Berburu dalam gelap

8 1 1
                                        

Setelah merasa cukup menangis semalaman, Airin akhirnya memutuskan untuk keluar dari apartemen tua itu. Dengan gerakan hati-hati ia turun ke lantai bawah untuk mengambil benda tajam apa saja yang bisa ia bawa agar bisa melindunginya ketika melewati hutan.

"Mau kemana?"

Airin tersentak kaget, tubuh nya mendadak kaku dan jantung nya pun ikut berdegup kencang.

Suara yang berada di belakang nya berhasil membuat seluruh bulu tangan Airin meremang.

"Apa yang kau cari?"

"J–jangan mendekat..."

"Jangan macam-macam!"

Airin mengenggam pisau semakin erat saat si wanita di belakang nya terkekeh.

"Aku hanya bertanya, kenapa kamu begitu–"

"Diaaammmm! Diam ku bilang! Jangan mendekat!"

Tepat ketika Airin berbalik sambil mengarahkan pisau nya, angin kencang berhembus hingga membuka jendela. Kemudian bersamaan dengan itu lampu di seluruh ruangan juga mati.

Airin terjatuh duduk, lutut nya terlalu lemas karena ketakutan. Ia pun menunduk sambil mengarahkan pisau ke depan.

"Mau bermain?"

Wanita tua yang merupakan sang pemilik gedung tersebut berjongkok di depan Airin, sambil tersenyum ia menurunkan tangan Airin yang mengenggam pisau.

"Kalau kamu menang kamu bisa keluar dari sini"

Airin tak mau mengangkat wajah nya.

Beberapa menit kemudian Airin mendengar suara mengerikan dengan bahasa yang tidak ia kenal.

"Ia pasti sedang membaca mantra"

Pikir Airin dalam hati.

|||

Serena terbangun dan langsung bangkit dari kasur, ia lalu membuka sedikit pintu sambil menempelkan telinga nya.

Suara jeritan seseorang, suara mengerikan yang di ucapkan berulang-ulang dalam bahasa yang tidak ia mengerti seolah keluar dari mimpi nya.

Suara jeritan seseorang, suara mengerikan yang di ucapkan berulang-ulang dalam bahasa yang tidak ia mengerti seolah keluar dari mimpi nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Wanita muda itu yakin kalau ada yang tidak beres di gedung ini. Segera Serena mengambil kamera nya dan berlari turun.

Ia pun terdiam di tangga saat menyadari seluruh apartemen telah mati lampu.

"Nana? Ada apa?"

Johanna memanggil setengah berbisik karena melihat sahabatnya yang sedang melamun di tengah anak tangga.

Serena lantas berbalik menghadap Johanna, namun ketika ia hendak berbicara sesuatu membuat Serena kembali terkejut.

Johanna berjalan menghampirinya tetapi tidak dengan bayangan nya.

Apartment 341Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang