Suasana Baru

6 3 0
                                        

Jumat pagi...

"Dina kakak minta maaf atas sikap kakak kemarin, " Arga memulai pembicaraan di tengah kegiatan sarapan pagi di rumahnya.

"Ya kak gak apa kok, Dina juga minta maaf kemarin sempat bantah kakak. " Dina memang tak bisa marah pada sang kakak begitupun sebaliknya kalau hanya karena masalah kecil seperti larangan kemarin.

"Kakak sebenarnya kemarin melarang kamu pergi main itu karena kakak mau kamu itu bantuin Kak Marsya membereskan pekerjaan rumah dek bukan karena apa-apa. Karena kakak lagi gak bisa bantuin. " Jelas Arga

"Ohh jadi kakak minta aku gak pergi main karena hal itu, terus kenapa gak bilang dari awal sih kalau kaya gitu Dina pasti bakal nurut sama kakak dan gak jadi pergi, "

"Iya emang salah kakak kemarin gak jelasin kaya gitu sama kamu, " sesal Arga

"Ya udah kalau gitu buat besok Dina gak akan ada acara main dulu sama temen-temen biar bisa bantuin kak Marsya, " kata Dina

"Kamu gak marah sama kakak lagi kan dek, " tanya Arga

"Gak kak mana bisa Dina marah sama kak Arga, walaupun kak Arga kadang jail dan nyebelin Dina tetap gak akan bisa kalau harus marah lama, " tutur Dina

"Terus kalau sama kak Marsya gimana bisa marah gitu maksudnya dek, " sela Marsya

"Bukan kaya gitu kak Marsya, sama aja pokoknya Dina gak bisa kalau harus marah lama sama kalian berdua, "

"Bener nih gak lagi bohong, "

"Iya beneran, "

"Kita juga sama kok dek mana bisa lama-lama marah sama kamu, " kata Marsya

Kesalahpahaman kemarin pun sudah selesai sekarang, keluarga Dina kembali seperti biasanya penuh dengan keceriaan.

"Oh iya Din kakak baru inget gimana kabar Jihan temen kamu itu, " ujar Arga

"Aku gak tau sih kak tapi dengar-dengar guru udah minta maaf sama Jihan dengan datang ke rumahnya, " tutur Dina

"Kakak merasa iba pas denger kejadian itu dari kamu dek, yang bikin kesel itu menurut kakak pas kamu bilang gurunya baru cek cctv pas udah lama dari waktu kejadian. " Greget Arga

"Iya kak aku juga mau bantuin Jihan sebenarnya waktu itu tapi gak bisa. Oh iya denger-denger Jihan juga sempat dapet tamparan gara-gara kesalahpahaman itu dari ayahnya, "

"Serius dek wah ini merugikan banget sih buat Jihan karena bagaimanapun Jihan udah tercemar namanya dan harus menerima tamparan yang seharusnya gak iya dapatkan, "

"Ya Dina berharap Jihan bisa segera sekolah lagi dan dia baik-baik aja, "

"Hehh kalian malah ngerumpi terus ya bukannya mulai bersih-bersih mumpung masih pagi ini, " Marsya menegur keduanya yang malah asik mengobrol bukannya bersih-bersih.

"Ehh ayang iya ini juga mau beres-beres kok jangan marah ya. Din ayo buruan beres-beres juga terutama kamar kamu tuh berantakan banget pasti, " sahut Arga lalu menyuruh Dina membersihkan kamarnya.

"Hmm, iya-iya kak Dina beresin sekarang kok, "

"Ya udah ayo ayang mau di bantuin apa sama aku, " goda Arga yang sudah menjadi kebiasaan dikala Marsya sedang bad mood karena pekerjaan rumah yang masih banyak di hari libur dan para penghuni rumah yang malah asik bermalas-malasan.

🌱🌱🌱

"Pagi pak Sarif... " Sapa Jihan

"Pagi juga nak Han, wah ceria banget nih kayanya lagi seneng ya hari ini, " ucap pak Sarif

Kebahagiaan JihanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang