Follow dulu sebelum baca!
Selama dua tahun tinggal di Amerika, Callysta memutuskan untuk kembali ke indonesia dan sekolah disana. Callysta kembali untuk mencari tau penyebab kepergian sang bunda.
Sebenarnya apa yang terjadi delapan tahun yang lalu...
Sinar matahari masuk menembus kaca menyinari seorang laki-laki yang sedang terlelap. Arabian bangkit dari tidur, seluruh tubuhnya terasa sakit akibat tidur di lantai walaupun di atas karpet bulu. Tidur di sofa bisa membuat ia susah untuk bergerak. Setelah beberapa menit dikamar mandi, Arabian keluar dari kamar untuk membuat sarapan.
Satu jam kemudian Callysta bangun dan pergi ke kamar untuk membersihkan dirinya. Callysta keluar dari kamar, matanya mencari di keberadaan suaminya. Ia memasuki dapur ternyata Arabian ada didapur sedang memnyinyapkan sarapan.
Arabian melihat Callysta memasuki dapur langsung ternyata senyum.
"Princess mau apa?" Tanya Arabian seperti seorang raja yang bertanya kepada sang putri.
"Viola pacar lo?" Callysta mengambil satu botol minuman soju, menyandarkan punggung dipintu kulkas kemudian meneguk minuman tersebut.
Pertanyaan Callysta mampu membuat senyuman Arabian memudar langsung berubah menjadi datar.
"Tiba-tiba? Kenapa nama itu bisa keluar dari mulut mu?" Bukannya memberi jawaban Arabian malah bertanya balik.
"Jawab! Jangan bertanya balik." Callysta menatap Arabian seolah siap di santap.
"Violla? dia bukan pacar ku. Dan aku tidak pernah suka sama dia. Anna pernah berantem sama dia karna Viola selalu menganggu aku. pertengkaran mereka menyebabkan kaki Viola terkilir, jadi aku mau bertanggung jawab sebagai seorang abang menjaga Viola sampai dia sembuh. Dan sekarang semua sudah selesai. Jangan bertanya tentang gadis lain, aku tidak suka." Arabian menjelaskan apa yang terjadi dengan Viola sebelum kedatangan Callysta.
Arabian menatap Callysta penuh arti, "duduk. sarapan, susu minum. jangan pernah lagi minum alkohol." Laki-laki itu menarik tangan Callysta untuk duduk dikursi meja makan.
Setelah sarapan Callysta memilih menonton drakor karna akhir pekan biasanya ia nonton drakor atau keluar sendiri untuk main dan berakhir nongkrong di cafe dengan temen-temennya. Sedangkan bian olahraga, itu kegiatan rutin nya setiap pagi dan juga berakhir nongkrong dengan para anggota Black Janson hingga larut malam.
"Sayang! Tolong ambilin aku air bentar!" Panggil Arabian.
Callysta berdecak pelan menyentakan kakinya kesel ia keluar dari kamar, mengambil satu botol minuman melangkah menghampiri Arabian yang berada di ruang sebelah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gadis itu menyodorkan minuman tersebut pada sang suami. Arabian menerimanya, ia menatap Callysta menaikan asli sebelah sebagai tanda tanya.
"Apa?!" Tanya Callysta.
"Maksudku air putih sayang."
"Kan itu air putih." Callysta melipat tangannya di depan dada.