Serena tersentak kaget saat Brian berbalik sambil mendekatinya. Dengan kedua tangan yang dilipat didepan dada dan kening yang berkerut seolah cukup jelas menggambarkan ketidaknyamanan Brian akan hal yang sedang dilakukan Serena.
"Lo ngapain sih?"
Serena yang awalnya kaget kini tiba-tiba saja seluruh bulu tubuh nya meremang. Pertanda bahwa ada sosok asing disekitar ruangan itu.
"Gue gak suka di foto!"
Bentakan Brian tersebut lantas membuat Serena bergerak mundur. Wajahnya mendongak, ditatap nya langsung ke arah bola mata Brian.
"Ada sesuatu yang salah disini"
"Maaf.."
Brian bergumam tak jelas lalu berbalik hendak meninggalkan Serena, tapi ia kemudian menghampiri wanita itu lagi dengan sedikit ragu.
"Jangan coba mencari tau hal yang nanti nya bakal lo sesali"
"Contohnya...tentang apartemen ini?"
Brian mendengus, wajah nya jelas menunjukkan ia sedang mengejek Serena.
"Apa yang mau lo tau soal apartemen ini?"
"Semuanya. Terutama tentang kamar di pojok itu"
"Itu sebelumnya kamar anaknya nyonya Gina, Asya– yang meninggal saat masih kecil"
"Lo kayaknya tau banyak soal apartemen ini.."
Brian menggedikkan bahu.
"Oh iya, sebelum lo protes lagi soal gue dan kamera ini, gue mau kasih tau kalau gue sengaja kesini awalnya mau mencari pemilik toko yang menjual kamera ini ke ibu gue. Kamera ini rusak jadi gue mau ketemu dia buat nanyain apa dia bisa benerin ini"
"Kenapa gak ganti aja dengan yang baru? Kamera itu keliatan tua"
"Ini barang kesayangan ibu gue"
"Menyimpan barang apapun dari seseorang yang udah mati gak akan bikin dia kembali"
...
Satu jam sudah Serena duduk di sisi ranjang sambil memperhatikan tiga lembar foto yang sejak tadi ia simpan.
Dua foto Brian dan satu foto gedung.
Tak ada yang salah dengan itu semua, kalau saja kamera tersebut tidak rusak dan masih bisa mencetak foto otomatis seperti seharusnya. Tapi melihat foto-foto tersebut Serena yakin ada yang aneh dari Brian.
Serena mengernyitkan dahi mencoba menebak siapa sebenarnya lima penghuni laki-laki itu.
"Gue kayak pernah liat mereka tapi dimana ya..."
"Kak Na, itu siapa? Kok muka nya blur?"
"Loh, kamera lo udah bener lagi?"
Serena tersentak kaget, ia lalu kembali menatap foto Brian yang sejak tadi dipegang nya.
"Yer, Wen, ada yang aneh dengan mereka"
.
KAMU SEDANG MEMBACA
Apartment 341
Terror"Jadi, mereka atau kita yang sudah meninggal?" © Chi, Maret 2023
