja menembus hujan yang amat deras .
Ali yang prihatin dan menyadari itu langsung merangkul tubuh Prilly memberi sedikit kehangatan "A-aku gatau Prill, hari ini cafe emang tutup dan- kenapa semua nya jadi gini" Benar benar gelap sekarang cuaca juga tidak begitu mendukung, Ali memusut kasar wajah nya merasa gusar "Lalu,,, siapa yang nelphone kamu tadi? Mungkin dia tahu apa yang terjadi di sini" Bibir Prilly mulai bergetar "Guntur, dia bilang sesuatu terjadi sama dia dan disini-- Tunggu! Apa di sini ada?" Ali langsung bergerak ke segala arah mencari Guntur, siapa tahu saja terkapar akibat melawan sekawanan perampok yang berusaha merampok cafe itu? Aih!! Gawat kalau begitu.

"A-Ali?" Prilly menyadari Ali yang tidak ada di samping nya "Ali kamu di mana?" Sambung nya perlahan melangkahkan kaki ke depan, siapa tahu saja Ali berada tak jauh dari sisi nya, namun nihil! Ia merasa seseorang tiba tiba saja membekap mulut nya

'Ummpt!!!'

Suara nya tertahan, sang pemilik tangan mencoba menyeret nya untuk segera melangkah mundur.
Mendengar suara yang agak familiar itu Ali langsung membalikan tubuh nya "Prilly? Kamu masih di sana?" Dan ia baru saja menyadari bahwa sedari tadi Prilly tidak di samping nya dan kini tanpa respon apa pun gadis itu menghilang begitu saja.

Ali tak bisa berbuat banyak, ruangan itu gelap benar benar gelap "Shitt!!!!" Umpat nya kesal "Dimana seklar lampu nya!!" Ia terus menggerutu sambil meraba sepanjang dinding tapi tak kunjung menemukan apa yang ia cari.

'Clek'

Lampu itu berhasil menyala, Ali menyapu pandangan ke segala arah "Prill!! Prilly!! Kamu dimana Prill!!" Seru nya tak mendapat respon . Ia terhenti di tengan ruangan yang terlihat berhambur dan ia benci itu, apa kalian menyukai tempat yang berhamburan? Tentu tidak!

"Prilly!!! Akkhhh!!!" Ia membanting kursi yang di hadapan nya itu dengan frustasi .

"Shit!!" Ia kembali mengumpat dan menendang meja di hadapan nya.

Kemana gadis nya? Dimana Guntur? Dan- apa yang terjadi pada cafe nya? Jika ini ulah perampokan dapat di pastikan Ali akan membunuh nya.

"Apa di saat yang kaya gini emosi kamu makin meningkat? Kasihan kursi sama meja nya! Ga salah juga di banting, di tendang, dan di maki kamu fikir benda benda itu bisa ngejawab?" Suara omelan dari seorang gadis menganggu telinga nya, dan ia tahu betul suara siapa itu. Apa memang benar itu gadis nya? Ali menoleh pada asal suara yang ia dengar "P-Prilly? Itu kamu?" Gumam nya pelan

"Jadi apa? Tunggu apa lagi? Ayo tiup lilin nya, pegel tau" dengan sebuah kue ulang tahun yang ia pegang Prilly meminta Ali untuk segera meniup lilin yang tertancap di atas kue itu. Prilly tersenyum mendelik ke arah Guntur yang ada di samping nya lalu beralih pada beberapa teman Ali yang lain nya.

Ali beranjak dari duduk nya langsung memeluk tubuh mungil Prilly yang membawa kue. Hampir saja kue itu terjatuh.

"Aku fikir terjadi sesuatu" Lirih nya pelan di telinga Prilly ya dapat di pastikan Prilly mendengar itu dengan jelas membuat nya terkekeh kecip lalu tangan nya yang bebas segera mengusap lembut punggung Ali. Tepat nya membalas pelukan itu

"Maaf ya, ini ide Guntur"

"Weits, lepas napa lo mau bikin semua temen temen lo di sini envy eoh??" Guntur bersuara , Ali segera melepas kan pelukan itu mata nya beralih menatap tajam Guntur yang sedari tadi hanya mesam "Oh jadi ini semua ide lo?" Nada suara Ali terdengar tak suka

[NF] Us, Love and OddityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang