-02. Perkara Sendal Jepit

2.9K 334 44
                                        

Bismillah...

Sebelum membaca ini, kalian sudah shalat? Sudah ngaji?

Kalau belum, dikerjakan dulu, ya.

Silakan ambil hal baik sebanyak apapun dari tulisan saya, tapi tolong buang yang buruknya. Jangan segan untuk menegur saya jika saya keliru dan melampaui batas. Terimakasih:)

"Bagaimana dengan pesantren Al-Kahfi? Buya Ahmed sehat 'kan?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Bagaimana dengan pesantren Al-Kahfi? Buya Ahmed sehat 'kan?"

Pertanyaan dari Kiyai Zafar dibalas putranya dengan anggukkan pelan. "Buya titip salam buat Abi," katanya.

Kyai Zafar mengangguk, membalas salam tersebut dengan senyuman lembut. "Terus, hubungan kamu sama Ning Zahra bagaimana, Mas?" tanyanya lagi.

Untuk pertanyaan kali ini, Kyai Zafar tidak langsung mendapatkan jawaban, yang ia dengar hanyalah helaan napas dari pria muda yang sedang duduk di sofa berhadapan dengannya tersebut.

"Ada masalah, Mas?" Ummi Salamah menyentuh pelan pundak putranya. Ning Alisha juga ikut bingung melihat wajah suram saudara laki-lakinya tersebut.

"Ning Zahra berniat melanjutkan pendidikannya di Mesir, Ummi." ketiga orang yang sejak tadi menantikan jawabannya lantas dibuat terkejut dan saling melempar pandang.

"Mas Alif mau nunggu?" tanya Ning Alisha kemudian.

Muhammad Alif Al-Hafiz tampak menggelengkan kepalanya pelan. "Mas udah batalin pertunangan Mas sama Ning Zahra. Maaf, Abi, tapi Alif gak bisa nunggu Ning Zahra."

Kyai Zafar mengangguk-anggukkan kepalanya, dia cukup faham dengan kegelisahan putranya. "Gak papa. Sudah dibicarakan dengan keluarga Ning Zahra 'kan?"

"Sudah, Abi."

"Ya sudah kalau begitu. Nanti kalau ada kesempatan bertemu Buya Ahmed, Abi juga akan bicarakan lagi soal ini."

"Abi, gak marah?"

Kyai Zafar tertawa. "Mas, terlepas dari doa dan ikhtiar, yang namanya takaran manusia itu sudah ada yang mengatur, jodoh juga termasuk dalam takaran tersebut. Dan mungkin, Ning Zahra bukan takaran yang Sang Pencipta persiapkan untuk Mas Alif. Kalau belum jodohnya ya masa mau dipaksa."

Gus Alif bernapas lega mendengar jawaban abi-nya. Akan tetapi, dia bisa merasakan raut wajah adiknya yang tidak mengenakan. Tatapannya beralih pada gadis cantik yang duduk berdampingan dengan Kyai Zafar tersebut.

"Dek!"

"Iya?"

"Kenapa?"

Ada jeda sebelum Ning Alisha membalas tatapan Gus Alif dan kemudian berujar, "kalau Gus Alif gagal nikah, itu artinya pernikahan Alisha juga ditunda."

"Loh, kenapa harus ditunda? Mas gak papa kalau mau kamu langkahi, Dek," balas Gus Alif.

"Gak mau, Mas. Alisha 'kan udah bilang, Alisha bakal nikah setelah Mas Alif punya istri. Biar ada yang gantiin Alisha buat jagain Ummi sama Abi."

Hijrah CintaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang