CALLYSTA |♛| 22

1.4K 28 0
                                    






Semua persiapan udah selesai, tinggal menunggu Prata pulang. Mengingat ultah sang ayah. Satu kenangan terlintas di penak Callysta, dimana momen tersebut ada sang ibunda. Mereka bertiga dengan abangnya Nachar menyiapkan kejutan untuk prata. Adain saja waktu itu Prata pulang ini semua tidak akan pernah terjadi.

Ya, Carlinta pergi satu hari setelah acara tersebut. Hal itu membuat Callysta bertanya tanya, apa yang terjadi? Setelah hari itu ia tidak pernah lagi bertemu dengan sang bunda. 8 tahun udah berlalu, ia masih belum bisa melupakan hari itu.

Saat ia di Amerika, seseorang mengirimkan foto sang ibunda dengan surat. Isi surat tersebut Callysta masih ingat jelas. Acara ulang tahun Prata sedikit membuat Callysta takut, ia terus terbayang kejadian hari itu.

"Sayang!" Panggil Arabian.

"Hah!"

"Kamu kenapa? Bengong aja dari tadi, aku panggil kamu beberapa kali kamu gak jawab, kamu kayak lagi nggak ada disini." Mimik wajah Arabian jadi cemberut.

"Gak, aku disini sayang!" Jawab Callysta lembut.

Arabian langsung tersenyum mendengar Callysta menyebutnya sayang, kayak mimpi. Satu kecupan mendarat sempurna dipipi kanan Callysta.

"Ekhem! Mesraan aja terus!!" Celetuk Vano.

"Iri lo? Kasian jomblo!" Ledek Fazen gak tau diri.

"Kok aku di zolimi sih mas!" Mode gila Vano kumat.

"Callysta! Bokap lo pulang tu!" Chelsea berteriak dari ruang tengah.

"Semua siap ya!"

"Sip!!"

Prata turun dari mobil dengan gagah bak seorang pemuda, kemeja putih melekat pada tubuhnya. Meski usia tidak muda lagi, dari belakang terlihat seperti anak muda. Seorang wanita turun dari mobil, berdiri disamping prata.

Senyum keduanya terlihat sangat bahagia, tangan saling bersahutan. Mereka berjalan memasuki rumah.

Cekle!

"HAPPY BIRTHDAY!!!"

Teriak mereka semua, dengan senyuman khas masing-masing.

"Happy birthday ayah!" Ucap Callysta.

Prata terlihat terkejut dengan kejutan tersebut. Senyuman Callysta seketika pudar melihat seorang wanita masuk, berdiri tepat dibelakang sang ayah. Callysta menjatuhkan Cake yang ada di tangannya saking terkejutnya apa yang ia lihat. Semua mata tertuju pada lysta.

"Bunda!"

Satu kata keluar dari mulut Callysta, membuat temen temennya ikut terkejut.

Arabian yang tadi terdiam, ia menggenggam tangan Callysta.

"A-ayah? A-apa nih?" Callysta sangat bingung sekarang harus bersikap bagaimana, sedih, senang, bingung, shok. Campur aduk, tanda tanya paling besar.

Callysta berbalik badan, baru beberapa langkah. Suara yang ia rindukan terdengar. Membawa Callysta ketarik jauh kemasa lalu.

"Callys!"

CALLYSTA! |END| Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang