40. Terbuai Lagi

15K 1.2K 514
                                        

halo luvvie aku update lagi🥺❤️

btw vote dan komentnya jangan lupa ya!
dipart ini silahkan koment sebanyak-banyaknya, aku yakin kalian bakalan katain Ryan dengan kelakuannya 😭😭

CALL ME KAK WIN/WIN, NOT AUTHOR 😐

‼️ don't be a silent readers ‼️

• • • • •

40. Terbuai Lagi

• • • • •


Sasya memandangi Ryan dan teman-temannya yang sedang berdiri di depan mereka, masing-masing duduk di atas motor mereka. Ia merasa bingung dan heran melihat keberadaan mereka di tempat itu. "Kalian, kok ada di sini?" Tanyanya dengan tatapan penuh kebingungan.

Cio, salah satu teman Ryan, menjawab dengan santai, "Kan semalam kita nginep di rumah Ryan, Sya."

Sasya hanya mengangguk pelan, menerima penjelasan itu tanpa banyak bicara. Ia tersenyum ke arah Ryan, yang juga membalas senyumnya dengan lembut. Momen singkat itu terganggu oleh suara Ryan yang menyuruhnya naik ke motor. "Cepetan naik," Serunya.

Namun, sebelum Sasya sempat naik, sebuah suara memanggil nama Ryan dari kejauhan. "KAK RYAN!" Teriak seorang gadis berkacamata yang ternyata adalah Callin. Callin berjalan mendekati Ryan sambil melambaikan tangan dengan ceria.

Ryan terkejut melihat Callin di sana. Ia segera turun dari motornya dan menatap Callin dengan penuh keheranan. "Callin?"

Callin mengangguk sambil tersenyum. "Pagi, Kak Ryan," Sapanya ramah.

Keadaan menjadi canggung. Teman-teman Ryan saling melempar pandangan aneh, bingung dengan kehadiran gadis asing itu. Sasya, di sisi lain, menatap Ryan dan Callin dengan ekspresi sinis, menahan perasaan cemburu yang mulai merayap di hatinya.

Ryan berusaha tetap tenang meski merasa canggung. "Pagi juga, kok bisa ada di sini?" Tanyanya, masih heran.

Callin tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Kan aku bilang rumah kita gak jauh, Kak. Aku ke sini mau kasih Kak Ryan bekal. Aku buatin nasi goreng," Ujarnya sambil menyerahkan kotak makan kepada Ryan.

Ryan mengambil kotak itu dengan senyuman tipis. "Makasih ya," Ucapnya.

"Semangat sekolahnya, Kak Ryan!" Seru Callin dengan suara ceria sebelum berpamitan. "Udah kesiangan nih, aku pamit dulu ya, Kak."

Ryan hanya membalasnya dengan senyuman. Setelah Callin pergi, ia menoleh ke belakang, menyadari tatapan teman-temannya yang penuh tanda tanya, serta ekspresi Sasya yang jelas menunjukkan rasa cemburu.

Ryan kembali menaiki motornya dan mencoba menjelaskan. "Dia bukan siapa-siapa."

Sasya memanyunkan bibirnya. "Bukan siapa-siapa tapi ngasih My Pookie bekal?"

Ryan menghela napas dan menyerahkan kotak makan itu kepada Haikal. "Ambil."

Haikal menerima kotak itu dengan senang hati. "Buat gua nih?"

"Iya," Sahut Ryan.

Ryan kemudian menatap Sasya yang masih memasang wajah cemberut. "Naik, mau sekolah gak?"

Sasya mengangguk pelan dan naik ke motor Ryan. Mereka pun melaju menuju sekolah, meninggalkan pagi yang penuh kejadian tak terduga itu di belakang mereka.

-RS-

Sesampainya di sekolah, Sasya terus berjalan tanpa berkata sepatah kata pun kepada Ryan. Bahkan ketika Ryan mencoba mengajaknya bicara, Sasya tetap diam dan hanya berjalan lurus menuju kelasnya. Ia memasuki kelas tanpa melihat ke belakang, meninggalkan Ryan yang kebingungan.

RASYA [ Sudah Terbit ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang