Chapter 26

13.8K 511 11
                                        

Chapter 26

    Segumpal awan senja berwarna kekuning kuningan mulai berjalan beriringan, menyisakan sedikit kilauan oranye di atas genangan air yang terkumpul diaspal

Perlahan tapi pasti, Ali memarkinkan motornya digarasi rumah.

Dia masuk dengan tetap tidak menghilangkan senyum diwajahnya

"Mah...???" Suaranya menggema ketika memanggil sosok yang ia rindukan hari ini, namun tidak ada jawaban

"Mah??" Panggilnya lagi sambil mengetuk pintu kamar itu dan masih tidak mendapat jawaban, Ali mulai panik. Dibukanya pintu kamar itu tapi hasilnya nihil, ia tidak menemukan sosok yang ia cari pembantunya yang biasa langsung mendatangi nya pun tidak terlihat

"Astaga! Dimana mamah?" Ali mulai mencari dengan gelisah disegala sudut rumah, toilet, dapur, ruang tamu halaman depan dan belakang namun hasilnya tetap sama

"Mah?? Mamah??? Aahh shit!! Jangan jangan si bajingan itu yang......."

"Ibu, ibu istirahat dulu yaa hari sudah mulai sore ada baiknya ibu segera beristirahat" suara itu terdengar dari balik pintu masuk yaa itu suara pembantu Ali beserta Mamahnya yang duduk dikursi roda sambil didorong pelan

"Mamah!?" Ali terhentak dengan cepat ia mendekat dan memeluk tubuh lemah itu "Mamah dari mana aja? Ali khawatir! Ali takut mamah kenapa kenapa" ujar Ali masih memeluk tubuh lemah itu setengah membungkuk

"Maaf den Ali, tadi bibi mau kesupermarket gatega liat Ibu sendirian , Ibu juga sepertinya ingin jalan jalan jadi sekalian saya ajak keliling den, sekali lagi bibi minta maaf" Ucap bibi itu penuh penyesalan, Ali mengusap wajahnya yang sudah hampir menanfis panik karena hampir tidak menemukan Mamahnya

"Yaudah syukurlah kalo begitu, tapi lain kali kalo mau ngajakin Mamah bilang dulu sama saya ya bi, biar saya ga panik carinya. Sekarang bibi lanjutin pekerjaan biar saya yang anter Mamah kekamar" pinta Ali dan diakhiri anggukan bi Uwi pembantunya namun sebelum bi Uwi pergi tibatiba Ali memanggilnya kembali

"Apa si brensek itu datang?" Tanya Ali membuat Bi Uwi menggernyit dahi bingung

"Brengsek?" Ulang si bibi penuh kalimat pertanyaan

"Iya si brengsek itu" Ali mengulang lagi dengan penuh penekanan rahangnya mengeras jika membahas soal laki laki itu namun tidak dengan Syully Ibunda Ali, wanita yang terduduk lemah dikursi roda itu langsung menggenggam tangan Ali meredamkan amarah Ali saat menegaskan kata 'brengsek' itu

"Dia bukan Papah Ali Mah, ada bi?" Ali kembali berlanjut menanyakan pada bi Uwi yang sepertinya mulai paham

"Hmmm tadi sepertinya Bapa sudah pulang dan pergi lagi hanya beberapa menit beliau kembali, itupun Bapa belum sempat bertemu dengan Ibu, kalau begitu saya permisi dulu den" pamit bi Uwi sopan, bibirnya kelu saat menjelaskan itu takut... takut jika Ali marah kembali

Ali pun bernafas lega, dia kembali kenggiring Syully Ibunda nys kearah lift khusus yang sudah dirancang dipertengahan tangga kiri dan kanan untuk mencapai lantai dua, karena tidak mungking jika Ali menggiring Syully dengan kursi roda melalui tangga


"Ali hampir mendapatkan sosok seperti Mamah" ujar Ali setelah membersihkan dirinya dikamar dan sekarang Ali sudah berada dikamar Syully menyuapi Syully dengan bubur untuk makan malamnya

"Dia cantik, baik, pengertian, dan.... entah kenapa Ali merasa nyaman sama dia" Ali tertawa ringan mengingat hal ini sudah sering ia ceritakan pada Syully "Mamah pasti bosen dengerin Ali curhat tentang dia? Apa Mamah mau lihat dia langsung?" Tanya Ali lagi sambil menyendoki bubur. Terlihat Syully mengangguk senang antusias mendengar bahwa Ali putra kesayangannya itu telah jatuh Cinta, dan dia segera ingin melihat wanita mana yang sudah membuat Ali jatuh hati

"Nanti, sampai waktu yang tepat Mamah akan bisa nilai sendiri orangnya tanpa perlu Ali jelaskan" ungkap Ali lagi sambil menyendoki bubur terakhir untuk Syully "sudah selesai... sekarang Mamah istirahat yaa Ali juga mau kekamar" Ali segera membantu Syully untuk berbaring ditempat tidur nya , mencium pucuk kepala wanita lemah itu lalu mulai beranjak kembali kekamarnya

Ali menghempaskan tubuhnya ditempat tidur beralaskan sprei barca kegemarannya, dia kembali bangun dan mengambil gitar setelah itu duduk dibalkon kamar, Beriringan dengan hembusan angin malam ia memetik gitarnya memberikan alunan alunan nada indah dari gitar dan nyanyian yang ia senandung kan.

"Apa terlalu cepat kalo gue merasa sayang sama Prilly? Apa salah kalau gue punya perasaan aneh yang suka timbul kalo gue deket sama dia? Apa ini yang namanya jatuh Cinta? Aahh damn! Bahkan gue baru kenal dia beberapa bulan, kalo gue ungkapan dalam waktu dekat ini bukan ga mungkin Prilly bakalan nolak gue... Semoga hal itu datang tepat pada waktuny hhfff Cinta.. Cinta.. parah juga ternyata bisa bikin gue kayagini" gerutunya sendiri sambil terus memetik gitar dan melihat kearah langit luas

Prilly terlihat duduk termenung disofa balkon nya, rambut bergerai coklat sebahu sedikit berterbangan mengikuti arah angin, dadanya naik turun menghirup udara angin malam yang menyejukan

"Bukan ga mungkin  kalo gue punya rasa sama Ali, gue akui gue cemburu, gue iri sekaligus sebal setiap melihat keakraban dia sama Bunga atau sama siapapun. Ali cowo yang baik, bahkan sangat menghargai cewe, mana mungkin gue bisa lupa semua tingkah nya ke gue!! Aiihh Prilly Prilly bisa bisanya berfikir untuk jatuh Cinta sama Ali, apa Ali punya rasa yang sama? Entahlah, gue cuma bisa nunggu kapan waktu itu akan datang" Ungkap Prilly berdiri lalu merentangkan tangannya keudara membiarkan angin memeluk seluruh tubuhnya.

Hatinya kembali bergetar, menyalurkan beberapa energi positif saat bayangan sosok Ali terlintas dibenaknya dia tersenyum.

Diheningnya malam mencerna fikiran nya tentang perasaan yang ia rasakan.

Ditempat yang sama dengan jarak yang memisahkan, malam itu seketika terlihat bintang jatuh melintas diatas langit .

Dengan sigap memejamkan mata dan menuai harapan mereka dengan harapan yang sama


Gimana sih?? ^o^ gajelas banget pasti!! Wkwkwk aw aw aw tapi lumayan cepet kan next nya? Ya walaupun masih pendek, udah liburan masih aja ni otak ngeledek mulu syaraf nya susah nyambung bikin kata kata yang bagus dan nyaman dicerna yailaahh dicerna? Macam makanan ajaa >.<
Aahh yasudah lah~
Thanks untuk beberapa comment nyooo, jangan lupa comment lagi ^^ hahaha ga bosen kok terima comment kalian daannn jangan lupa vote yooo
Makassssiiiihhhh

[NF] Us, Love and OddityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang