Kesempatan baru

8 3 0
                                        

Selamat membaca!!!

Semoga kalian suka dan Jangan lupa vote & comment sebelum baca.

"Pak Haikal senang sekali saya bisa bertemu dengan bapak, setelah banyak sekali kendala sebelumnya, " Emir dan Haikal tanpa sengaja bertemu di supermarket dan keduanya sangat senang akhirnya bisa bertemu satu sama lain.

"Iya pak Emir saya juga senang bisa bertemu dengan bapak, "

"Oh iya saya ingin mengucapkan terima kasih atas hadiah yang pak Emir berikan pada saya itu sangat berguna, " ucap Haikal berterima kasih.

"Alhamdulillah kalau memang itu berguna pak Haikal, kalau boleh tau siapa nama anaknya, " tanya Emir

"Namanya Aqila Senara Abisatya dan Alya Haisya Abisatya, "

"Wahh keduanya perempuan ternyata saya kira sepasang. Tapi nama mereka begitu bagus pasti dua duanya sangat lucu, " puji Emir

"Iya mereka memang lucu saya juga sering dibuat gemas apalagi ketika saya ajak bicara Aqila dia selalu merespon dengan suaranya seolah menjawab dan mengerti apa yang saya ucapkan pak Emir, " tutur Haikal

"Hahaha itu pasti sangat menyenangkan, saya juga pernah mengalaminya, melihatnya tumbuh dan berkembang jadi semakin pintar itu selalu membuat saya terharu. " Emir mengenang kenangannya dulu.

"Saya benar-benar harus belajar sama pak Emir soal ini karena pak Emir sudah berpengalaman. Anak pak Emir pasti bahagia selalu apalagi punya ayah seperti pak Emir ini, " Haikal begitu terkesan dengan Emir ia berpikir Emir benar-benar sudah ahli tentang mengurus anak.

"Saya juga masih belajar pak Haikal, yang pak Haikal sampaikan barusan tidak sepenuhnya seperti itu saya juga masih sering melakukan kesalahan pada anak saya. Ya semoga saja anak saya benar-benar bahagia dan bangga punya ayah seperti saya, " balas Emir

"Pasti bangga lah pak Emir. Kapan-kapan bagaimana kalau keluarga kita saling bertemu? " ujar Haikal

"Boleh tentu saja kapan pun saya bersedia kalau memang tidak ada kendala pak Haikal, "

"Baiklah kalau begitu nanti saya hubungi lagi pak Emir saat akan membuat janji. Saya pamit duluan ya pak Emir karena istri saya pasti sudah menunggu di rumah, "

"Silahkan pak Haikal, sekali lagi saya ucapkan selamat atas kelahiran anaknya ya, "

"Iya pak Emir. " Keduanya pun melanjutkan kembali urusan masing-masing dan segera menyelesaikan untuk pulang.

Niat Emir ke supermarket untuk membeli titipan Jihan sebenarnya dan tak berniat lama karena ingin cepat pulang tapi karena ada Haikal rekan kerjanya jadi mau tak mau harus mengobrol dulu baru setelah itu membeli barang yang dibutuhkan.

"Aya sayang maaf lama tadi Mas ketemu rekan kerja mas pak Haikal di dalam jadi kita mengobrol sebentar, " Tasya memang sedang bersama Emir tadi ia ikut ke kantor untuk menemani Emir dan saat akan pulang dan Jihan memberitahu titipannya karena awalnya berpikir akan sebentar Emir menyuruh Tasya menunggu saja.

"Pantesan lama aku kira kamu sengaja buat aku nunggu lama, " keluh Tasya

"Engga dong masa iya mas tega buat kamu nunggu lama kaya gini kan kasian, " balas Emir

"Ya udah ayo mas kita pulang aku udah gerah ini pengen cepet-cepet mandi, " kata Tasya

"Iya ayo kita pulang. Nih minum dulu tadi mas beliin buat kamu pasti haus kan, " Emir menyodorkan sebotol minuman pada Tasya untuk diminumnya.

"Makasih mas, "

****

Sementara itu Jihan saat ini sedang di sebuah taman bersama dengan laki-laki bernama Garlyn. Mungkin Garlyn sudah bisa membujuk Juan untuk mengobrol dengannya.

"Milla makasih kamu udah mau kasih aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya, " kata Garlyn

"Mil aku tau kamu pasti marah karena dulu aku pergi ninggalin kamu tapi jujur semua itu aku lakuin bukan dengan sengaja tapi karena aku gak tau harus berbuat apa terlebih umur kita juga waktu itu masih kecil kan, "

"Dan tujuan aku sekarang ada disini nemuin kamu karena aku pengen minta maaf, aku juga berharap kamu mau kita bisa kaya dulu lagi, "

Meskipun Garlyn sudah bicara banyak sedari tadi tapi Jihan masih sama hanya diam tak memberi respon apapun.

"Milla aku mohon kamu jawab jangan diem aja. Oke aku bakal terima apapun yang kamu mau sebagai hukumannya tapi jangan diem terus kaya gini, " cibir Garlyn karena masih belum ada jawaban dari Jihan.

"Emangnya apa yang ngebuat gue harus percaya sama lu, bisa aja kan kalau lu ini ngaku temen gue dulu padahal lu punya niat gak baik sama gue, "

"Astaghfirullah Milla dari tadi pikirannya buruk terus ya sama gue jangan gitu lah gue beneran Garlyn temen lu waktu kecil bukan orang jahat. "

"Milla lu dari dulu selalu aja ya kalau bikin orang kesel paling jago, "

"Tapi itu juga yang buat gue seneng ada di deket lu. Lu bisa jadi diri sendiri gak bergantung atas pendapat orang terhadap lu, "

"Mau bukti kan nih lu liat barang ini biar lu percaya kalau gue ini Garlyn temen lu dulu, " Garlyn mengeluarkan sesuatu dari dompetnya yang ternyata itu sebuah foto masa kecilnya dulu dan yang ke dua Garlyn memperlihatkan sebuah gelang dengan ada desain planet.

Setelah Garlyn memperlihatkan nya Jihan sempat terdiam beberapa saat dan memperhatikan foto serta gelang tersebut sampai setelah itu Jihan beralih menatap Garlyn.

"Jadi bener lu Garlyn... " Kata Jihan masih dengan raut wajah yang biasa saja.

"Iya gue Garlyn Mil lu percaya kan sekarang jadi gimana lu mau kan maafin gue dan kembali seperti dulu, "

Bukannya menjawab justru Jihan malah pergi lagi dan membawa serta foto juga gelang tersebut. Garlyn sudah tidak ada harapan lagi sepertinya untuk bisa dengan Jihan. Garlyn juga tak mengejar Jihan lagi memilih diam merenungi nasibnya.

Barulah ketika sudah cukup lama terdiam Garlyn memutuskan untuk pulang saja dan mungkin akan mencoba kembali nanti. Tapi saat dirinya sudah di motor ia melihat kertas yang sepertinya itu kertas parkir. -ehh tapi tunggu sepertinya kertas itu bukan kertas parkir karena ada nomer telpon yang tertulis serta catatan.

"Kalau mau tau jawabannya hubungi nomer ini ngerti kan, "

Garlyn lantas tersenyum setelah membacanya karena itu berarti dirinya masih memiliki kesempatan selagi Jihan belum memberi jawabannya walaupun belum tentu juga hasilnya baik tapi setidaknya Garlyn masih ada harapan.

Haiii apa kabar !!!

Coba comment dong apa yang perlu di perbaiki dalam penulisan ceritanya.

Menurut kalian Garlyn itu gimana apa bakal baik atau sebaliknya, punya niat gak baik?

:

:

:

See you next..

Kebahagiaan JihanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang