CALLYSTA |♛| 17

1.5K 35 1
                                    






Setelah makan siang mereka duduk di ruang tengah menikmati teh sambil berbincang-bincang. Callysta perhatikan Zarima sibuk berbicara dengan Safrima seolah tidak ada apa apa di balik tawanya.

"Daddy? Aku mau bicara." Ujar Callysta bangkit dari duduknya berjalan keluar, berdiri disamping kolam renang.

"Kenapa?" Tanya Prata.

"You like Zarima?"

"Kenapa tiba-tiba kamu tanya soal itu?" Prata sedikit bingung dengan pernyataan Callysta, dulu dia tidak peduli sedikit pun tapi kenapa sekarang dia pengen tau?.

"Jangan bertanya balik, kasih jawaban atas pertanyaan ku daddy."

"No." Jawab jujur Prata menatap Callysta.

"Terus kenapa nikah?" Callysta juga menatap ayahnya tanpa ragu.

"Tidak ada pilihan, ayah tidak bisa menceritakan sekarang. Jadi tolong mengerti sayang."

"Gimana Lysta bisa mengerti, jelas jelas Lysta lihat dengan kedua mata Lysta sendiri dia jalan dengan pria lain selain ayah! Dia menghianati ayah. Tolong ayah bukan mata, dia tidak sebaik ayah pikirkan! Lysta capek, tolong hentikan semua nya!" Imbuh Callysta meneteskan air mata.

Prata menarik Callysta kedalam pelukan hangatnya. "Sorry baby, ayah salah. Ayah yang paksa kamu untuk menjadi dewasa. Bertahanlah, Ayah akan akhiri semuanya." Prata mengusap lembut surai putri bungsunya.

Prata melihat Callysta lemah karna membuatnya sangat merasa bersalah. Tanpa sadar ia telah melukai putrinya sendiri. Waktu tidak bisa di ulang, jika Prata bisa mengulangnya ia tidak akan pernah melalaikan istri dan anak anak. Apa boleh buat keluarga yang ia bangun dari nol sekarang tinggal empat puluh persen. Meskipun tidak bisa memperbaiki utuh Prata akan tetap memperbaikinya.

"Kalian ngapain?" Tiba-tiba Nachar datang memecah keheningan. "Peluk pelukan! aku nggak di ajak ni!"

"Ganggu aja kamu." Lirih Prata, "sini." Prata ajak Nachar kepelukannya.

"You okay baby?" Nachar menyapu bekas air mata dipipi sangat adik.

"Ya."

Dulu keluarga mereka sangat harmonis dan begitu hangat. Semua ini berubah dalam sekejap. Keluarga adalah rumah untuk kita pulang. dimana kita berbagi cerita, mengeluh, kehangatan, bahagia, emosi yang bisa kita tunjukkan, kesedihan, didengar, semangat. Meskipun cuma satu orang dari salah satu keluarga, hal itu sangat berharga lebih dari apapun.

"Ayah minta maaf sama kalian, ayah yang telah menghancurkan keluarga kita. Ayah akan memperbaiki semuanya. Maafin ayah sayang." Desis Prata seketika air bening di ujung matanya keluar.

"Ayah tidak salah, semua terjadi begitu aja. Ini takdir kita, jangan minta maaf ayah tidak salah. Kita perbaiki sama-sama. Ayah tidak sendiri ada Nachar sama Lysta disamping ayah." Ucap Nachar mengusap punggung sang ayah.

"Makasih sayang."

"Udah ah capek nangis mulu!" Cedus Callysta melepaskan diri dari pelukan sang ayah.

"Yang suruh kamu nangis siapa juga." Ceplos Nachar tertawa pelan.

Wajah Callysta langsung berubah menjadi masam. Nachar yang geram melihat wajah Callysta, ia mencubit kedua pipi tembem Callysta kuat. Sang pemilik pun berteriak histeris.

"AGHH ABANG!!!" Callysta mengejar Nachar yang sudah menghilang dari hadapan nya.

"Baby jangan lari lari nanti jatuh sayang!!" Peringat Prata tersenyum kecil menyusul sang putri.

CALLYSTA! |END| Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang