Chapter 24

10.2K 540 14
                                        

Chapter 24

Sedari tadi aku tak kuasa menahan kacau pikiranku , meskipun gelak tawa sesekali menggiringi perbicangan diantara kami

"Emm, aku ke toilet dulu ya" aku berdiri dari duduk ku dan memutuskan melangkah menuju toilet cafe ini

Aku menatap diri dari kaca toilet yang berbaris , mengambil air keran dan menampungnya dengan kedua telapak tangan ku untuk membasuh wajah yang aku rasa sudah sangat kusut

"Aahh kacau banget sih! Kenapa juga harus mikirin beginian, tau gini mending ga perlu nurutin Ali buat ikut" aku menggigit kecil kuku kuku jari ku

Tak lama dari itu terdengar suara derapan kaki berjalan yang baru saja keluar dari pintu toilet

"Loh Prilly?" Sapa seseorang dari belakang berhasil mengagetkan

"Eh?"

"Prilly temen Ali tadi kan?" Ujarnya memilih untuk lebih mendekat

"Iya" aku tersenyum mesam padanya

Yang benar saja, Bunga belum keluar dari toilet! Dan alhasil aku harus bertemu dengan nya ditoilet yang sama aku mengutuk diriku sendiri kenapa harus ketoilet dan bertemu dengan Bunga

Bukan maksudku membenci Bunga, aku hanya menghindar dari rasa iri dan nyeri dihati ketika melihat Bunga, Bunga selalu membuat ku teringat pada kejadian yang........... ahsudahlah!!

Bunga memberikan seulas senyumnya, senyum yang aku tau sangat tulus .

Aaaiiihh aku tidak boleh membenci wanita ini, bagaimana pun juga status ku dengannya sama hanya sebatas teman untuk Ali

Bunga mengeluarkan sebuah tas kecil dari dalam tas miliknya terlihat didalam tas kecil itu ada beberapa alat makeup yang mungkin biasa dia bawa kemana mana

Bunga mengoles lipgloss pada bibir tipisnya yang berwarna merah muda itu semakin menambah pesonanya

Hufff cowo mana yang gak mau sama bunga? Cantik, dan menarik bahkan terlihat pintar.

Rambutnya yang panjang bergerai serta senyum mautnya itu melihatnya saja aku sudah bisa menjamin banyak lelaki yang mengantri padanya . Bunga sangat terlihat jauh lebih Anggun

"Udah lama temenan sama Ali?" Ucap ku sambil memandangnya dari kaca

"Sekitar hampir 3 tahun sih Prill, makanya kami semua udah kaya sohib banget kamu sendiri? Udah lama kenal sama Ali" Bunga membuka suara membuat aku menoleh padanya "Iya kenal sama Ali" sambungnya seolah menau karena ekspressi wajah ku yang mungkin terlihat kaget

"Beberapa bulan yang lalu" sahut ku memainkan keran yang ada didepan

"Huh? Serius?" Bunga menghentikan aktifitasnya yang hanya ku balas dengan anggukan kecil

"Beruntung!!! Baru beberapa bulan udah sedekat itu sama Ali? Aku aja yang udah temenan hampir 3 tahun perlu usaha keras buat bikin tuh anak jadi gak kaku" oceh Bunga membuat ku menggernyit dahi.

Beruntung? Apa maksudnya beruntung? Apa sesulit itu untuk mendekati lelaki seperti Ali? Bukankah Ali sangat terlihat hyper? Lelaki seperti Ali biasanya memang gampang untuk dekat dengan siapa saja apalagi dengan sifat humorisnya

"Ma..maksudnya??"

"Aahh, aku tau! Pasti kamu fikir Ali kaya cowo lainnya, aku fikir dulu juga begitu sih Prill tapi setelah aku mulai kenal dia Ya Tuhan... anaknya kaku banget! Diajak senyum aja susah apalagi ketawa, itu anak emang susah kalo deket sana cewe dan kalo denger pengakuan dari kamu kayanya tuh anak berubah drastis! Ga biasanya Ali bisa deket sana cewe hanya dalam beberapa bulan, bahkan akhir akhir ini Ali suka senyum2 sendiri kaya orang lagi jatuh Cinta" Bunga mengucap kata 'cinta' dengan penuh penekanan sambil tersenyum jahil pada ku. Jujur saja dia membuat wajah ku panas pipi ku pun mungkin sekarang berwarna merah padam

"Jatuh Cinta??"

"Iya jatuh cinta, mungkin sama kamu karena disaat kamu hadir Ali lebih terlihat berbinar setiap harinya" aku menggeleng pelan sambil tertawa renyah, kalimat Bunga seperti lelucon ditelinga ku

"Kamu becanda, mana mungkin dia jatuh Cinta" aku tersenyum paksa padanya, ku lihat dia menggeleng pelan "Dia jatuh cinta Prill" dia menepuk bahu ku sekali lagi meyakinkan dengan ucapannya

"Aahh Bunga!! Kayanya pembicaraan kita sudah melampai hal selayaknya, kita terlalu berfikir jauh" ucap ku dengan tak henti mengubar senyum pesona ku padanya . Haahh!! memangnya dia saja yang bisa senyum penuh pesona

Aku dan Bunga kini sama sama diam sambil membenah penampilan dihadapan kaca, aku sendiri larut dalam fikiran ku yang melayang entah memikirkan apasaja

"Oh iya Prill" Aku menoleh pada Bunga, wajahnya serius sepertinya kami akan memulai pembicaraan panjang kembali "maaf soal waktu itu" dia menghentikan aktifitasnya lalu menghadap ku meraih tangan ku dengan genggaman yang ku rasa sebagai tanda pertemanan kami

"Soal apa?"

"Aku hancurin acara kencan kalian" dia menunduk dan melepaskan genggaman tangan kami "So sorry! Aku sama Ali itu udah kaya sodara, setiap kali ada masalah aku selalu cerita sama dia entah kenapa setiap kali cerita sama dia aku lebih bisa tenang Prill, dan masalah ku menemukan solusi memang terlihat berlebihan. Kemarin aku....."

"Diputusin cowo kamu dan ditinggalin dipinggir jalan? Lalu kamu nelpon Ali untuk menenangkan" Aku menyambung kalimatnya, ku lihat dia terdiam dan sedikit tak percaya mungkin dia kaget karna aku mengetahuinya.

Bukan paranormal atau pembaca fikiran orang aku hanya tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka yang sedikit mengungkit masalah itu

"Kamu tau?" Dia mengkerutkan dahi, aku mengangguk dan memperjelas bahwa Ali lah yang menjelaskan pada ku.

"Aku cuma temenan kok sama Ali, so apapun yang terjadi antara kamu dan Ali aku ga pernah keberatan kalian lebih lama saling mengenalkan? Relax lah, aku cuma sedikit kasih pelajaran untuk Ali"

"Pelajaran??" Dia mengulang kalimat ku dan aku kembali mengangguk "Aih Prill!! Otak kamu encer juga! Haha pelajaran kamu boleh juga dan aku akui berhasil berjalan mulus! Kamu bikin Ali tiap hari nelpon aku cerita tentang betapa sulitnya dia ketemu sama kamu! Dia jaya orang gila Prill masa iya tiap hari kaya orang ngigo gitu bentar bentar diajak bicara diem tau fikiran nya entah kemana, bentar bentar ketawa ketiwi kaya orang stress tau gak!" Oceh Bunga berhasil membuat ku tertawa

"Hmmm kayanya kita bisa jadi teman baik!" Dia mengulurkan tangannya kepada ku "Teman!" Jawab ku seraya menyambut uluran tangannya.

"Kayanya kita udah lama disini? Oke kita keluar sekarang" Bunga memperhatikan arlogi yang melingkar dipergelangan tangannya, aku pun mengiyakan ajakan nya dan kami keluar dari toilet secara bersamaan

Aku mulai tertawa kembali saat Bunga meceritakan hal hal lucu ketika akhir2 ini aku menghindar dari Ali .

Dari kejauhan aku lihat Ali menggernyitkan dahi ketika pandangan ku dengannya bertemu,mungkin dia sedikit bingung melihat tingkah ku dan Bunga yang tertawa bersama dan terlihat akrab

Huaaaahh!! Maap maap kata yee >.<
Ya ampun!! Udah lupa kapan terakhir kali lanjutin ni story kemarin setahun kali ya? *ehh hahaha maklum kemarin kemarin sibuk selama seminggu alhasil baru bisa next
Dan karena gamau kecewain kalian #ceilaah aku tulis story ini dalam keadaan kurang fokus jadi mohon maklum kalo banyak typo dan ga dapet feel nya besok besok insyaAllah sebisa mungkin diperbaiki ^^
Keep support me!! Dan jangan lupa vote terus dan commentnya sebisa mungkin, vote dan comment kalian bikin tambah semangatttt cayoooooooo!!!!!
Pelukcium #nissa ^o^

[NF] Us, Love and OddityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang