Extrapart

13K 547 18
                                        

Prilly menelan ludah nya pahit, ia tahu pertengkaran ini bukan pertama kali nya ia alami selama pernikahan mereka berjalan hampir satu tahun.
Ada - ada saja yang memicu pertengkaran mereka entah karena sikap Ali yang menjengkelkan atau karena sikap nya yang terlalu sensitif
Akhir - akhir ini entah mengapa perasaan Prilly lebih sensitif bahkan cenderung manja, usia nya sudah beranjak 22 tahun . Itu arti nya dia harus semakin dewasa bukan?

Ia menggigit bibir bawah nya melihat Ali yang tengah tertidur pulas di sofa ruang tengah, ingin sekali rasa nya Prilly mendekat pada suami nya membelai wajah polos itu saat tertidur pelan dan mengajak nya untuk tidur di kamar . Tapi bukan Prilly nama nya jika gengsi itu tak ia telan.
Prilly masih pada posisi nya yang bersandar pada tiang pintu kamar sembari mata nya bergerilya memandangi wajah suami nya dari kejauhan.
Sudah beberapa jam dari pertengkaran mulut yang baru saja terjadi mereka memutuskan untuk tidak bicara satu sama lain, bukan keduanya tapi tepat nya adalah Prilly yang memutuskan untuk tidak ingin berbicara dahulu dengan Ali.

Awal dari pertengkaran itu di sebabkan sewaktu

*flashback*

Hari itu seorang gadis nampak berdiri gelisah dari kawasan Swana ia hanya mondar mandir di tempat dan seperti menunggu seseorang yang tak kunjung datang

"Kemana Ali? Ini sudah satu jam lewat dari perjanjian" Runtuk nya kembali duduk pada kursi taman .
Ya hari itu mereka berjanji untuk saling bertemu setelah Ali pulang dari kantor sekaligus mengontrol cafe nya dan Prilly yang pulang dari kampus. Mereka akan bertemu di taman sekitar Swana untuk merayakan hari jadi pernikahan mereka yang ke sepuluh bulan

"Cih!" Gerutu nya lagi saat menekan tombol nomor untuk menelphone Ali namun hasil nya nihil bukan nya Ali yang menjawab malah tersambung pada operator panggilan

"maaf nona, apa kursi ini kosong?" Seorang pria tersenyum tipis saat menanyakan hal itu pada Prilly.
prilly yang tersadar akan kedatangan seseorang langsung mengambil alih kesadaran nya dari berbagai macam pikiran aneh tentang keterlambatan Ali

"Umm, sebener nya saya lagi nunggu seseorang" Ujar Prilly ragu.

"Oh kalo begitu saya akan mencari tempat lain" Pria itu lagi - lagi tersenyum manis sambil memegangi beberapa novel milik nya, lihat!! Walaupun Prilly tahu pria itu sangat tampan namun ia masih menjaga sikap manis nya karena ia tahu bahwa ia sepenuh nya hanya milik Ali

Prilly kembali memperhatikan arlogi yang melingkar manis di tangan kiri nya lalu dengan cepat "Tu-tunggu! Kamu boleh duduk di sini, saya bakalan pergi" celah nya di saat pria itu sudah mulai beranjak dari posisi tempat nya berdiri

"Lalu kamu?"

"Seseorang itu kayanya ga akan datang" Air muka Prilly berubah sendu sehingga pria itu mengerutkan kening keheranan "Kalo kamu mau kita bisa duduk sama - sama disini" tawar pria itu dengan senyum tipis sambil menepuk - nepuk kursi kayu yang sekarang sudah ia duduki "sambil menunggu orang yang kamu tunggu" Sambung nya cepat sebelum Prilly berfikiran macam - macam

"Aaa-saya, maaf suami saya ga bakalan suka kalo istri nya duduk berdua sama cowo lain" Ungkap Prilly membuat pria itu terkejut, tentu saja Prilly masih muda dan sangat cantik namun sayang nya sudah memiliki suami

"Jadi, suami mu yang di tunggu? Maaf saya ga bermaksud untuk-" putus Pria itu di sambungi Prilly cepat

"gapapa, tadi nya kami mau merayakan hari jadi pernikahan kami tapi kaya nya dia datang terlambat. Saya fikir mungkin dia sudah dirumah" Prilly bercerita seraya membenarkan letak tas nya bersiap untuk pergi "kalo begitu saya permisi" Prilly mengambil langkah cepat .
Fiuh apakah benar Ali sudah dirumah? Tentu saja tidak! Lihat lah siapa yang berada di balik mobil berwarna silver yang terparkir sembarang di sisi taman?
Itu Ali!!

[NF] Us, Love and OddityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang