Chapter 26

5.8K 487 46
                                        

    Ini seperti sebuah mimpi buruk di siang bolong, sesak dan menyakitkan!! Ya itulah kata yang pas untuk mendeskripsikan perasaan ku kali ini.
Aku memang tidak menangis sesegukan atau histeris, tapi air mata ku tidak berhenti menjatuhi tangan ku yang mulai bergemetar .
Guntur, pemuda di sebelah ku berkali kali menenang kan ku, berkata bahwa semua akan baik baik saja tapi bagai mana menurut kalian? Siapa yang tidak benci dan sakit melihat pria kalian---" Aku tidak ingin mengungkit itu.

"Prill" Suara itu berhasil memecahkan keheningan selama perjalanan kami . Aku hanya diam tanpa menoleh ke arah nya "A-aku bener bener ga tau ada hubungan apa di antara mereka, dan ini di luar pemiki-"

"Apa itu yang nama nya sahabat?" Sambar ku mulai tak tenang "Apa sahabat yang ciuman sama sahabat nya sendiri itu hal yang lumrah??" Bibir ku kelu, badan ku bergetar menahan isakan tangis "Aku- aku ga habis fikir sama Ali" Ia menepikan mobil nya , tangan nya membelai pucuk kepala ku untuk memberi ketenangan.

"Prill, Ali sama Bunga ga lebih dari sekedar sahabat dan mereka ga pernah sama sekali nunjukin kedekatan mereka yang lebih kaya tadi, ini pasti ada yang terjadi sama Bunga, dia ga pernah kaya gini" Guntur menghela nafas nya, meski tidak melihat aku yakin saat ini wajah nya menyiratkan kekecewaan terhadap kedua sahabat nya itu.
Aku hanya menatap kosong jalanan aspal yang sudah basah karena tetesan air hujan itu dan tampak sekilas sebuah mobil melaju mendahului mobil yang aku tumpangi ini .
Tampak familiar, dan seperti nya aku mengenali mobil itu "Itu kan mobil nya Ali??" Seru Guntur mempertajam pengelihatan nya dan berhasil membuat ku menoleh pada nya lalu ke arah mobil yang sudah menjauh itu secara bergantian . Benar saja, Guntur sependapat dengan ku itu adalah mobil Ali

"A-ali? Kemana Dia? Apa dia sama Bunga?" Ucap ku teraga aga sekejur tubuh ku semakib terasa kaku jika memang mobil Ali melaju bersama Bunga lalu apa yang mereka lakukan? Kemana mereka?
"Kita harus ikutin mobil itu!!" Guntur menancap gas mengimbangi mobil yang melaju cepat di depan nya . Rasa sesak di dada ku terganti kan dengan rasa penasaran sekaligus khawatiran sebenar nya apa yang terjadi? Problema ini membuat ku muak!!
Aku tak yakin setelah mengejar mobil Ali itu hati ku tidak akan semakin di buat sakit.

"Prill! Kamu tunggu di sini! Kaya nya Ali bikin hal gila" Guntur menuruni mobil nya menembus hujan yang deras . Hati ku semakin bergemuruh mendengar ucapan nya 'Ali membuat hal gila'. Aku mengedarkan seluruh pandangan ku, jalanan ini sepi, tidak ada kendaraan yang berlalu lalang atau pun berhenti tapi- Tunggu! Apa yang terjadi di pondok kecil itu? Pondok kecil yang dahulu seingat ku adalah pondok yang di tongkrongi lelaki berseragam baju SMA dan salah satu dari mereka beradu jotos dengan Ali, tepat nya karena Ali melindungi ku dari lelaki yang menggoda ku waktu itu.
Mata ku membulat lebar ketika memperhatikan satu satu nya wanita di sana, wanita berambut panjang, berperawakan ideal dan kulit putih yang setau ku itu adalah Bunga.
Dengan hati yang gusar aku segera menyusul ke arah kerumunan lelaki itu.

"Guntur!!!" Panggil ku saat Guntur mencoba memisahkan dua lelaki yang terlibat baku hantam dan itu adalah Ali , Ali? Apalagi yang di perbuat nya
"P-Prilly? Prill mendingan kamu tunggu di mobil Prill"

"Engga, ini ga bisa di biarin ada apa sama mereka!?" Aku berusaha berteriak mengingat suara ku tak mudah di dengar karena beriringan dengan suara hujan. Aku semakin tak tega melihat Ali yang mulai mengucurkan darah di kening nya, "Guntur!! Ini kenap Guntur!! Apa yang terjadi" Sebelum Guntur menjawab pertanyaan ku dia lebih dahulu menghantam pemuda lain yang ingin menerjang Ali dengan kaki nya. Keroyokan? Delapan di banding dua itu tidak adil, aku semakin menangis memperhatikan mereka yang berkelahi tanpa menyelesaikan masalah terlebih aku tidak dapat berbuat apa - apa.
Dan Bunga? Gadis itu hanya menangis tanpa bersuara menatap kosong ujung sepatu nya . Seperti gadis kehilangan akal, aku berani bersumpah ini semua terjadi karena nya . "Bunga!! Lo bilang sama gue apa yang terjadi!!!" Aku meraih kedua lengan nya "Bunga!! Gue yakin lo penyebab dari semua ini kan!??? Lo liat mereka sekarang!?? Dan lo cuma bisa diam tanpa berkutik!!!" Aku menggoyang kan tubuh nya "Jawab gue!! Jawab gue!!" Bunga hanya diam tanpa mengubah posisi nya meski sekarang tangisan nya semakin menjadi .

[NF] Us, Love and OddityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang