6/6

461 76 53
                                        


"Sayang..."

Jeffrey mengusap punggung Joanna. Membuat wanita itu berhenti menangis sekarang. Lalu membuka selimut saat Jeffrey memeluknya.

"Aku minta maaf. Seharusnya aku mendengar masalah ini dari versimu juga. Tadi Mama dan Mbak Sarah hanya mengatakan jika kamu yang salah saja. Mereka tidak mengatakan jika kamu mendapat tamparan juga. Mana pipinya? Pasti sakit, ya?"

Jeffrey mendekatkan wajah pada pipi istrinya. Mengusapnya pelan dan mengecupnya berulang-ulang. Membuat Joanna yang awalnya masih ingin marah justru mulai terkekeh pelan. Sebab Jeffrey mulai mengecup bibirnya juga. Sesekali melumat juga. Hingga mereka saling tindih setelahnya.

Sedangkan di dalam kamar, Sarah sedang dimarahi suaminya. Karena telah menampar Joanna. Hanya karena masalah sepele saja.

"Jangan ulangi lagi! Tindakanmu itu bisa memecah belah hubungan Joanna dan Jeffrey!"

Setelah mengatakan itu, Adam langsung mandi. Meninggalkan Sarah yang kini jelas merasa sakit hati. Padahal, dia juga mendapat tamparan tadi.

6. 10 PM

Joanna sedang mengeringkan rambut di depan meja rias. Sedangkan Jeffrey baru saja selesai mengaji dan tengah melipat sajadah besarta sarung yang baru saja dikenakan. Kemudian menatap istrinya yang kini tengah memakai vitamin untuk rambut panjangnya.

"Aku berencana potong rambut. Menurutmu bagaimana? Ini sudah kepanjangan. Aku lelah juga jika harus mengeringkan rambut cukup lama setiap hari setelah keramas."

"Senyamanmu saja."

Jeffrey mulai mendekati Joanna. Menangkup pipi istrinya dari belakang. Lalu mengecup dahinya dari atas. Lalu turun ke hidung dan bibirnya juga.

"Jangan mulai lagi! Aku lapar!"

Joanna menarik tangan Jeffrey. Sebab suaminya memang sering menciumnya seperti ini jika sedang ingin. Membuatnya jelas merasa was-was sebab malas mandi dan mengeringkan rambut lagi.

"Ayo makan!"

"Aku mau makan roti. Siapa bilang aku mau makan nasi?"

Joanna langsung membuka laci. Mengeluarkan beberapa roti yang sengaja disimpan di sini. Sebab dia sudah mengira jika hal seperti ini akan terjadi. Sehingga dia menyempatkan diri untuk membeli roti sebelum datang ke rumah si mertua ini.

"Jangan seperti ini, kita makan di luar saja. Ayo! Mas Adam sudah menjinakkan Mama dan Mbak Sarah."

Joanna yang masih kesal jelas menolak. Dia bahkan sudah membuka bungkus rotinya. Lalu memakan roti dengan suapan besar. Hingga mulutnya kepenuhan. Membuat Jeffrey yang merasa gemas langsung mengecupi bibirnya berulang-ulang.

"Keluar sana!"

Joanna mendorong Jeffrey dari tubuhnya. Namun pria itu enggan melepaskan diri dari istrinya. Bahkan membuat wanita ini hampir tersedak.

"Uhuk! Uhuk! Tuh, kan!"

Jeffrey terkekeh pelan. Lalu mengambil air putih dari atas nakas. Diberikan pada istrinya yang kini sedang terbatuk karena dirinya.

Setelah minum, Joanna menatap Jeffrey masam. Namun pria itu justru tersenyum saja. Lalu mengusap kedua pipinya. Sangat pelan dengan mata berkaca-kaca.

"Maaf karena telah membuatmu ditampar. Pasti sakit sekali, ya? Aku memang bukan suami yang siaga. Maaf, ya, Sayang."

Joanna yang mendengar itu jelas merasa senang. Dia langsung menyentuh kedua tangan Jeffrey yang ada di pipinya. Lalu mengecupnya berulang-ulang. Karena tangan ini yang selama dua tahun menghidupi dirinya dan orang tuanya di desa.

"Tunggu, tadi Mbak Sarah sempat bilang kalau kamu tidak pernah memberi uang Mama. Apa itu benar?"

Jeffrey tampak salah tingkah. Ingin berbohong juga percuma. Sebab istrinya sangat pandai membaca mimik wajah.

"Iya, baru satu tahun terakhir. Tahu sendiri pengeluaran kita banyak akhir-akhir ini."

"Kok kamu tidak bilang, sih? Tahu begitu aku bisa lebih berhemat lagi! Pantas saja Mama tampak tidak terlalu suka saat aku datang kemari."

"Bukan seperti itu, Sayang. Mama tidak seperti itu. Mana ada Mama tidak suka aku dan kamu tinggal di sini. Bulan ini aku akan memberi uang Mama lagi. Jadi, kamu tidak perlu merasa bersalah lagi."

Lagi-lagi Jeffrey mulai mengecup bibir istrinya. Mereka bercanda sampai jam sembilan malam. Saat penghuni rumah sudah memasuki masing-masing kamar. Lalu keluar kamar setelahnya. Guna makan malam berdua saja 

Tbc...

HOUSEWIFE [END] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang