18

51 0 0
                                        

Sepertinya hari ini pun Eve tak sengaja terlelap saat memandangi gorden dengan pikiran kosong. Kain tipis berwarna krem itu bergerak perlahan tertiup angin dari celah jendela yang sedikit terbuka, menari-nari dengan ritme tak beraturan layaknya pikiran Eve yang kacau. Mau bagaimana lagi, dia sendiri juga tak tahu harus melakukan apa selain menjaga dirinya dengan rantai yang juga membatasinya. Ironis memang, tapi hanya itu satu-satunya yang bisa ia lakukan daripada hanya diam dan terlarut dalam ketidakpastian yang menggerogoti jiwanya.


Dinginnya besi rantai yang melingkari pergelangan tangannya seolah mengingatkan Eve akan posisinya saat ini—terkurung, terbatas, namun anehnya aman. Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan yang telah menjadi "rumahnya" selama beberapa hari terakhir.


Setidaknya, ia bisa menjamin keadaannya di sini aman dan tenteram. Kamar luas dengan dinding bercat putih gading, lantai marmer yang berkilau tertimpa cahaya lampu kristal di langit-langit, serta ranjang empuk berlapis seprai satin berwarna biru muda membuat fisiknya tak kekurangan. Kebersihan ruangan yang selalu terjaga, serta makanan lezat yang datang tepat waktu tidak akan membuatnya khawatir jika ada kemungkinan ia akan dikurung di sini berminggu-minggu. Tapi jiwa dan hatinya—itu cerita lain.


Dan sekarang sudah tiga hari berlalu, dengan dirinya yang terkadang merutuki kenyamanan dan ketidaknyamanannya. Setiap pagi ia terbangun dengan harapan kosong, menunggu saat-saat di mana ia bisa bebas dari kurungan mewah ini. Tentunya hal yang membuatnya tak nyaman adalah Natsushiro yang sangat keras kepala untuk mengajaknya 'bicara'. Pemuda dengan setelan rapi dan tatapan tajam penuh ambisi itu datang setiap jam makan bersama pelayan yang mengantar makanan. Langkah-langkah tegasnya selalu menggema di lantai kamar, membuat Eve merasa terintimidasi meski ia tak ingin mengakuinya.


Jika sudah begitu, maka Eve tak punya pilihan selain mengancam pemuda itu dengan menyabet rantainya. Suara gemerincing logam beradu memenuhi ruangan saat Eve mengayunkan rantai itu dengan tatapan penuh amarah, membuat Natsushiro terpaksa mundur beberapa langkah. Tapi seiring berjalannya waktu, Natsushiro mendapat jalan keluar untuk menamengi diri dengan bodyguardnya. Sehingga Eve jadi tega tak tega untuk menyerang agar mereka tidak mendekat. Setiap kali ia mengayunkan rantainya, matanya akan menangkap tatapan kosong para bodyguard itu, membuatnya merasa tak sampai hati.


Langit senja yang kemerahan mulai mengintip dari balik tirai jendela, mengingatkan Eve bahwa waktu makan malam segera tiba. Dan pada makan malam hari ini pun, Natsushiro pasti akan datang lagi dan merusak kedamaiannya. Membayangkan wajah angkuh pemuda itu membuat perut Eve terasa mual. Bualan apalagi yang akan pemuda itu katakan nanti? Janji-janji manis tentang kebebasan? Atau gertakan halus yang dibungkus dalam kalimat diplomatis? Eve hanya harus membuat pemuda itu menyerah menghasutnya, meski ia tahu itu tidak mudah. Natsushiro bukan tipe orang yang mudah menyerah.


Meraih bantal di dekatnya, Eve memeluk bantal erat hingga buku-buku jarinya memutih dan duduk meringkuk. Kehangatan bantal berbulu angsa itu jauh dari cukup untuk mengusir dingin yang merayapi tulang belakangnya. Pikirannya melayang, memikirkan bagaimana kabar Sou di luar sana. Sosok pemuda dengan senyum hangat dan tatapan lembut itu selalu berhasil menenangkan Eve bahkan hanya dalam bayangan.


Apa yang kira-kira pemuda itu lakukan selama 3 hari ini? Apakah ia masih mengerjakan tugas kuliahnya dengan tekun di sudut kafe favoritnya? Apa dia masih menikmati secangkir kopi hitam tanpa gula kesukaannya saat matahari terbit? Apa pemuda itu masih mengira dia dirawat di rumah dan sedikit risau karena teleponnya tak diangkat? Eve membayangkan Sou yang mungkin berkali-kali melirik ponselnya, menunggu kabar, dengan kening berkerut khawatir.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 27, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Outsider || SouEveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang