•
•
•
•
•
•Setelah pulang dari camping kemarin sore Arabian dan Callysta langsung istirahat karna menumpuh perjalanan yang cukup jauh energi mereka terkuras alhasil mereka jadi absen, tidak masuk sekolah. Tidak hanya Arabian dan Callysta, Anak-anak Black Janson dan Five Girls juga ikut absen.
Dret! Dret!
Ponsel Arabian berbunyi tanda panggilan masuk, Arabian bangun merubah posisi menjadi duduk kemudian meraih ponselnya diatas meja. Ia menoleh kesamping melihat istrinya sudah tidak ada di disana, Arabian melihat siapa yang menelpon nya pagi pagi buta. Ternyata bocah ingusan.
"Hallo?"
"Abang!! Lo gak papa kan?! Lo gak lempuh kan?! Masih bisa jalan? Ingat aku gak? Aku Anna adek abang masi---" Anna nyerocos panjang kali lebar. Anna mendengar bahwa Arabian cedera dan sempat kritis ia langsung menelpon Abangnya. Saat kejadian itu Anna di luar Indonesia, mengurus berkas perpindahan sekolah ke Indonesia.
"Stop Anna!! Gue gak papa, gak usah cerewet!! Dah gue tutup."
"BENTAR!!"
"APA LAGI!!"
"Gimana perasaan anda terkena tembakan? Apa an---" Arabian memutuskan panggilan sepihak tanpa aba-aba, tidak punya waktu untuk mendengar lelucon.
Arabian beranjak dari tempat tidur, "Sayang! Sayang!" Panggil Arabian mencari Callysta setiap sudut ruangan di lantai atas, ia tidak menemukannya lalu turun ke lantai bawah.
Callysta membuka kulkas mengeluarkan satu botol susu lalu mengambil gelas secara berlahan ia memindahkan susu tersebut kedalam gelas. Tiba-tiba ada tangan menyelip masuk kedalam baju mengeluh perut Callysta yang masih rata.
"Yayan! Bikin kaget aja deh kamu, kenapa sih hobi banget kagetin orang." Omel Callysta menyadari siapa pelaku.
"Maaf sayang, kamu sih tinggalin aku sendirian dikamar."
"Lah kok jadi aku yang disalahin sih? Kan kamu udah gede bisa tidur sendiri."
"Sekarang beda kan aku ada kamu, tidur bareng bangun juga harus bareng,"
Callysta memutar badannya menghadap Arabian, "Aku udah bangunin kamu tapi kamu nya gak bangun bangun, lima menit lagi sayang!" Ucap Lysta meniru suara suaminya.
Arabian terkekeh melihat Callysta sangat menggemaskan saat meniru suaranya. Arabian mencubit kedua pipi Callysta membuat sang empuk kesal. Callysta menarik tangan Arabian kemudian memegangi pipinya sendiri.
"Sakit tau!" Cedus Callysta.
Arabian menangkup wajah Callysta lalu menciumi kedua pipi sang istri, ciuman itu turun ke leher jenjang Callysta. Arabian menyelipkan keduanya di ketiak Callysta mengangkat tubuh mungil itu duduk di atas meja. Callysta menatap Arabian wajahnya memerah karna salting, Arabian mengucup bibir wanitanya sekilas.
"Mau jenguk Baby gak sayang?"
"Hah?!"
Arabian mengucup pelipis Callysta kemudian turun ke pipi sampai di benda pink alami yang menggoda imannya. Tangan Arabian bergerak menyapu bibir bawah Callysta menggunakan ibu jarinya, lalu mengucup pelan benda kenyal itu dengan lembut.

KAMU SEDANG MEMBACA
CALLYSTA! |END|
RomanceFollow dulu sebelum baca! Selama dua tahun tinggal di Amerika, Callysta memutuskan untuk kembali ke indonesia dan sekolah disana. Callysta kembali untuk mencari tau penyebab kepergian sang bunda. Sebenarnya apa yang terjadi delapan tahun yang lalu...