-04. Mengembalikan Buku

2.6K 304 62
                                        

Bismillah... Assalamualaikum

Sebelum membaca ini, kalian sudah shalat? Sudah ngaji?

Kalau belum, dikerjakan dulu, ya.

Silakan ambil hal baik sebanyak apapun dari tulisan saya, tapi tolong buang yang buruknya.

Jangan segan untuk menegur saya jika saya keliru dan melampaui batas. Terimakasih:)

Karena Galen mengatakan akan menjemputnya pukul sepuluh, Hanum sudah mempersiapkan dirinya sejak pagi, tidak lupa dia juga setoran hafalan terlebih dulu kepada Ustazah Elma

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Karena Galen mengatakan akan menjemputnya pukul sepuluh, Hanum sudah mempersiapkan dirinya sejak pagi, tidak lupa dia juga setoran hafalan terlebih dulu kepada Ustazah Elma.

Beberapa barang penting sudah Hanum masukan ke ransel mini ber-logo chanel miliknya. Terakhir, gadis itu meraih sebuah buku yang sempat ia taruh di atas tempat tidur tadi. Matanya menatap lekat buku tersebut kemudian menghela napas panjang.

"Makasih sudah menjadi jalan aku untuk pulang, makasih udah nemenin proses hijrah aku. Sekarang, saatnya kamu balik ke tangan pemilik kamu, huhuuu ...." katakanlah Hanum lebay, akan tetapi rasanya dia benar-benar berat untuk melepaskan buku yang sudah membantu proses hijrahnya tersebut.

Tidak bisa berlama-lama menikmati moment perpisahan tersebut, Hanum segera keluar dari asrama menuju Ndalem. Salah satu abdi Ndalem tadi mengatakan bahwa dirinya dipanggil oleh Kyai Zafar, sekalian dia ingin mengembalikan buku milik Gus Alif dan mengambil ponselnya yang disita Ustazah Elma nanti.

Kamar asrama yang Hanum dan Ning Alisha tinggali bisa dibilang cukup dekat dengan Ndalem, hanya terhalang dua gazebo saja, maka dari itu Hanum juga sering bolak-balik Ndalem menemani Ning Alisha walaupun, dirinya bukanlah abdi Ndalem.

"Assalamualaikum, Ummi." Hanum berseru mengucap salam tat kala mendapati Ummi Salamah tengah berkutat di dapur, sepertinya sedang membuat kue, terbukti dengan loyang-loyang yang sudah terisi adonan---siap dimasukan ke dalam oven.

"Wa'alaikumussalam. Eh, Hanum?" sapa Ummi Salamah diikuti senyuman lembutnya.

Hanum berjalan menghampiri wanita paruh baya tersebut untuk kemudian mencium punggung tangannya.

"Ummi, Pak Kyai, ada? Tadi katanya Hanum dipanggil sama Pak Kyai."

Ummi Salamah terlihat mengangguk. "Ada di ruang tamu, lagi ngobrol sama Gus Alif. Barengan Ummi saja ke sananya, Ummi masukan ini ke oven dulu. Hanum tunggu sebentar ya, Nak."

Hanum manut saja. Dia sempat menawarkan bantuan kepada Ummi Salamah namun, wanita itu menolaknya dengan halus.

Usai memasukan dua loyang ke dalam oven, Ummi Salamah membawa Hanum menuju ruang tamu, yang mana sudah ada Kyai Zafar dan Gus Alif di sana. Ning Alisha? Dia ada kuliah pagi dan sudah berangkat sejak pukul tujuh tadi.

Ummi Salamah dan Hanum kompak mengucap salam, yang dibalas dengan kompak juga oleh Kyai Zafar dan Gus Alif.

"Oalah sudah siap-siap rupanya," ucap Kyai Zafar tat kala melihat penampilan Hanum yang sudah sangat rapih serta sebuah tas berada di gendongannya. Omong-omong soal tas, saat berjalan menyusuri koridor tadi, Hanum menjadi pusat perhatian sebab---lagi dan lagi---barang brandid yang melekat di tubuhnya. Apple watch, tas chanel, dan sepatu balenciaga cukup untuk membuat banyak pasang mata terpusat padanya. Termasuk Gus Alif yang benar-benar dibuat gagal fokus oleh barang-barang yang gadis itu kenakan.

Hijrah CintaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang