Gulf terus berlari.
"Kejar diaa.. jangan sampai lolos " perintah kao pada anak buahnya..
"Hosshh..hosshh"
Nafas gulf mulai tidak beraturan.
Dia pun akhirnya masuk kedalam mobil yang kebetulan saat itu pintunya terbuka.
"Brruk " Gulf menutup pintu mobil dan bersembunyi dibawah kursi.
"Siall.. kemana dia"
Umpat seorang pria bertubuh besar.
"Ayo..kesanaaa"timpal yang lain
Orang-orang itupun perlahan menjauh dari sana.
"Iya phi.." ucap seorang pemuda manis yang terlihat sedang berbicara ditelfon dengan seseorang.
"Iya aku tauuu "ucapnya malu
Pemuda itupun berjalan kearah dimana mobilnya terparkir.
"Iya.. iyaaa.. aku tutup sekarang,sampai jumpa dirumah " ucapnya bersemangat.
setelah sampai disamping mobilnya.
Hening beberapa saat.
"Tadi sepertinya aku membiarkan pintu belakang terbuka " ucapnya bingung
"Apa aku salah? " fikirnya
Tanpa pikir panjang lagi dia pun kembali membuka pintu penumpang dan melempar beberapa paper bag yang dia bawa tanpa tau seseorang sedang meringkuk disana.
"Brukk"
Dia pun langsung masuk kedalam kemudi mobil dan menjalankan mobilnya keluar dari sana.
"Bagaimana ini " ucap gulf dalam hati.
"""Kruyuukkk..kruyuukkkk"
Perut Gulf berbunyi.
Lapar?? tentu saja.
dia bahkan belum makan dari pagi.
Dan ini sudah jam 3 sore.
Energinya terkuras habis.
Terakhir dia makan adalah dibus saat perjalan pulang kerumah itupun sudah 12 jam yang lalu.. dan saat sampai rumah pukul 10 dia sudah dibuat berlari sampai sejauh ini tanpa sarapan.
Belum lagi Gulf adalah tipikal orang yang tidak pernah melewatkan sarapan *contoh yang bagus hihi
Jadi tentu saja cacing diperutnya kelaparan.
"Suara apa itu?,?? " Kata Gun waspada
Gun pun perlahan menepikan mobilnya.
Buru-buru dia mengambil handphone dan saat akan mendial nomer.
Dia dikagetkan dengan munculnya wajah seseorang yang tanpa sengaja dia lihat disepion depan.
"Huwaaaaaaa "teriak gun panic.
"Huaawaaaaa... tolong.. " gun mulai berkeringat.
"Phi tolong jangan berteriak "ucap Gulf cepat.
Dia hanya tidak ingin ada orang yang melihatnya dan salah paham.
"Phi.. aku bukan orang jahat " lanjut gulf
"Phi tolong percaya padaku "ucap gulf memasang wajah memelasnya.
Gun pun akhirnya sudah mulai tenang.
Setelah beberapa saat
"Apa yang kau lakukan dimobilku? "
Tanya gun penuh selidik
Gulf bingung harus menjawab apa.
Dan dia pun hanya diam.
Gun yang merasa curigapun sudah siap membuka pintu mobilnya.
Gulf menyadari kalau saat ini dirinya butuh tempat yang aman jadi dengan cepat dia menjawab
