-05. Bertahan Sedikit Lagi, ya?

2.8K 307 23
                                        

Bismillah... Assalamualaikum

Sebelum membaca ini, kalian sudah shalat? Sudah ngaji?

Kalau belum, dikerjakan dulu, ya.

Silakan ambil hal baik sebanyak apapun dari tulisan saya, tapi tolong buang yang buruknya.

Jangan segan untuk menegur saya jika saya keliru dan melampaui batas. Terimakasih:)

Hanum Elora menghela napas panjang tat kala mobil yang ia tumpangi memasuki pekarangan rumah mewah bergaya klasik yang telah menemani masa kecilnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hanum Elora menghela napas panjang tat kala mobil yang ia tumpangi memasuki pekarangan rumah mewah bergaya klasik yang telah menemani masa kecilnya. Rumah itu masih berdiri kokoh dengan sejuta kenangan yang menyisakan rasa sesak di dadanya.

"Lo nginep di sini juga 'kan?"

Galen yang baru saja ditanyai demikian tampak menggelengkan kepalanya. "Nenek gak ada yang nemenin, Kak."

"Sepupu lo itu?"

"Kan sekarang dia kuliah di Turki, udah berangkat dari minggu lalu."

"Buset, jauh amat."

Galen hanya terkekeh menanggapi gerutuan sang kakak. Kemudian, dia mengikuti perempuan itu yang sudah turun dari mobil terlebih dulu. Mereka melangkah beriringan memasuki rumah besar yang sudah lama sekali tidak Hanum kunjungi, dari sejak perceraian orangtuanya tiga tahun lalu.

Galen dan Hanum mendapat sambutan hangat dari Omma Floren, wanita sepuh itu langsung memeluk cucunya bahkan menciumi wajah Hanum penuh sayang.

"Omma seneng banget, akhirnya bisa tinggal bareng kamu lagi."

Hanum tersenyum, balas memeluk Omma Floren sepenuh hati. Sampai akhirnya, sosok laki-laki paruh baya yang saat ini sedang berjalan di undakan tangga berhasil melunturkan senyumnya. Kedua netra cantik Hanum menajam, menatap pria itu dengan tatapan sarat akan kebencian.

"Lora?"

Hanum sudah mempersiapkan ini semua namun, entah kenapa dirinya sulit untuk terlihat biasa-biasa saja. Berdamai dengan rasa sakit ternyata memang tidak semudah membalikan telapak tangan.

Menyadari perubahan suasana hati cucunya, Floren menggenggam tangan gadis itu seolah menguatkan. Bibirnya membentang senyum untuk meyakinkan Hanum bahwa semuanya akan baik-baik saja.

"Selamat siang, Om." Galen menyapa lebih dulu demi mencairkan suasana yang sesaat terasa mencekam. Dihampirinya ayah kandung dari kakak tirinya tersebut kemudian mencium tangannya dengan senyuman ramah.

Jonathan Lubis---pria yang merupakan ayah biologis dari seorang Hanum Elora itu hanya membalas sapaan Galen dengan anggukkan singkat, sebab perhatiannya kini hanya tertuju pada putri semata wayangnya yang sudah lama sekali tidak pernah ia temui.

"Bisa tolong jelaskan dengan spesifik alasan kamu di drop out dari kampus?"

Hanum tersenyum kecut. Lihat? Bahkan laki-laki yang mengaku ayah kandungnya tersebut tidak sempat untuk sekadar menanyakan kabar putrinya terlebih dahulu. Ada begitu banyakan yang Jonathan lewati dari perkembangan sang anak, akan tetapi yang pertama kali keluar dari mulutnya hanyalah pertanyaan tak penting semacam itu.

Hijrah CintaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang