wedding preparations

145 15 0
                                        


.
.
Persiapan pernikahan sudah mencapai angka 50% .

setelah pulang dari membeli cincin pernikahan mereka.

Saat ini gulf terlihat sedang bersantai diruang keluarga dengan televisi menyala dan satu bungkus makanan ringan yang isinya sudah tinggal setengah.
Gelas air lemon juga nampak basah berembun karena es batu didalamnya juga mampu menambah kesegaran.

Setelah mengantarkan gulf kembali ke mansion,
Mew berkata kalau ia ada urusan mendadak lalu kembali melajukan mobilnya keluar mansion.

Gulf jadi teringat kejadian kemarin saat dia berada dibutik yang akan mengurus Weding suit sekaligus menjadi  wedding organizer untuk pernikahannya dan mew.
.


.

Gulf terdiam sejenak Saat mew menanyakan matanya yang nampak basah hari itu.

Melirik poompat yang nampak panik dan luke yang terdiam kaku.
Dengan secepat kilat gulf berkilah
"Tidak..aku hanya terharu.. "
Sambil menampilkan senyum yang sangat manis hingga nampak matanya menyipit.

"Terharu?" Mew nampak tidak percaya dengan ucapan gulf.
Walaupun hatinya menghangat saat gulf mengucapkannya tapi intuisi seorang mew suppasit tidak boleh diragukan sama sekali.

"Aku tidak percaya akan menikah secepat ini." gulf meraih lengan mew agar memberi efek percaya pada kata-katanya.

"Bukankah kemarin kau sempat menolak untuk segera menikah denganku?" Mew menjawab gulf dengan cepat

'Cuuppp'
Kecupan ringan gulf berikan dipipi kanan orang yang sebentar lagi menjadi suaminya.

Mew nampak terkejut.
Karena jarang sekali gulf melakukan skinship didepan orang lain.
Apalagi ditempat umum seperti ini.

"Ya..karena saat itu aku masih belum siap jika harus memanggilmu dengan sebutan suamiku"
Semburat merah nampak samar muncul dikedua pipi gulf.
Jangan lupakan telinganya yang juga  berwarna sama merahnya.

Kenapa dia jadi malu?
Padahal ini adalah tindakan untuk membuat kecurigaan mew menghilang.

Padangan yang awalnya penuh kecurigaan kini  melunak karena kata-kata yang baru saja keluar dari bibir calon istrinya.
Membuat mew mulai percaya.
.

Mereka pulang  diwaktu matahari sudah menghilang dibawah garis cakrawala disebelah barat.

Gulf berjalan dibelakang mew sedang para guard mengambil jarak sekitar 2 meter dibelakang mereka.

"Ma'af tuan..tunggu" sebuah suara memanggil dari dalam butik diikuti
Suara langkah kaki berkecepatan tinggi kearah mereka.

Semua orang disana nampak berhenti tak terkecuali mew dan gulf yang sudah membalikan badannya  kesumber suara.

"Yaaa?"
Gulf nampak bingung karena orang yang berlari kearahnya adalah luke.

"Ini..spesial gift untuk kalian"
Luke menyerahkan paper bag berukuran sedang ketangan gulf.

Gulf menerima tanpa banyak bertanya.

"Terimakasih karena sudah memakai jasa kami"
Luke tersenyum ala salesman pada kedua orang didepannya.

Kecurigaan mew nampaknya sudah benar-benar menghilang jadi dia hany a memberikan respon seadanya yang sangat khas sekali dengan dirinya.

First life Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang