The second meeting

21.2K 795 8
                                        


# Prilly's POV

    Matahari pagi mulai beranjak dari tempat peraduannya, cahayanya mulai menyengat terasa diubun ubun kepala ku.

  "Prill! Kok berenti? Ayo lari lagi nanti Pak Surya marah loh" seru Jesslyn menghampiri ku yang setengah membungkuk karena kelelahan sambil bertumpu pada kedua lutut kaki ku

  "Haduh Jess cape banget, itu Pak Surya nyuruh lari sampe lupa diri ya, olahraga sih olahraga tapi masa iya udah 20 puteran lapangan begini ga disuruh berenti juga" keluh ku sambil mengusap peluh yang mulai mengalir dekat pelipis wajah

Pak Surya adalah salah satu guru killer yang ada disekolah ku, dia mengajar mata pelajaran olahraga.

  "Eh eh Prill itu Pak Surya nya dateng , ayo ah nanti kita kena semprot"

  "Beuhh dasar si Pak Surya, berasa latihan militer kalo begini" runtuk ku kesal kembali berlari bersama Jesslyn yang menarik tangan ku.

    Setelah selesai dengan mata pelajaran olahraga yang amat sangat membuat ku lelah merasakan nyeri disekujur kaki ku akibat berlari terlalu lama, ku pijakan kaki menyusuri lorong demi lorong koridor yang mulai sepi menuju ruang ganti wanita.

Aku telah berada didepan locker untuk menaruh beberapa barang yang ku pakai saat berolahlaga, namun ada saja yang membuat ku terganggu ku dengar ada suara gresekan dari sudut ujung kanan yang terhalang oleh beberapa locker besar.

Semakin ku perdekat, ku dengar semakin nyata suaranya seperti desahan seorang wanita dan agak sedikit kecupan.

Aku hanya bisa menggeleng pelan lalu memutar bola mata ku, ada ada saja ulah siswa siswi disekolah ini, disaat saat sepih seperti ini pun masih mereka manfaatkan untuk bercumbu .

Aku kembali pada locker ku, ku dengar pijakan kaki dari sudut sana mulai mendekat, sepertinya mereka sudah selesai dengan ciuman panas mereka. Wanita itu bergelendotan sambil menyapu mulut kekasihnya yang sedikit tersisa lipstik yang ia pakai hingga mereka melihat dan menyadari keberadaan ku diruangan itu

  "Untung disini ga ada CCTV" celetuk ku nyaring diiringi deheman menyindir sepasang kekasih itu. Mungkin aku mengejutkan mereka.

  "Eh kak Prilly? Emmhhh kaka ngapain kak?" Sapanya pada ku tersimpul malu melepas gandengannya pada si cowo

Tidak terduga ternyata mereka adalah adik kelas ku yang baru angkatan kelas 10 -_-

  "Ini kan tempat ganti pakaian wanita? Dan ini locker ku, jadi tidak ada masalahkan? Nah kalian sendiri ngapain? Ini kan dikhusus kan untuk wanita" Aku melirik pada si cowo yang langsung mengeles meminta izin untuk ke kelasnya.

Aku tersenyum menggelengkan kecil kepala ku "lain kali, kalo mau pacaran inget tempat ya sayang? Untung cuma aku yang disini,kalo tibatiba ada guru yang masuk gimana? Bisa mati kalian" Ucap ku agak tengil lalu meninggalkan nya berlalu

Bukan niat ku untuk mengatur atau sirik pada mereka, aku hanya agak sedikit terganggu. Bukan kah ini sekolah? Harusnya mereka tahu tempat, kalo bukan disekolah jangan kan berciuman, tidur bersama pun aku tidak akan perduli. Fiuhhh ada ada saja..

   Matahari sudah semakin terik menyisakan debu debu kecil sebagai penghias jalanan nampaknya supir ku tidak bisa menjemput hari ini. "Prilly........!!!!!!" Panggil seseorang dari belakangku dan sepertinya suara ini tidak asing "Prill, gimana keadaan kamu? Baik baik aja kan? Sorry banget kemaren langsung pergi gitu aja, buru buru banget prill soal nya bokap calling aku minta bantuan kemaren malem " Jelasnya panjang lebar, dasar si Ronald ayah nya dijadikan alasan untuk melarikan diri. Bilang saja bahwa memang dia pengecut tidak punya nyali. Aku hanya menaikan alis ku sembari menatap jalanan tanpa memandanginya

[NF] Us, Love and OddityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang