Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kinan bergerak dengan cepat mengacak-acak seluruh meja dan isi lemari di kamar Airin, setelah sekian lama akhirnya Kinan merasakan lagi jantung nya berdegup kencang karena ketakutan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kinan mengerutkan kening saat kaki nya tidak sengaja menginjak serpihan kaca dari sebuah bingkai foto yang tergeletak di kamar. Jika diperhatikan sekilas itu mungkin hanya sebuah foto biasa, tapi Kinan melihat sesuatu yang aneh disana.
Tanggal dan tahun yang tercetak di foto sama dengan waktu kecelakan pesawat. Kemudian setelah ia melihat lebih dekat foto tersebut Kinan menemukan sosok hitam tanpa wajah yang berdiri dibelakang Airin.
Seketika Kinan ingat hari dimana ia pertama kali tersadar di apartemen ini. Kinan pun bergegas turun untuk menemui kawan-kawan nya yang lain.
Sementara di lantai dasar keadaan tak berbeda jauh dengan terakhir kali ia tinggalkan.
"Dimana Airin?!"
Kinan berteriak dari anak tangga, membuat para penghuni lain menoleh ke arah nya.
Semuanya seakan baru tersadar dari hipnotis, mereka pun bergegas mencari Airin.
"Guys kita harus bicara!"
Ucap Kinan kepada keempat temannya.
|||
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.