Capter 14
Ini kali kedua aku memeluknya disaat seperti ini, ya mungkin tidak bisa dibilang 'memeluk sepenuhnya' karna pada kenyataan ini hanya 'berpegangan lebih erat' . Meski begitu aku cukup bisa menguasai diri ku, memulai rileks pada tempat ku posisikan kepala ku dibalik punggungnya. Aku pun juga masih bisa mencium wangi parfume yang biasa dia pakai. Diposisi seperti ini tidak lebih dari 3 kali aku sudah bisa hafal bagaimana wangi parfumenya
"Hmm" aku berdeham karna mulai merasakan kebisuan diantara kami mulai membuat aku merasakan canggung, ku lihat dia dari spion dan kedua mata kami saling bertemu dari sorot matanya bisa terlihat dia ingin mengucapkan sesuatu
"Liat aja nanti" ujarnya penuh keyakinan, aku menyeringai serta menaikan sebelah alis ku.
Dia tidak ingin membawa ku ketempat yang...hmm menyeramkan kan??
"Tenang aja aku gabakalan ngajakin kamu ketempat yang engga engga" Tandasnya seolah menahu apa yang terbesit dari kepala ku.
Sekitar menghabiskan waktu dua puluh menit dengan kecepatan sedang saat berkendara kami sudah sampai tepat disebuah tempat yang kurasa tidak begitu asing, aku seperti familiar dengan tempat ini. Aku mencoba mengingat kapan terakhir aku menginjakan kaki ku ditempat ini.
Aku memutar bola mataku mengorek dalam ingatan ku selepas dari itu mata ku menemukan palang bernama yang membuat ku langsung ingat dengan tempat ini cafe us iya!! Ini tempat dimana aku menunggu Ali disaat dia...... hmm
"Cafe ini?" Gumam ku mematung didepan kaca transfaran yang mampu mengeksplor dalam cafe.
"Iya, aku yakin kamu ga asing sama cafe ini" sahut Ali setelah meletakan helm nya
"Tapi kenapa tempat ini?"
"Kenapa? Saat kejadian waktu itu ga bikin kamu trauma kesini kan?" Dia tersenyum ringan kearah ku, aku mengangguk pelan tak mau menjawab atau bahkan memperpanjang pembicaraa kami didepan cafe ini, sesingkat singkatnya aku hanya ingin mendengar penjelasan darinya
"Semoga aja ga ditinggalin lagi" celetuk ku tanpa pandangan yang mengarah padanya, aku dengar dengusan tawa kecil darinya. Mungkin dia fikir ini lucu.
"Yaudah dari pada disini terus jadi ikan panganggang karena sinar matahari mending sekarang masuk, disana bakal aku jelasin semuanya" tanpa menunggu jawaban dari ku dia langsung meraih pergelangan tangan ku lalu menariknya untuk masuk dengan bersejajar dengannya
Hummm aroma cafe ini tidak berubah, aroma khas cappucino terkadang tercium disini sangat kental dan dilindungi dengan aroma wewangian khas aromaterapi ruangan beserta beberapa pot bunga yang tertanam bunga lily menambah harumnya
Ali membawa ku pada sebuah meja yang ada segerumbul orang ohh bukan segerumbul terhitung mungkin lima orang dimeja nomor 12 dengan sofa yang dibentuk melingkar pada meja bulat ditengahnya
Begitu hampir sampai kami sudah disambut hangat oleh senyuman teman teman Ali yang dominan pada pria kecuali wanita yang......
"ALI!!!!!" Pekiknya langsung menghambur pelukan pada Ali yang baru sjaa berisyarat duduk disofa, aku sedikit melangkah mundur sesaat setelah wanita itu memeluk Ali dengan erat.
Dada ku tibatiba terasa nyeri detak jantung ku pun berdetak tidak karuan kaki ku membeku seolah tidak membiarkan ku untuk berlari kesegala arah lutut ku ngilu, aku memutar bola mataku dengan ketidak inginan melihat satu moment dimana membuat hati ku menjerit dan suasana menjadi terasa panas terasa dikulit ku
Aku merasa mata ku sekarang benar benar hangat setengah air sudah menumpuk di pelupuk mata ku.
Sabar Prilly, Jangan.... jangan menangis ku mohon, ini hanya sedikit dari sebagian banyak wanita yang mendekat dengan Ali kamu juga harus menyadari bahwa dirimu juga hanyalah 'teman'
KAMU SEDANG MEMBACA
[NF] Us, Love and Oddity
Teen FictionAku mencintai nya, mencintai segala ke anehan nya dan keanehan yang Tuhan telah ciptakan di antara kami berdua. Keanehan yang membuat cerita kami sempurna.
![[NF] Us, Love and Oddity](https://img.wattpad.com/cover/26202490-64-k785245.jpg)