4. AGAIN

1.8K 20 2
                                    

"Mama terlalu banyak nge farming aku dengan kata durhaka, padahal orang tua bukanlah manusia suci. Dan gak sedikit mental ku yang hancur karna ucapan dan perlakuan mama."
-Fina
🍂

Hari minggu adalah hari yang paling di sukai oleh banyak orang tapi itu tidak berlaku untuk Fina. Dia sangat membenci hari minggu di saat cafe tutup yang membuatnya harus bertemu dengan manusia menyebalkan.

"Mana duit?" Tanya seseorang.

Fina memutar bola matanya malas saat harus bertemu dengan wanita yang melahirkannya. Orang menyebalkan yang di benci Fina. Isti, nama ibu dari Fina berdiri di depannya seraya mengacungkan tangan.

"Gak ada uang." Balas Fina.

"Ckk gak ada uang mulu. Ntar mama ganti."

"Udah di bilangin, aku gak punya uang."

Isti mendengus kasar memasuki kamar Fina mengobrak abrik tas Fina berharap bisa menemukan sebuah dompet.

"Makin hari makin kurang ajar aja nih ma."

"Kamu yang kurang ajar. Harusnya jadi anak harus bisa bales budi, udah di besarin malah gak tau diri."

"Kalau bisa ngulang waktu aku juga gak mau jadi anak mama."

"Dan mama juga kalau bisa ngulang waktu juga bakalan gak mau punya anak pelit kayak kamu."

Fina mendengus kasar. "Fine. Aku bakalan kasih uang tapi nanti malam, karna gajian aku masuk nya malam."

Isti langsung tersenyum lebar mengelus rambut Fina. "Gitu dong. Ngelawan orangtua itu gak baik loh. Durhaka."

"Durhaka?" Tanya Fina marah. "Mama terlalu banyak nge farming aku dengan kata durhaka, padahal orang tua bukanlah manusia suci. Dan gak sedikit mental ku yang hancur karna ucapan dan perlakuan mama."

"Terserah. Pokoknya kasih uangnya nanti jangan besok."

Isti bergegas pergi meninggalkan Fina yang termenung karna ketidakpedulian seorang ibu pada anaknya.

***

Seorang lelaki baru saja keluar dari mobilnya saat sudah sampai di pelataran bar. Satpam yang melihatnya langsung berlari memarkirkan mobil lelaki tersebut.

"Tungguin gue Lang." Ujar Kevin.

Ya, lelaki itu adalah Elang Danuarta. Mereka sering ke bar pada hari minggu hanya untuk bersenang-senang. Yaiyalah emang mau ngapain lagi thor?

"Makanya jalan jangan kayak siput." Sahut Jivon menonyor kepala Kevin.

Kevin langsung memberengut kesal merasa tatanan rambutnya rusak. "Gak main fisik juga kali."

"Gik miin fisik jigi kili." Tiru Jivon.

Kevin mendengus kesal membuat Elang menoyor kepala mereka berdua. "Stop it."

Jivon dan Kevin sontak diam membuat Elang langsung merangkulnya.

"Seperti biasa, gue tunggu di room."

ME OR US Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang