CALLYSTA |♛| 23

1.4K 28 0
                                    






Di mobil, tidak ada yang membuka pembicaraan. Larut dalam pikiran masing-masing. Callysta masih tidak habis pikir, bisa bisanya mereka menyembunyikan hal sebesar itu selama bertahun-tahun. Ia merasa sangat bodoh, kenapa ia tidak pernah curiga. Rasa kecewa yang dalam sulit dikendalikan itu sungguh tersiksa.

Sekarang, apa arti pernikahan ini? Apa ini juga termasuk rencana sang ayah, kenapa aku bisa sebodoh itu? Batin Callysta. Isi kepala nya penuh dengan tanda tanya, Berisik.

"Gak mau pulang ke apart." Cicit Callysta gemes.

"Iyah, mau main nggak?" Arabian mengusap tangan Callysta.

"Mau, aku gak mau pulang pokoknya."

"Iyah sayang iya." Arabian mengacak-acak rambut Callysta gemes.

Callysta menatap langit gelap tanpa bintang, udara malam yang dingin menyentuh kulit putih nya. Satu tetes cairan bening menetes dari mata bulat Callysta. Untuk sekarang ia tidak mau bertemu dengan orang-orang itu.

Arabian membawa Callysta ke pasar malam, tidak tau gadisnya menyukainya atau tidak.

"Wah" Senyuman terlukis di wajahnya Callysta.

"Mau naik wahana gak?"

"Mau!" Jawab Callysta semangat.

Selesai puas dengan wahana, tidak lupa untuk jajan. Semua makanan terlihat sangat lezat, baunya mengundang selera.

"Aku mau itu." Tunjuk Callysta pada penjual permen kapas.

"Baby mau? Tunggu bentar ya jangan kemana-mana."

"Iyah." Callysta mengangguk.

"Satu berapa mang?"

"Sepuluh ribu aja den."

"Nih mang kembalian nya buat mang aja."

"Makasih aden."

"Sama sama."

"Nih, jangan sedih lagi ya sayang." Arabian mengucup singkat pipi tembem Arabian, Ia sangat gemas dengan tingkah istrinya ini.

Sedangkan cewek cantik itu sibuk dengan permen kapas, asik dengan dunianya sendiri tapi apa pun yang terjadi ia belum bisa melupakan. Apa yang terjadi tadi. Hal itu sungguh membuat nya Shock.

Di parkiran, Arabian tidak sengaja bertemu dengan Galang ketua geng Marizo yang suka cari masalah dengan Arabian. Entah kemana Arabian pergi selalu bertemu dengan galang, apa cuma kebetulan semata atau memang ia diawasi oleh cowok tersebut.

"Hay bro!" Sapa Galang, ia tidak sendiri ada anggota Marizo sekitar lima orang. Galang melirik Callysta yang tertidur di gendongan punggung Arabian.

Arabian paham kemana arah lirik mata galang, sorotan mata Arabian menajam dengan rahang tegas.

"Ehh.. Mau kemana? Buru buru amat bro." Hadang Galang mencegah Arabian pergi.

"Minggir!" Suara Arabian terdengar kecil namun tegas, ia tidak ingin membuka celah untuk berantem karena posisi Arabian sekarang sedang dengan Callysta.

"Siapa ini? Cantik! Hey!" Panggil Galang memajukan Callysta ingin menyentuh rambutnya Callysta, sebelum itu terjadi bian lebih dulu bersuara.

"Sedikit aja lo sentuh cewek gue, gue hancurin hidup lo termasuk keluarga lo." Ancam Arabian, Galang langsung mengangkat kedua tangannya tersenyum miring menganggap remeh Arabian.

"Ayok pulang... " Ngigo Callysta berbisik pelan.

Arabian menatap tajam Galang seolah memberi peringatan ke padanya untuk tidak mendekati Callysta.

CALLYSTA! |END| Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang